<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988</id><updated>2012-02-16T12:01:09.132-08:00</updated><category term='Perawatan Rumput'/><category term='Jasa Pemindahan Barang'/><category term='Penerbitan'/><category term='Rumah  Kaca'/><category term='Koran'/><category term='Makanan Bayi'/><category term='Travel'/><category term='Toko Perhiasan'/><category term='Ansuransi'/><category term='Kursus Bahasa Inggris'/><category term='Importir'/><category term='Gallery Seni'/><category term='Internet Service Provider'/><category term='Panggung Hiburan'/><category term='Kopi Instant'/><category term='Taxi'/><category term='Popok'/><category term='Hot Dog'/><category term='Telemarketing'/><category term='Kosmetik'/><category term='Minyak Cukur'/><category term='Retail'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-8816096150349519005</id><published>2011-03-16T01:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T01:07:58.606-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ansuransi'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Ansuransi Sepeda Motor</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nET43HWY8e4/TYBvuU4lnOI/AAAAAAAABXQ/enNHGoX1h4A/s1600/Carole%2BNash.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="259" width="271" src="http://1.bp.blogspot.com/-nET43HWY8e4/TYBvuU4lnOI/AAAAAAAABXQ/enNHGoX1h4A/s400/Carole%2BNash.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ayahnya selalu berharap bahwa Carole Nash nantinya akan menjadi seorang dokter. Tapi saat beranjak dewasa, Nash jauh lebih tertarik dibidang olah raga dari pada bidang akademis. Dia mengatakan: 'Aku menjadi kapten di club tennis dan hockey dan aku sangat bangga akan hal itu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, pada saat berusia 18 tahun, Nash meninggalkan sekolahnya untuk bekerja pada sebuah perusahaan ansuransi yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya di Manchester. Dia mengatakan: 'Ayah ku punya lebih banyak ambisi untuk ku dibanding aku sendiri. Tapi aku sadar akan keterbatasan ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan ansuransi dan bekerja sebagai junior di departement ansuransi motor, dan segera menyadari bahwa dia menyukai dunia ansuransi. 'Aku suka berhubungan dengan publik melalui telephone. Aku benar-benar menyukai hal itu. Menurut ku, itu jauh lebih baik dari pada mengisi kepala ku dengan buku-buku mengenai fisika.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disana, dia juga bertemu dengan calon suaminya, dimana calon suaminya tersebut adalah seorang supervisor dari departemen claim. Mereka menikah dan pindah untuk bekerja dikantor pusat yang berada di London selama tiga tahun sebelum akhirnya kembali ke Manchester untuk membesarkan anak-anaknya. Di usia 27 tahun, Nash memutuskan untuk berhenti bekerja dan menghabiskan waktu selama 12 tahun berikutnya untuk merawat kedua anaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi pada suatu hari di tahun 1981, saat berusia 39 tahun, Nash melihat sebuah iklan di koran lokal yang dibuat oleh sebuah perusahaan ansuransi yang ingin mencari seseorang untuk bekerja dengan mereka selama tiga jam per hari. Dia mengambil pekerjaan tersebut, karena berpikir bahwa uangnya bisa dia gunakan untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaan tempat dia bekerja segera menyadari bahwa Nash punya pengalaman yang jauh lebih banyak dibanding staff-staff mereka dan menempatkannya di bagian sepeda motor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Pada awalnya aku tidak ingin terlibat dengan sepeda motor, ku pikir bahwa itu adalah sebuah ide yang buruk.' Tapi dia mengambil alih bagian tersebut dan segera menyadari bahwa dia benar-benar menikmatinya. Nash mempekerjakan beberapa staff paruh waktu untuk membantunya dan, mengingat pengalamannya sendiri sebagai seorang ibu yang bekerja, memberikan jam kerja yang flexible kepada para staff-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat aku kembali untuk bekerja, aku tahu betapa stress-nya hal itu jika anak-anak anda tidak terawat dengan baik. Jadi, jika seseorang mempunyai anak yang sedang sakit, maka aku memberi tahu mereka bahwa mereka bisa datang dan bekerja di malam hari.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, di tahun 1985, perusahaan ansuransi memutuskan untuk menutup kantor mereka dan menarik semua ansuransi sepeda motor karena mereka merasa bahwa itu hanya merugikan perusahaan. Saat itulah ide besar Nash muncul. Dia tahu bahwa salah satu kebijakan yang ditawarkan perusahaan tidak pernah mendapat claim. Itu adalah sebuah kebijakan kecil untuk sepeda motor vintage dan meski tidak banyak menghasilkan income, namun dia memutuskan untuk mencobanya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Itu adalah sebuah kebijakan yang brilliant dan hanya ada satu di pasaran yang cocok untuk pemilik motor vintage. Perusahaan ansuransi ingin menyingkirkannya sehingga aku merasa sebagai seorang penyelamat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boss-nya setuju untuk membiarkannya mengambil alih skema tersebut, dan meneruskannya secara independent. Jadi, dengan uang sebanyak £2,300, Nash membeli indemnity profesional dan mengintall jalur telephone terpisah di ruang makan rumahnya agar dia bisa menggunakan ruangan tersebut sebagai kantornya. Dia mengatakan: 'Aku punya uang sisa sebanyak £100 jadi aku membeli beberapa pena dan sebuah buku untuk mencatat panggilan telephone.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia duduk di meja makan dan menunggu telephone berdering. 'Pada awalnya sedikit sulit karena saat pemegang ansuransi menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda, mereka jadi merasa sedikit khawatir. Tapi di akhir pembicaraan aku bisa meyakinkan mereka bahwa semuanya masih baik-baik saja.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak lama kemudian, sbuah club sepeda motor lain ingin bergabung ke dalam skema dan pada akhir tahun pertamanya dalam bisnis, Nash telah mengantongi income premium sebanyak £30,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnisnya mulai berkembang dari mulut ke mulut dan tidak berapa kemudian dia di undang untuk menghadiri berbagai event yang diadakan oleh club sepeda motor untuk mempublikasikan skemanya. Yang pertama adalah event Banbury Run di Oxfordshire. Dia mengatakan: 'Aku tiba disana dengan form proposal di dalam sebuah tas plastik dan mereka memberikan aku meja kecil dan sebuah bangku untuk duduk.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nash juga mulai mendatangi club-club pengendara motor di berbagai pub untuk memberi tahu mereka mengenai ansuransinya. Dia mengatakan: 'Orang-orang tidak mengerti mengenai apa yang mereka bayarkan jadi aku terbiasa untuk menjelaskan apa yang mereka dapatkan dari ansuransi dan perbedaannya dengan jenis ansuransi lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnisnya terus berkembang sehingga dia memindahkan kantornya ke garasi dan meminta anaknya, Malcolm, untuk membantunya. Tapi saat para pengendara mulai berdatangan untuk membayar premium secara langsung, dia memutuskan bahwa ini sudah waktunya bagi dia untuk pindah ke kantor yang lebih layak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lima tahun, income premium Nash mencapai £1 juta dan setiap akhir pekan, Nash beserta suaminya selalu menghadiri even-event sepeda motor di seluruh Eropa. Butuh waktu yang lama sebelum akhirnya dia membeli sepeda motor vintage-nya sendiri untuk dibawa ke event-event tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: ''Jam kerja kami tidak selesai pada jam 5.30 Jum'at malam dan dimulai lagi pada hari Sabtu dan Minggu saat kami libur untuk menghadiri event-event. Dan jika kami tidak datang membawa motor maka kami akan membawa sebuah caravan sehingga kami bisa berada disana saat event dan menawarkan teh atau kopi ke pada pemegang ansuransi kami. Pada pengendara akan menghubungi kami untuk menanyakan apakah kami akan menghadiri sebuah event, dan jika kami mengatakan iya maka mereka akan mengatakan: &amp;quot;Kalo begitu, aku akan datang dan membayar iuran, itu akan menghemat waktu ku.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Nash sudah memiliki delapan sepeda motor vintage termasuk diantaranya sebuah BSA Combination buatan tahun 1914, dua buah Morgan roda tiga dan sebuah Model T Triumph buatan tahun 1925. Dia mengatakan: 'Orang-orang mengira bahwa sebuah bisnis diarahkan oleh hobby tapi bisnis ku malah sebaliknya. Aku suka berbicara dengan orang-orang pada event-event sepeda motor dan semua itu memicu persahabatan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Antusiasnya juga sangat bermanfaat untuk bisnisnya. Dia mengatakan: 'Itu sangat membantu ku untuk mempromosikan bisnis karena kami akan menghadiri event bersama pemegang ansuransi kami. Jadi, jika ada orang yang memberi komentar baik atau buruk mengenai kebijakan kami, maka kami akan mendengarnya secara langsung.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai pengakuan atas keterlibatannya, di tahun 1994, dia dinobatkan sebagai wanita pertama yang menjadi president untuk club Vintage Motorcycle.