Wednesday, March 16, 2011

Kisah Sukses Pengusaha Ansuransi Sepeda Motor

Ayahnya selalu berharap bahwa Carole Nash nantinya akan menjadi seorang dokter. Tapi saat beranjak dewasa, Nash jauh lebih tertarik dibidang olah raga dari pada bidang akademis. Dia mengatakan: 'Aku menjadi kapten di club tennis dan hockey dan aku sangat bangga akan hal itu.'

Jadi, pada saat berusia 18 tahun, Nash meninggalkan sekolahnya untuk bekerja pada sebuah perusahaan ansuransi yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya di Manchester. Dia mengatakan: 'Ayah ku punya lebih banyak ambisi untuk ku dibanding aku sendiri. Tapi aku sadar akan keterbatasan ku.'

Dia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan ansuransi dan bekerja sebagai junior di departement ansuransi motor, dan segera menyadari bahwa dia menyukai dunia ansuransi. 'Aku suka berhubungan dengan publik melalui telephone. Aku benar-benar menyukai hal itu. Menurut ku, itu jauh lebih baik dari pada mengisi kepala ku dengan buku-buku mengenai fisika.'

Disana, dia juga bertemu dengan calon suaminya, dimana calon suaminya tersebut adalah seorang supervisor dari departemen claim. Mereka menikah dan pindah untuk bekerja dikantor pusat yang berada di London selama tiga tahun sebelum akhirnya kembali ke Manchester untuk membesarkan anak-anaknya. Di usia 27 tahun, Nash memutuskan untuk berhenti bekerja dan menghabiskan waktu selama 12 tahun berikutnya untuk merawat kedua anaknya.

Tapi pada suatu hari di tahun 1981, saat berusia 39 tahun, Nash melihat sebuah iklan di koran lokal yang dibuat oleh sebuah perusahaan ansuransi yang ingin mencari seseorang untuk bekerja dengan mereka selama tiga jam per hari. Dia mengambil pekerjaan tersebut, karena berpikir bahwa uangnya bisa dia gunakan untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya.

Perusahaan tempat dia bekerja segera menyadari bahwa Nash punya pengalaman yang jauh lebih banyak dibanding staff-staff mereka dan menempatkannya di bagian sepeda motor.

Dia mengatakan: 'Pada awalnya aku tidak ingin terlibat dengan sepeda motor, ku pikir bahwa itu adalah sebuah ide yang buruk.' Tapi dia mengambil alih bagian tersebut dan segera menyadari bahwa dia benar-benar menikmatinya. Nash mempekerjakan beberapa staff paruh waktu untuk membantunya dan, mengingat pengalamannya sendiri sebagai seorang ibu yang bekerja, memberikan jam kerja yang flexible kepada para staff-nya.

Dia mengatakan: 'Saat aku kembali untuk bekerja, aku tahu betapa stress-nya hal itu jika anak-anak anda tidak terawat dengan baik. Jadi, jika seseorang mempunyai anak yang sedang sakit, maka aku memberi tahu mereka bahwa mereka bisa datang dan bekerja di malam hari.'

Kemudian, di tahun 1985, perusahaan ansuransi memutuskan untuk menutup kantor mereka dan menarik semua ansuransi sepeda motor karena mereka merasa bahwa itu hanya merugikan perusahaan. Saat itulah ide besar Nash muncul. Dia tahu bahwa salah satu kebijakan yang ditawarkan perusahaan tidak pernah mendapat claim. Itu adalah sebuah kebijakan kecil untuk sepeda motor vintage dan meski tidak banyak menghasilkan income, namun dia memutuskan untuk mencobanya sendiri.

'Itu adalah sebuah kebijakan yang brilliant dan hanya ada satu di pasaran yang cocok untuk pemilik motor vintage. Perusahaan ansuransi ingin menyingkirkannya sehingga aku merasa sebagai seorang penyelamat.'

Boss-nya setuju untuk membiarkannya mengambil alih skema tersebut, dan meneruskannya secara independent. Jadi, dengan uang sebanyak £2,300, Nash membeli indemnity profesional dan mengintall jalur telephone terpisah di ruang makan rumahnya agar dia bisa menggunakan ruangan tersebut sebagai kantornya. Dia mengatakan: 'Aku punya uang sisa sebanyak £100 jadi aku membeli beberapa pena dan sebuah buku untuk mencatat panggilan telephone.'

Kemudian dia duduk di meja makan dan menunggu telephone berdering. 'Pada awalnya sedikit sulit karena saat pemegang ansuransi menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda, mereka jadi merasa sedikit khawatir. Tapi di akhir pembicaraan aku bisa meyakinkan mereka bahwa semuanya masih baik-baik saja.'

Tidak lama kemudian, sbuah club sepeda motor lain ingin bergabung ke dalam skema dan pada akhir tahun pertamanya dalam bisnis, Nash telah mengantongi income premium sebanyak £30,000.

Bisnisnya mulai berkembang dari mulut ke mulut dan tidak berapa kemudian dia di undang untuk menghadiri berbagai event yang diadakan oleh club sepeda motor untuk mempublikasikan skemanya. Yang pertama adalah event Banbury Run di Oxfordshire. Dia mengatakan: 'Aku tiba disana dengan form proposal di dalam sebuah tas plastik dan mereka memberikan aku meja kecil dan sebuah bangku untuk duduk.'