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat bisnisnya berkembang, Nash mulai menawarkan kebijakan ansuransi untuk sepeda motor modern. Dia juga membuka sebuah kantor di Irlandia Utara setelah menyadari bahwa para pengendara motor vintage disana tidak mempunya ansuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: &amp;quot;Hobby mereka akan hilang karena mereka tidak punya ansuransi yang sesuai dengan kebutuhan dari pengendara motor vintage. Jadi, aku mengajak anak ku ke Parlemen Eropa untuk menemui orang-orang yang bertanggung jawab atas ansuransi di sana. Mereka memberi tahu kami bahwa kami boleh melakukannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nash juga mengembangkan bisnisnya dengan cara menawarkan ansuransi untuk mobil-mobil klasik dan modern, kemudian ansuransi untuk travel dan pemilik rumah. Pada tahun 1996, dia memutuskan bahwa dia perlu menjalankan bisnisnya secara lebih profesional dan mempekerjakan seorang direktur manajemen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga membuka sebuah bengkel untuk memperbaiki motor dan membuat sebuah jaringan garasi di seluruh penjuru Inggris. Di tahun 2006, perusahaannya,&lt;a href="http://www.carolenash.com"&gt;Carole Nash Insurance Consultants&lt;/a&gt; mempunyai penghasilan sebanyak £85 juta termasuk £59 juta dalam bentuk income premium dari ansuransi. Di tahun itu juga Nash menjual sahamnya pada Groupama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, Nash mengatakan bahwa motivasinya bukanlah uang. 'Hasil akhirnya membahagiakan namun jalan menuju hasil akhir tersebut yang aku nikmati. Sebagian orang terlalu menekankan pada uang dan menunggu untuk berlari sebelum mereka bisa berjalan. Aku malah sebaliknya. Aku melakukannya karena aku menyukainya. Saat mengenang kembali semua kesenangan yang aku dapat dari sini, itu seperti sebuah kisah dongeng.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa bahwa salah satu rahasia kesuksesannya adalah kemampuannya untuk menyediakan waktu sebelum mengambil sebuah keputusan besar. Dia mengatakan: 'Aku memikirkan hal-hal untuk waktu yang lama dan menimbangnya dari sudut pandang orang lain. Aku menempatkan diri ku diposisi mereka dan memikirkan tentang mengapa mereka mengatakan atau melakukan ini dan itu. Aku menganalisa seluruh situasinya. Jika seseorang datang pada ku dengan sebuah ide aku tidak segera mengatakan &amp;quot;Oh, itu adalah sebuah ide yang bagus,&amp;quot; aku menyingkir dan memikirkannya, meski jika saat itu aku sedang memasak.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menambahkan: 'Aku adalah seorang prefectionist. Jika sesuatu dilakukan, maka harus dilakukan dengan benar. Jika aku mengirimkan surat pada seseorang maka aku tidak langsung mengirimkannya begitu aku selesai menulisnya, aku selalu memikirkannya secara berulang-ulang dan memperbaikinya.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-8816096150349519005?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/8816096150349519005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-ansuransi-sepeda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8816096150349519005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8816096150349519005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-ansuransi-sepeda.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Ansuransi Sepeda Motor'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nET43HWY8e4/TYBvuU4lnOI/AAAAAAAABXQ/enNHGoX1h4A/s72-c/Carole%2BNash.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-3372532451214368951</id><published>2011-03-08T01:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T01:09:45.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet Service Provider'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Internet Service Provider</title><content type='html'>&lt;p&gt;Richard Tang mulai menggemari komputer ketika sekolahnya membeli sebuah komputer Commodore untuk digunakan oleh para siswa. Saat itu dia baru berusia 13 tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-cq32bhDbY4E/TXXxw7C11nI/AAAAAAAABXI/hWG1Pv4h67c/s400/Richard+Tang.jpg" width="200" height="267" align="left"&gt;Dia mengatakan: 'Aku biasa menghabiskan waktu istirahat dan makan siang untuk memprogramnya. Aku sangat kagum pada komputer tersebut. Aku selalu tertarik untuk membuat berbagai hal dan aku menyukai ide untuk membuat komputer yang bisa melakukan apapun dan kemudian aku memprogramnya untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tang lahir dan dibesarkan di Rochdale, dimana ayahnya seorang warga keturunan China dan ibunya dari Inggris. Saat berusia 15 tahun, Tang membeli sendiri komputer pertamanya dengan uang dari hasil menjual makanan hewan peliharaan di pasar lokal.&amp;nbsp; Dia juga mendirikan sebuah perusahaan fiktif, Zen Microsystems, untuk mengakali perusahaan komputer agar mau mengirimkan katalog dan data sheet dari produk-produk mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah mengambil gelar dibidang system komputer dari Salford University, Tang mendapatkan pekerjaan sebagai designer hardware komputer. Saat berada disana, dia dan beberapa orang rekan kerjanya sering berkumpul di kedal lokal untuk memimpikan tentang cara-cara menemukan bisnis mereka. Tang mengatakan: 'Kami menemukan berbagai ide yang aneh dan liar. Semuanya masih berhubungan dengan komputer dan ide untuk mengembangkan software atau hardware yang bisa kami jual.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, tidak ada satupun dari ide tersebut yang mereka diskusikan secara serius, dan setelah empat tahun serta mendapat beberapa kali promosi, Tang akhirnya menyadari bahwa hasratnya bukanlah untuk meniti karir didunia corporate.&amp;nbsp; Dia mengatakan: 'Aku bisa melihat jalan hidup yang ingin aku tempuh. Aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, ditahun 1993, saat berusia 27 tahun, Tang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan agar bisa melancong ke China dan India selama sembilan bulan. Saat kembali ke Inggris, dia memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri yang mendesign hardware dan software komputer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menyewa sebuah Portakabin di Birmingham untuk dijadikan sebagai kantor, dan setelah tiga bulan menunggu telephone berdering, dia berhasil mendapatkan beberapa pekerjaan untuk membuat software bagi sebuah perusahaan besar, dan dia berencana untuk mencari lebih banyak lagi klien. Namun setelah beberapa bulan menjalankan kontrak, saat Tang sedang nongkrong di sebuah pub bersama adiknya Daniel, ide besarnya muncul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu, keduanya sedang membicarakan tentang sebuah konsep baru yang disebut dengan internet. Tang memang pernah mendengarnya, namun dia tidak belum pernah menggunakannya. Tapi adiknya adalah seorang mahasiswa dan sudah terbiasa menggunakannya di Cambridge University dimana dia sedang menyelesaikan studinya dibidang artificial intelligence. Saat Tang bertanya apakah internet akan membawanya pada kesuksesan, Daniel mengatakan bahwa dia yakin itu akan menjadi sebuah jalan yang besar untuk menuju kesuksesan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terinspirasi oleh antusias adiknya, akhirnya Tang memutuskan untuk memulai sebuah perusahaan yang menyediakan jasa untuk mengakses internet, setelah dia sadar bahwa itu adalah sebuah peluang yang tidak boleh dia lewatkan. Dia juga berpikir bahwa itu mungkin adalah cara yang lebih mudah untuk menghasilkan uang dari pada bekerja sebagai pembuat software.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Masalah dengan design software adalah bahwa setiap kali anda ingin menghasilkan uang, maka anda harus bekerja. Dimana kupikir jika aku mendirikan perusahaan yang menyediakan jasa berlangganan untuk akses ke internet, maka begitu aku mendapat pelanggan, uang akan terus mengalir dan aku cuma perlu melakukan sedikit kerja. Sebagai seorang internet service provider, aku bisa menciptakan situasi dimana aku akan mendapatkan pelanggan setiap bulan, tanpa perlu banyak bekerja.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu Tang membujuk teman-teman dan keluarganya untuk meminjamkan uang sebanyak £20,000 agar dia bisa memulai. Adiknya tidak mau menjadi bagian dari bisnis, tapi setuju menyediakan waktu selama enam bulan untuk membangun sebuah jaringan yang akan menghubungkan konsumen ke internet. Tang membuat sebuah jaringan dengan menghubungkan enam buah modem pada sebuah papan sederhana yang kemudian dihubungkan dengan enam jalur telephone.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan enam jalur, Tang bisa menerima sekitar 50 konsumen dan dia membuka bisnisnya dengan memungut bayaran £10 untuk masing-masing konsumen yang ingin mengakses internet. Saat jumlah konsumenya bertambah, dia menambahkan jalur telephone, tapi pada tahun 1966, perusahaannya, Zen Internet, telah menginvestasikan begitu banyak uang untuk membeli peralatan sehingga hampir kehabisan uang. Tang terpaksa harus menyelamatkan perusahaannya dengan cara meminjam uang dari keluarga dan teman-temannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak awal, salah satu hal yang paling memusingkannya adalah bahwa suatu hari nanti sebuah perusahaan pesaing akan memutuskan untuk memberikan akses internet secara gratis dan memaksa bisnisnya untuk gulung tikar. Jadi, saat sebuah perusahaan retail, Dixons, ditahun 1998 meluncurkan Freeserve internet service provider, ketakutannya semakin bertambah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, meski perusahaannya memang banyak kehilangan pelanggan, namun Tang juga akhirnya lega bahwa ternyata konsumen bisnisnya lebih senang membayar perusahaan yang menyediakan jasa akses internet dan memberikan layanan konsumen. Dan dia ternyata benar, ditahun berikutnya Zen Internet mendapatkan keuntungan terbesarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua tahu kemudian, perusahaannya menghadapi tantangan lain dengan hadirnya broadband. Itu adalah sebuah keputusan yang mengandung banyak resiko, namun Tang akhirnya memutuskan untuk mengambilnya dan mengupgrade layanannya menjadi akses broadband. Tang mengatakan: 'Pada saat itu, broadband masih sangat baru dan resikonya masih sangat tinggi, serta jalurnya belum begitu lancar. Itu membutuhkan investasi awal sebanyak £100,000 yang pada saat itu adalah jumlah yang sangat besar. Tapi aku menyadari bahwa jika kami tidak mengubahnya menjadi broadband, maka kami akan tertinggal.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah keputusan yang cerdas. Saat ini, Zen Internet sudah mempunyai sekitar 90.000 pelanggan. Tang mengatakan: 'Dengan berinvestasi ke dalam broadband berarti bahwa kami telah berubah dari sebuah perusahaan ISP regional, menjadi sebuah ISP berskala nasional, dan itulah yang menyebabkan kami begitu sukses.' Penghasilan tahunan &lt;a href="http://www.zen.co.uk/"&gt;Zen Internet&lt;/a&gt; saat ini mencapai&amp;nbsp; £39 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini Tang sudah berusia 44 tahun dan masih menjadi pemilik tunggal dari perusahaanya yang sekarang bernilai sekitar £15 juta. Dia menganggap bahwa rahasia kesuksesannya adalah tekadnya yang kuat. 'Aku bisa fokus pada sesuatu hingga mencapai titik dimana itu menjadi sebuah obsesi. Dimasa-masa awal, aku bekerja selama tujuh hari seminggu, 12 jam per hari. Aku tidak melakukan hal lain selain bekerja, makan, dan tidur.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menganggap bahwa rahasia dari memilih ide yang akan jadi pemenang adalah pemilihan waktu yang tepat. Dia mengatakan: 'Ide tersebut haruslah sesuatu yang kecil dan punya target pasar yang sangat spesifik tapi punya potensi untuk menjadi besar. Carilah sesuatu sebagai permulaan dimana belum banyak orang yang melakukannya. Sebuah contoh yang bagus adalah video yang banyak diminati di internet. Orang-orang selalu membicarakannya, namun masih jarang orang yang menonton video melalui internet. Pemilihan waktu adalah hal yang sangat penting. Akan jauh lebih sulit untuk masuk ke dalam pasar yang sudah matang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda juga akan memerlukan keberuntungan. Dia mengatakan: 'Meski dulu, di tahun 1995, Aku dan Daniel bisa melihat potensi internet, tapi saat itu kami tidak tahu bagaimana perkembangannya 10 tahun yang akan datang. Dan aku rasa orang lain juga tidak ada yang tahu. Kami sangat beruntung karena telah memilih ide yang bisa berkembang begitu cepat, karena meski ada banyak pemain yang lebih besar dibanding kami, namun internet berkembang begitu cepat sehingga ada cukup pasar untuk semua orang. Dimana jika saat ini seseorang punya ide untuk memulai sebuah internet service provider, maka dia tidak akan punya peluang kecuali punya modal yang sangat besar.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tang mengatakan bahwa adiknya tidak menyesal karena tidak mau menjadi bagian dari perusahaannya. Tang mengatakan: 'Dia sama sekali tidak tertarik dengan bisnis.' Akan tetapi, Tang sangat teliti untuk memastikan bahwa Daniel akan mendapatkan keuntungan dari kesuksesan bisnisnya sehingga selama beberapa tahun Zen Internet telah menyumbangkan dana untuk penelitian Daniel di bidang artificial intelligence. Tang juga telah menawarkan untuk membayar beberapa orang peneliti agar membantu mempercepat proses penelitian adiknya. Daniel juga terkadang bekerja untuk perusahaan Tang sebagai selingan dari intensitas penelitiannya yang melelahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Tang, dia sangat bangga atas prestasinya. 'Aku merasa sangat bangga. Sangat menyenangkan rasanya bisa membangun perusahaan sebesar ini dan menciptakan lingkungan dimana orang-orang bisa bekerja pada perusahaan yang disukainya. Aku tidak tertarik untuk menjual bisnis ini karena aku tidak berminat untuk mempunyai tabungan yang sangat besar. Aku mendirikan perusahaan ini dari nol dan aku ingin melihat sebesar apa dia bisa berkembang.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-3372532451214368951?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/3372532451214368951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-internet-service.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/3372532451214368951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/3372532451214368951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-internet-service.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Internet Service Provider'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cq32bhDbY4E/TXXxw7C11nI/AAAAAAAABXI/hWG1Pv4h67c/s72-c/Richard+Tang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-7249899845528738865</id><published>2011-03-02T20:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T20:53:21.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Penerbitan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Malam itu, Lucy Barker sedang minum di kedai lokal ketika secara tidak sengaja dia mendengar pembicaraan dari meja sebelah, antara seorang pria dengan istrinya. Sang pria, Paul Sowerby, adalah seorang sosok public relations yang sedang membicarakan rencananya untuk men-set up sebuah divisi publikasi di perusahaannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barker mengatakan: 'Keesokan harinya aku mengunjungi rumahnya dan mengatakan padanya bahwa aku adalah jawaban atas doa'anya. Untungnya, Paul Sowerby merasa bahwa kata-kata itu sangat lucu dan menawari ku sebuah pekerjaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lahir dan dibesarkan di West Yorkshire, Barker mendapat pendidikan secara private tapi tidak bisa menikmati sekolahnya dan saat berusia 16 tahun dia masuk ke sebuah sekolah tinggi. Akan tetapi, dalam dua bulan, dia juga segera menyadari bahwa hatinya tidak berada di sana. Dia mengatakan: 'Kepala sekolah memanggil ku dan mengatakan bahwa aku seharusnya pergi keluar sana dan menjelajahi dunia yang luas.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah keluar dari sekolah, dia mendapat pekerjaan di London sebagai seorang karyawan yunior di sebuah perusahaan public relation, dan kemudian menjadi seorang asistent produksi untuk Tim Rice, sebuah perusahaan produser musik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia memutuskan untuk membantu dua orang temannya yang ingin menerbitkan sebuah majalah siswa yang diberi nama Rasp. Dia mengatakan: 'Nama tersebut sama sekali tidak mempunyai makna tapi kami memberi tahu orang-orang bahwa rasping adalah istilah populer yang digunakan orang Amerika untuk mengganti kata chatting. Atau, jika kami berbicara dengan seseorang dari kalangan edukasi, maka kami akan mengatakan bahwa Rasp adalah singkatan dari Real Answers to Student Prospects.’ &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Majalah tersebut ternyata cukup sukses dan membuat ketiganya bisa hidup berkecukupan selama 5 tahun sampai akhirnya mereka menjualnya seharga £36,000. Saat itu Baker sudah berusia 25 tahun, kemudian dia memutuskan untuk berlubur ke Mesir dimana akhirnya dia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pria asal Prancis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baker memutuskan untuk tinggal bersama kekasihnya di Paris dimana mereka akhirnya menikah dan mempunyai seorang anak. Namun sayang, saat mereka kembali pindah ke Yorkshire, rumah tangganya hancur berantakan dan Baker terpaksa harus membesarkan putinya sendirian. Dia berusaha menghidupi diri dan keluarganya dengan cara menjadi seorang sales, tapi tidak sukses. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka terpaksa tinggal pondok disebuah pertanian tanpa pemanas atau air hangat. Di saat-saat itulah kemudian dia bertemu dengan Paul Sowerby disebuah pub. Paul Sowerby mempekerjakan Baker untuk membantunya mempublikasikan newsletter mingguan bagi Law Society di Leeds, satu-satunya project yang dimiliki oleh perusahaan penerbitannya yang masih baru tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, hanya dalam enam bulan kemudian, Sowerby menawarkan Baker untuk bekerja ditempat lain dan menutup perusahaannya. Tapi Baker menyadari bahwa dia sudah bertekad untuk mewujudkan ide besarnya. Dia memutuskan untuk menset-up sebuah perusahaan penerbitannya sendiri, yang dimulai dengan menerbitkan newsletter. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Newsletter itu cuma terdiri dari 4 halaman yang diketik oleh seorang sekretaris di Law Society, padahal ku pikir newsletter itu seharusnya dibuat berbentuk majalah. Saudara ku adalah seorang pengacara dan aku rasa para pengacara lain juga mungkin membutuhkannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sowerby setuju untuk membiarkan Baker meneruskan newsletter-nya, dan menyediakan perabotan dan komputer untuknya. Jadi, Baker meminjam £10,000 dari bank dan mulai bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memulai bisnisnya sendiri, pada akhirnya mungkin adalah sesuatu yang tidak bisa Baker hindari, karena kedua orang tuanya juga adalah&lt;a href="http://pengusahadadakan.wordpress.com/"&gt;pengusaha&lt;/a&gt;. Ayahnya, adalah seorang designer dan producer greetings card, dan ibunya menjalankan sebuah perusahaan modelling agency yang sukses. Sedangkan pamannya, juga memiliki bisnisnya sendiri, dan pernah menulis buku yang berjudul How To Make a Million.