Nash juga mulai mendatangi club-club pengendara motor di berbagai pub untuk memberi tahu mereka mengenai ansuransinya. Dia mengatakan: 'Orang-orang tidak mengerti mengenai apa yang mereka bayarkan jadi aku terbiasa untuk menjelaskan apa yang mereka dapatkan dari ansuransi dan perbedaannya dengan jenis ansuransi lain.'

Bisnisnya terus berkembang sehingga dia memindahkan kantornya ke garasi dan meminta anaknya, Malcolm, untuk membantunya. Tapi saat para pengendara mulai berdatangan untuk membayar premium secara langsung, dia memutuskan bahwa ini sudah waktunya bagi dia untuk pindah ke kantor yang lebih layak.

Setelah lima tahun, income premium Nash mencapai £1 juta dan setiap akhir pekan, Nash beserta suaminya selalu menghadiri even-event sepeda motor di seluruh Eropa. Butuh waktu yang lama sebelum akhirnya dia membeli sepeda motor vintage-nya sendiri untuk dibawa ke event-event tersebut.

Dia mengatakan: ''Jam kerja kami tidak selesai pada jam 5.30 Jum'at malam dan dimulai lagi pada hari Sabtu dan Minggu saat kami libur untuk menghadiri event-event. Dan jika kami tidak datang membawa motor maka kami akan membawa sebuah caravan sehingga kami bisa berada disana saat event dan menawarkan teh atau kopi ke pada pemegang ansuransi kami. Pada pengendara akan menghubungi kami untuk menanyakan apakah kami akan menghadiri sebuah event, dan jika kami mengatakan iya maka mereka akan mengatakan: "Kalo begitu, aku akan datang dan membayar iuran, itu akan menghemat waktu ku."'

Saat ini, Nash sudah memiliki delapan sepeda motor vintage termasuk diantaranya sebuah BSA Combination buatan tahun 1914, dua buah Morgan roda tiga dan sebuah Model T Triumph buatan tahun 1925. Dia mengatakan: 'Orang-orang mengira bahwa sebuah bisnis diarahkan oleh hobby tapi bisnis ku malah sebaliknya. Aku suka berbicara dengan orang-orang pada event-event sepeda motor dan semua itu memicu persahabatan.'

Antusiasnya juga sangat bermanfaat untuk bisnisnya. Dia mengatakan: 'Itu sangat membantu ku untuk mempromosikan bisnis karena kami akan menghadiri event bersama pemegang ansuransi kami. Jadi, jika ada orang yang memberi komentar baik atau buruk mengenai kebijakan kami, maka kami akan mendengarnya secara langsung.'

Sebagai pengakuan atas keterlibatannya, di tahun 1994, dia dinobatkan sebagai wanita pertama yang menjadi president untuk club Vintage Motorcycle.

Saat bisnisnya berkembang, Nash mulai menawarkan kebijakan ansuransi untuk sepeda motor modern. Dia juga membuka sebuah kantor di Irlandia Utara setelah menyadari bahwa para pengendara motor vintage disana tidak mempunya ansuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dia mengatakan: "Hobby mereka akan hilang karena mereka tidak punya ansuransi yang sesuai dengan kebutuhan dari pengendara motor vintage. Jadi, aku mengajak anak ku ke Parlemen Eropa untuk menemui orang-orang yang bertanggung jawab atas ansuransi di sana. Mereka memberi tahu kami bahwa kami boleh melakukannya.'

Nash juga mengembangkan bisnisnya dengan cara menawarkan ansuransi untuk mobil-mobil klasik dan modern, kemudian ansuransi untuk travel dan pemilik rumah. Pada tahun 1996, dia memutuskan bahwa dia perlu menjalankan bisnisnya secara lebih profesional dan mempekerjakan seorang direktur manajemen.

Dia juga membuka sebuah bengkel untuk memperbaiki motor dan membuat sebuah jaringan garasi di seluruh penjuru Inggris. Di tahun 2006, perusahaannya, Carole Nash Insurance Consultants mempunyai penghasilan sebanyak £85 juta termasuk £59 juta dalam bentuk income premium dari ansuransi. Di tahun itu juga Nash menjual sahamnya pada Groupama.

Meski begitu, Nash mengatakan bahwa motivasinya bukanlah uang. 'Hasil akhirnya membahagiakan namun jalan menuju hasil akhir tersebut yang aku nikmati. Sebagian orang terlalu menekankan pada uang dan menunggu untuk berlari sebelum mereka bisa berjalan. Aku malah sebaliknya. Aku melakukannya karena aku menyukainya. Saat mengenang kembali semua kesenangan yang aku dapat dari sini, itu seperti sebuah kisah dongeng.'

Dia merasa bahwa salah satu rahasia kesuksesannya adalah kemampuannya untuk menyediakan waktu sebelum mengambil sebuah keputusan besar. Dia mengatakan: 'Aku memikirkan hal-hal untuk waktu yang lama dan menimbangnya dari sudut pandang orang lain. Aku menempatkan diri ku diposisi mereka dan memikirkan tentang mengapa mereka mengatakan atau melakukan ini dan itu. Aku menganalisa seluruh situasinya. Jika seseorang datang pada ku dengan sebuah ide aku tidak segera mengatakan "Oh, itu adalah sebuah ide yang bagus," aku menyingkir dan memikirkannya, meski jika saat itu aku sedang memasak.'

Dia menambahkan: 'Aku adalah seorang prefectionist. Jika sesuatu dilakukan, maka harus dilakukan dengan benar. Jika aku mengirimkan surat pada seseorang maka aku tidak langsung mengirimkannya begitu aku selesai menulisnya, aku selalu memikirkannya secara berulang-ulang dan memperbaikinya.'