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-z2TdXUEK0os/TW8ejJmTEWI/AAAAAAAABW4/BQDv6i0wyfw/s400/Pengusaha-12.jpg" align="left" width="159" height="338"&gt;Baker mengatakan: 'Aku selalu ingin memulai bisnis ku sendiri. Kupikir itu sudah aku bawa sejak lahir. Sebagian orang tidak cocok untuk bekerja pada orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The Law Society di Leeds setuju untuk mengijinkan Baker mendapatkan penghasilan melalui iklan, dengan catatan bahwa porsi iklannya tidak boleh lebih dari 40 persen. Baker mengatakan: 'Saat baru memulai, keuntungannya masih sangat kecil. Tapi saat kualitas publikasi kami makin meningkat, tiba-tiba keuntungan dari iklan ikut meningkat. Itu sangat fantastis.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baker mempekerjakan seorang editor untuk membantunya dalam memproduksi majalah dan menyisipkan nama depan dari editor tersebut (Brooks) ke dalam nama perusahaan. Itu adalah tindakan yang dermawan tapi salah arah, sebab enam bulan kemudian, sang editor memutuskan untuk keluar sedangkan namanya masih tetap menempel di dalam nama perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baker juga mulai melakukan beberapa kali kunjungan ke markas besar Law Society di London untuk mendiskusikan kemungkinan memproduksi majalahnya lebih banyak lagi. Dia mengatakan: 'Kupikir tunggu dulu, ada pangsa pasar disini dan tidak ada gunanya untuk ku tetap berada di Harrogate untuk memproduksi majalah regional sementara disini ada banyak yang bisa diambil dari kerjasama ini.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The Law Society setuju dan tidak berapa kemudian Baker sudah mempublikasikan beberapa majalah nasional untuk mereka. Dia juga mulai memproduksi majalah untuk bidang profesi lain misalnya akuntansi dan perbankan yang saat ini sudah berbasis keanggotaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjelaskan: 'Aku melihat ada kesenjangan yang besar dalam pangsa pasar. Aku banyak melakukan research dan aku tahu bahwa jika aku memproduksi majalah untuk sebuah organisasi yang sudah mempunyai anggota, berarti aku tidak perlu lagi mencari anggota sendiri. Itu akan menjadi sebuah jalan pintas yang sangat singkat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga bermain-main dengan ide untuk memulai sebuah majalah musik yang mirip dengan NME, tapi segera membatalkannya. Dia mengatakan: 'Aku punya banyak sekali ide yang sering aku diskusikan dengan anggota keluarga, dan aku mendapat reaksi yang bervariasi, mulai dari ejekan sampai jadi bahan tertawaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia kemudian mulai mengorganisir acara pemberian penghargaan yang berhubungan dengan majalah yang diproduksinya, di mulai dengan Yorkshire Lawyer Awards yang memberikan penghargaan kepada orang-orang berbakat di bidang hukum, di Yorkshire. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, setelah dua tahun berada di dalam bisnis, keadaan mulai menjadi sulit. Dia mengatakan: 'Kami membuat kesalahan klasik, yaitu melakukan pengembangan terlalu cepat dan mengambil project yang tidak menguntungkan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam setahun, kantor mereka terkena banjir sebanyak 4 kali yang mengakibatkan rusaknya peralatan komputer dan memaksa perusahaan untuk pindah ke kantor sementara. Kemudian saat sedang melakukan perjalanan ke Brazil, Baker menemukan sebuah benjolan di payudaranya. Dia di diagnosa menderita kanker payudara dan dokter mengatakan bahwa tumor tersebut sangat ganas. Saat itu dia berusia 34 tahun. Dia mengatakan: 'Dunia ku terasa hancur.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, penemuan tersebut rupanya akan menjadi sebuah titik perubahan yang tak terduga dalam hidupnya. Disaat-saat yang paling menentukan bagi keselamatan bisnis dan kehidupannya tersebut, dia memutuskan bahwa satu-satunya cara agar dia bisa tetap bertahan adalah dengan berusaha untuk menyelamatkan keduanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Sehari setelah aku di diagnosa, aku memutuskan bahwa aku bukan cuma akan mengalahkan penyakit ini tapi juga mendapatkan kembali kesehatan ku. Aku juga akan memanfaatkan moment ini sebagai sebuah peluang untuk melakukan perubahan besar-besaran dalam bisnis ku. Kupikir, inilah saatnya untuk memulai hidup. Itu tidak ada hubungannya dengan keberanian. Aku perlu mempunyai sesuatu yang lain untuk dipikirkan selain memikirkan kemungkinan mati.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baker mulai mempromosikan dua karyawannya untuk menjadi direktur sehingga mereka bisa menjalankan bisnis sementara Baker menjalani chemotherapy. Kemudian dia menghentikan semua project yang tidak memberikan keuntungan yang cukup. Dia menjelaskan: 'Sama seperti chemotherapy yang berfungsi untuk membuang semua kanker, aku memutuskan untuk membuang semua aspek negatif dari perusahaan ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat sedang menjalani perawatan chemotherapy, dia juga menyadari bahwa bisnisnya memerlukan suntikan modal. Jadi, dia menjaminkan kembali rumahnya untuk mendapat pinjaman sebesar for £100,000, dan juga memberikan semua hasil klaim dari asuransi kesehatan yang dia dapat, yaitu sebesar £40,000 ke dalam bisnisnya. Dia mengatakan: 'Aku ingat ibuku berkata pada ku, apakah kamu tidak ingin mengambil waktu untuk liburan? Aku mengatakan padanya bahwa aku tidak punya waktu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tekadnya yang bulat kemudian terbayar. Setelah menjalani chemotherapy selama delapan bulan, kanker yang dideritanya sekarang sudah hilang, dan bisnisnya kini mulai berkembang. Perusahaannya kini&lt;a href="http://www.barkerbrooks.co.uk/people.html"&gt;Barker Brooks Media&lt;/a&gt;, telah meluncurkan beberapa majalah dan event-event baru yang menguntungkan. Dia juga memproduksi sebuah majalah untuk club British Racing Drivers di Silverstone dan baru-baru ini membeli sebuah perusahaan modelling agency yang dimiliki oleh ibunya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai hasilnya, ditahun 2010, dia mendapat keuntungan yang mencapai £6,5 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, diusianya yang ke 42 tahun, Baker mengatakan: 'Ini memang aneh, tapi bagiku dengan mendapatkan penyakit kanker, itu menjadi sebuah titik awal perubahan yang besar bagi kehidupan pribadi dan bisnis ku. Dalam sebuah cara yang membuat ku jadi makin sukses. Aku sangat bangga terhadap apa yang sudah aku capai, tapi jalan yang harus ku tempuh masih sangat panjang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia tahu benar apa yang memotivasinya. 'Di penghujung hari, aku diarahkan oleh keinginan untuk menghasilkan uang karena aku tahu benar bagaimana rasanya tidak mempunyai uang dan aku tidak mau lagi mengalami hal yang sama. Bagi ku, keuntungan adalah hal yang paling penting.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa bahwa rahasia kesuksesannya adalah kemauannya untuk meminta bantuan: 'Titik awal perubahan besar yang terjadi pada ku adalah saat dimana aku menyadari bahwa ada banyak orang yang bisa aku ajak bicara. Aku menyadari bahwa aku tidak bisa melakukan semuanya, sehingga aku harus mengkonsentrasikan pada hal-hal yang telah aku kuasai dengan baik, dan membiarkan orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak aku kuasai.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-7249899845528738865?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/7249899845528738865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-penerbitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/7249899845528738865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/7249899845528738865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pengusaha-penerbitan.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Penerbitan'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-z2TdXUEK0os/TW8ejJmTEWI/AAAAAAAABW4/BQDv6i0wyfw/s72-c/Pengusaha-12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-820326201616717254</id><published>2011-02-28T04:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-28T04:28:10.346-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Popok'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Popok</title><content type='html'>&lt;p&gt;Guy Schanschieff mendapatkan inspirasi untuk ide bisnisnya secara tidak sengaja di Taj Mahal. Saat itu, dia sedang ngobrol dengan seorang turis dari Amerika. Ketika Schanschieff mengatakan bahwa dia sedang mencari ide bisnis, turis tersebut menceritakan tentang sebuah perusahaan laundry di New York yang menawarkan jasa untuk mencucikan popok bayi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat makan malam, mereka melanjutkan perbincangannya, dan di penghujung malam, Schanschieff membulatkan tekadnya untuk membuka perusahaan yang menawarkan jasa yang sama dinegerinya, Inggris. Dia mengatakan: 'Ide tersebut membuat ku mulai berpikir. Itu sepertinya sebuah ide yang bagus.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak kecil, Schanschieff memang sudah menyukai tugas mengorganisir berbagai hal. Dia lahir dan dibesarkan di Northamptonshire. Pada saat berusia tujuh tahun, dia mengadakan acara obral untuk amal di desanya. Dia mengatakan: 'Aku meminta seseorang untuk mengetikkan &amp;quot;“Jumble Wanted&amp;quot; dan membawanya berkeliling desa. Aku masih ingat betapa senangnya saat melihat deretan orang yang mengantri untuk bisa masuk.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kakak dan teman-temannya, selama masa liburan sekolah, Schanschieff juga selalu menyelenggarakan pementasan theatre, dengan bermodalkan sebuah loteng yang diubahnya menjadi sebuah panggung. Dan sejak berusia 18 tahun, dia sering melakukan pementasan theatre di Edinburgh Festival dengan sekelompok temannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menyelesaikan sekolahnya,&amp;nbsp; Schanschieff masuk ke politeknik Leicester untuk mengambil gelar di bidang bisnis dan setelah lulus, dia bergabung dengan sebuah perusahaan akutansi untuk mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang accountant. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun rupanya, itu bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Dia mengatakan: 'Aku tidak begitu menyukainya dan merasa sangat bosan.' Untungnya, Jo, sang pacar, rupanya juga sedang merasa sangat jenuh dan menyarankan agar mereka berdua berlibur selama beberapa bulan. Schanschieff setuju, dengan harapan bahwa nantinya dia mungkin akan menemukan inspirasi untuk dijadikan sebuah bisnis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama-tama, mereka mengunjungi India dan setelah tiga minggu berada di sana, mereka bertemu dengan seorang turis asal Amerika di Taj Mahal. Schanschieff mengatakan: 'Kami sebenarnya sudah memikirkan untuk membuka jasa laundry, dan sehingga ide untuk menyediakan jasa pencucian popok itu sepertinya sebuah ide yang bagus karena mirip dengan ide kami.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Schanschieff dan Jo meneruskan liburan mereka ke Sydney, Australia, dimana Schanschieff berbicara dengan lebih banyak orang mengenai idenya untuk membuka jasa laundry. Idenya itu terus berkembang, hingga di tahun 1992, saat kembali ke Inggris, Schanschieff dan Jo benar-benar membuka sebuah jasa pencucian popok. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka menjalankan usahanya dari sebuah kamar di rumah mereka yang berada di Northampton, dan menemukan sebuah lundry lokal yang bersedia mencucikan popok yang mereka kumpulkan dari konsumen. Mereka harus bekerja keras. Schanschieff mengatakan: 'Semua berjalan sangat lambat. Kami memulainya bulan September, dan sampai bulan Desember, kami cuma bisa mendapat 13 konsumen.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bulan-bulan berikutnya, akhirnya mereka mendapat lebih banyak konsumen dengan cara menawarkan jasa laundry-nya ke berbagai club rugby dan football. Mereka juga menjadi distributor untuk sebuah perusahaan Amerika yang memproduksi popok.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski telah berjalan selama dua tahun, namun bisnisnya hanya bisa mendapatkan 250 konsumen, dan ini membuat Schanschieff akhirnya menyadari bahwa jasa laundry-nya tidak akan pernah menjadi sebuah bisnis besar. Tapi dia tetap yakin bahwa produk yang dipasarkannya, yaitu popok yang bisa dipakai ulang, yang merupakan sebuah terobosan besar dari popok tradional, berpotensi untuk menjadi sebuah bisnis besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, ditahun 1997, saat dia mendengar bahwa seorang konsumen yang berencana untuk memulai sebuah bisnis mail order yang menjual popok telah membatalkan niatnya, maka dia bergerak cepat. Schanschieff mengambil alih nama merek dagang yang telah dipilih oleh konsumen tersebut, Bambino Mio, semua stock dan brochure yang telah dicetak, dan dia siap untuk memulai bisnisnya yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa bulan kemudian, keputusannya untuk menutup usaha laundry-nya menjadi efektif saat laundry yang biasa dia gunakan memutuskan bahwa mereka tidak mau lagi mencuci popok kotor. Schanschieff mengatakan: 'Popok bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk dicuci, dan kami tidak punya laundry lain. Jadi, kami memutuskan untuk berhenti.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi sejak saat itu, Schanschieff dan Jo, yang sekarang sudah menjadi istrinya, mulai menjual popok dengan merek Bambino Mio ke sebuah toko bayi dan mengiklankannya di sebuah majalah bayi. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-BSTo37Xidd4/TWuUcYChBRI/AAAAAAAABWw/oy6Nxh1PRQ4/s400/Popok.jpg" width="400" height="350"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sekali lagi, bisnisnya berjalan lambat. Tapi kali ini, Schanschieff merasa sangat yakin bahwa dia telah menemukan sebuah produk yang akan menjadikannya sebagai pemenang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Banyak orang yang beranggapan bahwa aku mencoba untuk melakukan sesuatu yang bodoh dan tidak ada orang yang mau menggunakan popoknya. Mereka beranggapan bahwa popoknya itu malah menyusahkan dan merepotkan. Tapi kupikir kami bisa menciptakan merek yang kuat sehingga para orang tua mau membelinya. Produk kami ini bisa memberikan banyak keuntungan pada para orang tua, hanya saja produk ini belum pernah dipasarkan dengan benar.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toko pertama yang setuju untuk menstock popoknya adalah sebuah toko kecil di Milton Keynes. Akan tetapi, untuk membujuk toko yang lebih besar agar mau menstock popok ternyata jauh lebih sulit, sehingga ditahun 2001, bisnisnya mengalami krisis. Perusahaannya mengalami kerugian sebanyak £100,000 dari penjualan senilai £700,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Schanschieff mengatakan: 'Itu adalah titik terendah kami. Krisis itu menghantam kami dengan sangat keras. Hubungan kami dengan perusahaan Amerika yang produknya kami paasarkan hancur berantakan, sehingga kami tidak bisa mendapatkan stock yang kami perlukan. Biasanya aku selalu bisa menemukan cara untuk mengatasi masalah, tapi kali ini sepertinya aku tidak bisa menemukan jalan keluar.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Schanschieff memutuskan untuk mempekerjakan seorang menejer agar bisa mendapatkan lebih banyak lagi toko yang mau menstock popok Bambino Mio's. Strateginya berhasil. Produk-produk Bambino Mio kini sudah mulai distock oleh beberapa retailer besar, termasuk diantaranya John Lewis dan Babies ‘R’ Us, dan sudah terjual di lebih dari 50 negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2009, Bambino Mio meluncurkan produknya di Amerika dan di tahun 2010, penjualannya mencapai £4 juta. Perusahaannya kini telah memiliki 42 distributor di 60 negara. Schanschieff mengatakan: 'Lima tahun lalu para orang tua yang menggunakan popok menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang merepotkan. Tapi sekarang mereka sudah terbiasa.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai saat ini, Schanschieff dan istrinya masih menjadi pemilik penuh dari perusahaannya. Dia mengatakan bahwa rahasia kesuksesannya adalah karena dia tetap fokus secara total. Dia mengatakan: 'Aku selalu yakin bahwa produk ini akan sukses. Aku sangat menyukai apa yang aku lakukan, karena kurasa ada banyak yang bisa aku capai dari sana.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-820326201616717254?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/820326201616717254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-popok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/820326201616717254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/820326201616717254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-popok.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Popok'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BSTo37Xidd4/TWuUcYChBRI/AAAAAAAABWw/oy6Nxh1PRQ4/s72-c/Popok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-2428334420439360625</id><published>2011-02-25T01:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T01:02:04.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telemarketing'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Telemarketing</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagi banyak orang, mendapatkan pekerjaan di bidang telesales mungkin bisa menjadi sebuah pengalaman yang paling menyengsarakan dalam hidup. Tapi tidak bagi Karen Darby, bekerja di bagian telesales merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga untuknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Aku menyukainya,' katanya. 'Aku sama sekali tidak merasakan itu sebagai sebuah beban. Aku hampir tidak percaya bahwa aku akan dibayar untuk berbicara dengan orang-orang melalui telephone. Rasanya seperti mendapatkan uang untuk melakukan sesuatu yang sangat mudah dan menyenangkan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darby adalah anak keempat dari lima bersaudara. Dia dibesarkan di Mitcham, Surrey, oleh seorang ayah yang seringkali menganggur dan seorang ibu yang bekerja paruh waktu sebagai pelayan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Aku selalu mencari cara untuk menghasilkan uang karena kami bukanlah orang kaya,' katanya. 'Saat masih sekolah, aku bekerja di sebuah toko ikan dan tempat cucian, menjual koran, menelusuri jalan untuk mencari botol-botol bekas dan menjualnya ke toko-toko. Saat itu, aku punya empat macam pekerjaan sekaligus.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berusia 16 tahun, Darby meninggalkan sekolah dan mulai bekerja di pabrik. Tapi dia sangat tidak menyukainya sehingga setelah dua bulan dia meninggalkan pekerjaan tersebut untuk mencari pekerjaan lain. 'Aku sudah tidak tahan,' katanya. 'Pengalaman itu memberi ku pelajaran yang sangat berharga, yaitu, jangan pernah bekerja untuk dibayar perpaket.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia mendapat pekerjaan di bagian telesales yang menjual space iklan dari sebuah surat kabar dan ternyata dia menyukainya. Setelah dua tahun, dia pindah ke Capital Radio, kemudian pindah lagi untuk bekerja di sebuah agent penjualan iklan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, ditahun 1983, diusianya yang ke 22, dia dan seorang rekannya memutuskan untuk membuka call centre mereka sendiri, dengan modal awal sebesar £30,000 yang mereka dapat dari seorang investor. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Orang-orang mengatakan bahwa aku terlalu berani tapi aku tidak memandangnya seperti itu,' katanya. 'Aku tidak rugi apa-apa.' Dia membuka sebuah call centre di sebuah toko di Norbury, South London. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Aku menghubungi direktur marketing dari perusahaan-perusahaan besar dan mengundang mereka agar mau mendatangi kantor kami untuk melihat apa yang bisa dilakukan oleh telemarketing untuk merek mereka,' katanya. 'Kami menjual berbagai jenis produk, mulai dari kacang goreng sampai komputer.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah tujuh tahun, perusahannya mempunyai 200 orang staff dengan penjualan yang mencapai £4 juta. Tapi saat itu Darby sedang mengandung anak keduanya dan memutuskan bahwa sudah saat itu waktunya bagi dia untuk melakukan sesuatu yang berbeda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Saat itu, aku sudah sampai pada tahap dimana aku sudah siap untuk sebuah perubahan,' katanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjual sahamnya dengan harga £1,6 juta, tapi tidak lama setelah itu sang pembeli mengalami kebangkrutan sehingga Darby hanya mendapat £500,000. Dia mempunyai philosophynya sendiri mengenai kerugian ini. 'Jika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, aku merasa bahwa pasti selalu ada alasan untuk itu dan sesuatu yang baik akan terjadi,' katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan uang tersebut, dia membeli sebuah rumah dan mulai bekerja dari rumah sebagai seorang trainer telesales untuk call centre lain. Tapi setelah 10 tahun melakoni pekerjaan ini, diusianya yang ke 42 dan mempunyai tiga orang anak, dia memutuskan bahwa dia benar-benar ingin memulai bisnisnya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Sebagai konsultant dan trainer, penghasilan ku cukup tinggi, tapi itu tidak bisa meningkatkan nilai kekayaan ku karena aku hanya dibayar jika aku benar-benar bekerja. Perbedaannya adalah bahwa saat anda memiliki bisnis sendiri, maka anda bisa tetap menghasilkan uang meski anda sedang tidur.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada awalnya, dia berpikir untuk membuka bisnis trainingnya sendiri. Dia mengatakan: 'Banyak industri training yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan independent yang kecil sehingga aku memutuskan untuk menambah modal dan membeli banyak perusahaan kecil agar bisa membuat sebuah kerajaan training yang besar.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi setelah berbicara dengan beberapa bank mengenai idenya, dia menemukan bahwa mereka tidak mau memberikan modal yang dia butuhkan. Jadi, dia membatalkan idenya dan mulai berpikir lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide besar berikutnya adalah sebuah konsep yang dia sebut Pocket Franchise, yang bertujuan untuk membantu para pekerja yang ingin menjadi&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-travel.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt; dengan cara membeli sejumlah saham dari perusahaan dimana mereka bekerja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Kupikir itu adalah sebuah ide yang hebat. Aku sampai tidak bisa tidur karena memikirkannya, dan aku sangat terobsesi.' Akan tetapi, dia segera menyadari bahwa mungkin akan butuh waktu yang sangat lama untuk membuat direktur perusahaan mau mengadopsi konsepnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Perusahaan-perusahaan besar menyukai ide tersebut, tapi kurasa itu membuat mereka sedikit gugup. Jika anda ingin menjual sebuah ide pada sebuah perusahaan besar dimana ide tersebut harus disetujui pada level atas, maka prosesnya akan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan aku tidak punya kesabaran seperti itu. Aku menginginkannya sekarang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu, barulah ide besarnya muncul. Saat itu, dia masih bekerja sebagai seorang konsultant, dan diminta untuk memberi petunjuk pada sebuah call centre yang sedang mencoba menarik konsumen-konsumen baru untuk dua buah perusahaan yang bergerak dibidang energi gas dan listrik. Perusahaan tersebut telah menghubungi para pemilik rumah tapi tidak banyak yang menanggapinya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darby mengatakan: 'Aku menyarankan bahwa dari pada mereka menelpon orang-orang dan mencoba untuk menawarkan produk, lebih baik mereka mencari supplier terbaik untuk konsumen tersebut dan memberikan kontraknya kepada perusahaan energi. Ide tersebut tampaknya sangat jelas bagi ku. Aku rasa itu adalah sebuah situasi yang sama-sama menguntungkan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ternyata sang klien tidak tertarik dengan solusi yang diberikan Darby. Tapi saat dia berjalan ke mobilnya, Darby menyadari bahwa ternyata dia benar. Dia mengatakan: 'Aku berjalan dari kantor mereka menuju tempat parkir saat menyadari: &amp;quot;Oooh.. itu ide yang hebat, mungkin ada jalan untuk mewujudkannya.&amp;quot; Dan semakin sering aku memikirkannya, semakin sulit untuk melupakannya. Ide tersebut benar-benar menyita perasaan dan pikiran ku. Saat itu, ide tersebut tampak sangat benar dan sederhana. Siapapun bisa memahami konsepnya dan cuma butuh 20 menit untuk menjelaskannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai meneliti idenya dan menemukan bahwa meski ada sejumlah perusahaan berbasis internet yang memberikan fasilitas kepada orang-orang untuk membandingkan harga listrik dan gas serta mengubah supplier secara online, namun layanan yang berbasis telephone belum ada, dan inilah yang membuat Darby semakin yakin bahwa idenya akan berhasil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Pasarnya sebenarnya adalah sebuah bisnis internet tapi kami memutuskan untuk melakukannya dengan cara lama, yaitu melalui telephone, karena kupikir orang-orang lebih menyukai kontak langsung melalui layanan telephone. Konsumen ingin berbicara langsung dengan seseorang yang bisa menjawab pertanyaan dan menyingkirkan ketakutan mereka, serta memastikan bahwa jika mereka mengganti supplier, maka rumah mereka akan tetap aman.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengambil libur selama musim panas untuk menulis bisnis plan dan meminta seorang kolega, Alistair Tillen, untuk bergabung dengannya sebagai partner. Kemudian dia mulai mencari investor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mencoba untuk menemukan orang-orang yang kaya, tapi saat cara tersebut tidak berhasil, dia mendekati sebuah perusahaan permodalan, Bridges Community Ventures. Mereka menyukai idenya dan setuju untuk berinvestasi sebesar £125,000 dalam perusahaan dengan imbalan 35 persen kepemilikan saham. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darby menjaminkan kembali rumahnya untuk mendapat modal tambahan sebesar £17,000, dan partnernya menanamkan modal sebesar £23,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-vuUJXU9OJA4/TWdvziwjw_I/AAAAAAAABWo/ds1GE2Kli30/s400/Pengusaha-11.jpg" align="left" width="294" height="201"&gt;Ide yang berada dibelakang perusahaannya, &lt;a href="http://www.simplyswitch.com/"&gt;Simply Switch&lt;/a&gt;, adalah untuk memberikan supplier energi termurah kepada konsumen. Jika konsumen memutuskan untuk mengubah supplier yang direkomendasikan, maka perusahaannya Simply Switch, akan mendapat sejumlah fee dari perusahaan energi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jasa dari perusahaannya ini dipromosikan melalui surat kabar, badan amal, dan retailer dengan prinsip kemitraan. Pada awalnya, sangat sulit untuk membujuk supplier energi agar mau mengambil bagian dari skema ini, sehingga Simply Switch sempat mengalami kesulitan dibidang finansial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi lambat laun, idenya mulai berjalan. Saat ini Simply Switch menerima lebih dari 1.000 panggilan telephone per hari dari orang-orang yang ingin mencari harga termurah dan mengembangkan layanannya, mulai dari mencarikan perusahaan telephone termurah, jasa broadband, dan sampai kartu kredit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Konsumenlah menghubungi kami bukan sebaliknya, karena mereka sangat tertarik, dan itulah yang memberikan perbedaan besar,' kata Darby.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2006, Darby menjual bisnisnya seharga £22 juta. Dan semenjak itu dia memulai sebuah bisnis baru, &lt;a href="http://www.callbritannia.com/"&gt;Call Britannia&lt;/a&gt;, sebuah bisnis berbasis call centre yang ditujukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan pada setidaknya 10.000 orang pengangguran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Aku menyukai cara ku,' kata Darby. 'Jika seseorang mengatakan bahwa sesuatu tidak bisa dilakukan, aku suka untuk menunjukkan pada mereka bahwa itu bisa dilakukan. Aku orangnya cukup kompetitif.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darby mengatakan bahwa dia termotivasi oleh keinginannya untuk meninggalkan kenangan akan dirinya. 'Aku cuma tidak ingin nantinya nisan ku bertuliskan: &amp;quot;Disinilah terbaring Karen Darby yang cukup ahli dalam menelpon.&amp;quot; Bagiku itu tidak cukup. Aku ingin memberikan sebuah kontribusi dalam hidup dan melakukan sesuatu yang bernilai. Akan sangat menyenangkan jika aku bisa meninggalkan sesuatu berharga.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-2428334420439360625?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/2428334420439360625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-telemarketing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2428334420439360625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2428334420439360625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-telemarketing.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Telemarketing'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vuUJXU9OJA4/TWdvziwjw_I/AAAAAAAABWo/ds1GE2Kli30/s72-c/Pengusaha-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-1864405464778030025</id><published>2011-02-23T20:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T20:31:10.045-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Travel</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ian Wilson, pertama kali menemukan hasratnya yang mendalam terhadap dunia traveling saat dia masih berusia 9 tahun. Ketika itu dia dan keluarganya harus berimigrasi dari Nottingham ke New Zealand. Dan hanya dalam beberapa minggu saja, Wilson, kakak, dan ibunya, merasa tidak betah dan sangat kembali ke Inggris. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ayahnya, yang sering terkena serangan malaria, dianjurkan oleh dokter untuk mencari daerah yang lebih hangat demi kesehatannya. Jadi mau tidak mau, mereka harus menetap disana. Dan karena itulah, mungkin tidaklah mengherankan jika sejak usia 13 tahun Wilson sudah hobby mengkoleksi berbagai brochure traveling dari seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berusia 22 tahun, setelah menyelesaikan study-nya di Auckland University dan mendapat gelar dibidang bahasa Prancis serta mendapatkan tempat untuk mengambil gelar doktor philosophy politik di Oxford University, saat itulah Wilson baru punya kesempatan untuk pulang ke Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibunya sangat ambisius mengenai kesuksesannya, tapi Wilson segera menyadari bahwa dia lebih menyukai kehidupan akademik. 'Ibuku ingin agar aku menjadi seorang pemimpin perusahaan, seorang diplomat, atau seorang pengacara. Tapi aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan berikutnya, dan aku tidak punya sedikitpun keinginan untuk segera mengetahuinya. Aku menemukan bahwa aku cukup akademis dan menyukai kegiatan penelitian serta pengembangan teori.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lulus dari Oxford, selama beberapa bulan, dia berkeliling Amerika dan kemudian mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan agent periklanan, J Walter Thompson. Tapi bidang itu tidak benar-benar diminatinya, dan setelah tiga tahun, diusianya yang ke 26, dia memutuskan untuk mulai mencari jalan keluar. Dia mengatakan: 'Aku ingin mencari cara untuk meniti karir di dunia corporate.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide pertamanya adalah mencoba menerbitkan novel yang pernah dia tulis saat masih di universitas. Saat ide tersebut gagal, dia mencoba idenya yang lain, yaitu membantu mempromosikan Cape Verde Islands agar menjadi salah satu tujuan wisatawan. Saat itu, pihak pemerintah di sana menyewa seorang profesor asal Belgia sebagai penasehat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, Wilson memutuskan untuk pergi ke Brussels dan menemui sang professor dengan tujuan menjadikan dirinya sebagai perwakilan dari Inggris untuk ikut memasarkan Cape Verde Islands. Tapi sayang, impiannya gagal. Wilson mengatakan: 'Aku banyak mentranslate dokumen dari bahasa Portugis ke bahasa Inggris, tapi ternyata project tersebut batal dan tidak pernah diluncurkan lagi.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 1970, pada suatu sore di musim seni, disebuah kebun, Wilson mendapatkan ide besarnya. Saat itu, dia sedang duduk-duduk dan ngobrol bersama teman-temannya dari universitas dan dua dari temannya tersebut, saling bertaruh mengenai siapa yang pertama kali akan memiliki sebuah perusahaan travel yang&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-gallery-seni.html"&gt;sukses&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, Wilson memutuskan untuk membuka sebuah club travel yang akan menawarkan ticket dengan harga murah untuk para siswa, perawat dan guru, dengan syarat mereka harus membayar biaya keanggotaan sebesar £1.25 per tahun. Dia mengatakan: 'Entah bagaimana ide tersebut bisa datang begitu saja dan menjadi sesuatu yang jelas untuk dilakukan. Ide tersebut merupakan hasil penyaringan dari berbagai hal dan dari berbagai arah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menyebut club tersebut WUNEXAS, yang berasal dari singkatan World Universities Expeditionary Association. Dengan modal pinjaman sebesar £150, dia mulai menyebarkan brocure pertamanya. Wilson mempunyai seorang teman di bagian percetakan J Walter Thompson yang mau mencetakkan poster iklan untuk club-nya selama jam makan siang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, diwaktu jam makan siangnya sendiri, Wilson memanfaatkannya untuk mengumpulkan daftar perkumpulan siswa dan perawat dari perpustakaan di J Walter Thompson. Dia mengatakan: 'Aku mengirimkan poster tersebut ke semua sekretariat perserikatan siswa dan perawat, dan meminta mereka untuk menempelkannya di papan pengumuman.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu Wilson mulai bekerja untuk menegosiasikan ticket penerbangan dengan harga yang murah. Dia mengatakan: 'Dengan membawa form keanggotaan, aku berkeliling untuk mencari konsolidator dan membujuk mereka dengan memberikan jaminan bahwa aku pasti akan selalu membooking dengan jumlah tertentu. Anggota kami bisa membeli ticket dengan harga £250, sedangkan harga normalnya adalah £400.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat baru memulai, Wilson masih harus terus bekerja secara full time di agent periklanan, sehingga hanya malam hari dan akhir pekan dia bisa mengerjakan club travelnya. Dan setelah enam bulan, tepatnya di tahun 1971, club-nya sudah berjalan dengan sangat lancar sehingga dia bisa keluar dari pekerjaan tetapnya, dan menjalankan bisnisnya secara full time. Dan sebagai hasilnya, penghasilannya meningkat tiga kali lipat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun-tahun pertama, club-nya berhasil mendapatkan anggota sebanyak 1.200 orang. Dan ditahun kedua, anggotanya meningkat menjadi 2.000 orang, sehingga dia mampu menyewa sebuah kantor yang berlokasi diatas sebuah restaurant di Knightsbridge, dimana dari hasil keuntungan perusahaannya, Wilson juga mulai memberikan bantuan untuk universitas yang ingin melakukan ekspedisi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjelaskan: 'Aku tidak berambisi untuk menjadi kaya, aku lebih berambisi untuk bisa melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan kepuasan, dan bagi ku, kepuasan itu datang saat aku bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat. Aku tidak punya banyak materi.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ternyata benar, setelah menjalankan clubnya selama empat tahun, di usianya yang ke 30, Wilson memutuskan untuk mengambil langkah yang radikal. Dia menunjuk seorang direktur menejer untuk menjalankan perusahaannya sehingga setiap tahun, selama empat bulan, dia bisa menghabiskannya untuk berkeliling dunia. Dan semenjak itu pula cara tersebut digunakan dalam menjalankan perusahaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seringkali, dia akan mengajak istri dan kedua anaknya untuk berkeliling dunia, berselancar, menyelam, dan berlayar.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-wGUteBw1KkU/TWXe2qH1ohI/AAAAAAAABWg/sRyS3GIzeJM/s400/urfing.jpg" width="400" height="320"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 1976, bisnisnya menemui sebuah masalah. Saat itu, Wilson membuka kantornya yang kedua di New York, tapi dalam dua tahun dia harus menutupnya dan mengalami kerugian sebesar £35,000. Akan tetapi, dia punya pandangannya sendiri mengenai kejadian tersebut. 'Itu sama sekali bukanlah sebuah pengalaman yang buruk karena saat itu aku bisa berselancar di California dan menulis sebuah novel. Aku menerbitkannya di Amerika dan ternyata cukup sukses.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian di tahun 1982, kantornya terbakar saat Wilson sedang berselancar di kepulauan Turks dan Caicos, sehingga dia harus membatalkan rencana marketing yang tengah dijalankan perusahaan untuk meningkatkan penjualannya. 'Kami semua harus bekerja sebisanya karena tempat tersebut kotor dan menghitam, dan semua orang harus bekerja dalam satu ruangan dengan satu telephone untuk beberapa minggu. Konsumen tidak bisa menghubungi kami.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang lebih parah lagi, perusahaan ansuransi menolak untuk membayar penuh, sehingga perusahaannya harus mengalami kerugian sebanyak £80,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, meski harus mengalami hambatan, WEXAS terus berkembang, dan mulai menarik pelanggan-pelanggan kaya karena dulu mereka pernah menggunakan jasa dari perusahaannya. Perusahaannya kini bukan cuma menawarkan ticket tapi juga hotel, kapal pesiar, dan mampu menyewa pesawat untuk menjadi operator tour, sebuah gebrakan yang membuatnya jadi lebih unggul dibanding para pesaing yang berasal dari perusahaan penerbangan lain dan internet. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.wexas.com/about/wexas/"&gt;WEXAS&lt;/a&gt; sekarang sudah mempunyai 35.000 anggota, 130 orang staff, dan penghasilan tahunan yang mencapai £40 juta dengan keuntungan bersih mencapai £6.5 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Wilson, mempunyai sebuah club dan anggota adalah kunci agar perusahannya bisa terus beroperasi. Dia mengatakan: 'Aku tidak pernah memandang diri ku sebagai seorang agent travel. Aku lebih memandang diri ku sebagai seorang pemasar yang memasarkan keanggotaan. Selama bertahun-tahun, konsumen lebih memandang WEXAS sebagai club keanggotaan dan bukan sebagai agent travel. Sampai tahun 1990, sumber utama penghasilan kami mungkin sebagian besar berasal dari fee keanggotaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, di usianya yang 66 tahun, Wilson merasa bahwa memiliki club dan anggota adalah sebuah anugrah sekaligus kutukan. Dia mengatakan: 'Aku rasa dengan memiliki keanggotaan yang berlangganan, bisa menjadi faktor yang membatasi seberapa besar sebuah perusahaan bisa berkembang, sebab pasarnya hanya terbatas untuk kalangan yang mau membayar jasanya. Tapi lucunya, karena itu pula aku mampu untuk memiliki gaya hidup yang bebas seperti yang aku inginkan. Jika anda mempunyai perusahaan dengan ukuran tertentu dan seseorang bisa menjalankannya untuk anda, maka anda bisa meninggalkannya dan jadi bebas menjalankan gaya hidup seperti yang anda pilih.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara umum, dia merasa bangga karena telah mampu mengkombinasikan antara kesuksesan bisnis dengan kesuksesan memilih gaya hidup yang dia inginkan. Dia mengatakan: 'Aku tidak mengukur kesuksesan berdasarkan ukuran dan keuntungan. Aku mengukur kesuksesan berdasarkan kepuasan yang aku dapat dari apa yang aku lakukan. Aku menganggap bahwa apa untungnya bagi orang-orang yang bekerja sangat keras setiap hari agar bisa menjadi yang terbesar, terbaik, dan terkaya, tapi tiba-tiba harus meninggal karena serangan jantung, sehingga sama sekali tidak punya kesempatan untuk menikmati hasil jerih payahnya. Aku rasa anda harus bisa menikmatinya selagi anda masih punya kesempatan.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-1864405464778030025?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/1864405464778030025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-travel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/1864405464778030025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/1864405464778030025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-travel.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Travel'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wGUteBw1KkU/TWXe2qH1ohI/AAAAAAAABWg/sRyS3GIzeJM/s72-c/urfing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-1823694247243406686</id><published>2011-02-22T23:08:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T23:08:49.645-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gallery Seni'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Gallery Seni</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setiap bulan Maret dan Oktober, ribuan orang membanjiri taman Battersea Park di London untuk menghadiri Affordable Art Fair, sebuah event seni yang diselenggarakan selama empat hari dimana para pengunjunt bisa membeli karya seni original dengan harga yang sangat terjangkau. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Affordable Art Fair yang kini sudah memasuki tahun yang ke tujuh ini, adalah visi dari Will Ramsay yang bertekad untuk menemukan sebuah cara agar karya seni bisa lebih mudah diakses oleh orang-orang yang biasanya tidak mampu untuk membelinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-KVEM0jw6dSE/TWSyXcgXywI/AAAAAAAABWY/i--G6gEBZpQ/s400/Pengusaha-10.jpg" width="400" height="225"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ramsay lahir dan dibesarkan di Scotland. Ketertarikannya pada dunia seni, dimulai saat pertama kali dia mempelajari seni dan sejarahnya di sekolah. Setelah lulus, dia mendaftar diri di Newcastle University untuk mempelajari geography, dan kemudian menghabiskan waktu selama lima tahun di bidang militer untuk bergabung dengan Royal Scots Dragoon Guards.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski berada di dunia militer, namun dunia seni masih terus membuatnya tertarik dan setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia militer, dia mulai berkeliling London dengan sepedanya untuk mengunjungi gallery-gallery seni. Tapi dia menemukan bahwa sebuah gallery seni itu umumya adalah tempat-tempat yang menyeramkan dan seringkali dia mendapat sambutan yang dingin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku merasa bahwa aku tidak diterima atau dituntun atau dibantu agar bisa belajar lebih banyak. Ada rasa takut untuk memasuki sebuah gallery. Tidak ada orang lain disana dan anda bisa mendengar langkah kaki anda dilantai kayu dan anda akan merasa benar-benar sendirian. Aku merasa bahwa aku tidak diperlakukan sebagai calon konsumen yang layak untuk dilayani.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga tidak menyukai cara gallery yang cuma menampilkan karya-karya seni dari satu seniman saja untuk satu waktu. Dia mengatakan: 'Aku rasa itu adalah hal yang aneh bahwa anda bisa mendatangi toko sepatu dan memilih berbagai jenis sepatu yang anda inginkan, tapi jika anda memasuki gallery dan tidak menyukai karya dari seniman yang sedang ditampilkan, maka anda akan pulang dengan perasaan kecewa.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum meninggalkan militer, Ramsay memutuskan bahwa dia ingin membuka bisnisnya sendiri. Dalam suatu kunjungan ke Amerika, dia mencoba yoghurt beku dan terlintas idenya untuk menjual produk tersebut di Inggris. Dia mengatakan: 'Aku ingat pernah berpikir bahwa itu akan menjadi bisnis yang fantastik, dan merasa heran kenapa belum ada orang yang mencobanya di Inggris.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai suatu hari, tepanya di tahun 1994, dia mendapatkan ide besarnya. Terinspirasi oleh rasa cintanya yang mendalam terhadap dunia seni, dia memutuskan untuk membuka gallery milikinya sendiri. Gallery tersebut akan menampilkan karya-karya dari 15 seniman yang ada saat itu dan akan menjadi tempat dimana orang-orang bisa membeli karya seni yang terjangkau dengan atmosphere dan staff-staff yang bersahabat, serta diiringi musik sebagai latar belakangnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model bisnisnya didasari oleh pasar anggur, dimana dia bisa melihat bahwa perusahaan-perusahaan misalnya Oddbins telah meraup keuntungan yang besar dengan membuat anggur bisa diakses dengan lebih mudah oleh calon konsumen. Ramsay mengatakan: 'Seni dan anggur itu mirip, karena kedua bidang tersebut membuat orang merasa harus mengetahuinya dan merasa malu jika tidak mengetahuinya.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga puluh tahun yang lalu, pasar anggur hanya mentargetkan orang-orang yang mengerti mengenai anggur dan tahu bahwa mereka harus menyimpannya di gudang bawah tanah. Tapi saat ini, pasar anggur telah berkembang dan menyebar ke populasi yang terdiri dari orang-orang yang ingin meminumnya tapi tidak tahu banyak mengenai anggur dan tidak ingin menyediakan budget yang besar untuk membelinya.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menambahkan: 'Oddbins and Majestic Wines telah berkembang dengan cara menambahkan label pada bagian belakang botol dan memberikan pelayanan yang bersahabat. Kupikir, hal yang sama juga mungkin bisa dilakukan dalam dunia seni.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terinspirasi oleh idenya ini, Ramsay membujuk pihak bank untuk memberikannya modal awal sebesar £100,000 dan menemukan sebuah gudang tua di Parson’s Green, South West London, untuk diubah menjadi sebuah gallery. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia mendatangi para seniman untuk mencari hasil karya yang bisa di tampilkan, karena sejak awal dia telah memutuskan bahwa gallerynya hanya akan menampilkan hasil karya dari seniman yang masih hidup sehingga hasil penjualannya bisa membantu seniman tersebut untuk mencukupi kebutuhannya. Dia menyebut gallerynya Will’s Art Warehouse.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bulan-bulan pertama adalah masa-masa yang berat. Ramsay telah menghabiskan sebanyak £96,000 dari £100,000 sebelum bisnisnya mulai menghasilkan keuntungan, sementara dia tetap harus membayar angsuran. Namun untunglah, akhirnya bisnisnya bisa terselamatkan ketika dia menemukan bahwa dia bisa menghasilkan uang dengan cara menyewakan gallerynya untuk pesta pribadi setelah seorang teman menunjukkan bahwa itu adalah pasar yang potensial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi sayang, dua idenya yang lain tidak berhasil. Ramsay membuka dua buah gallery lain di Notting Hill dan Windsor tapi tidak sukses, dan setelah enam bulan dia menutup keduanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjelaskan: 'Masalahnya terdapat pada stock. Kami harus memindahkan pameran dari satu gallery ke gallery lain, sehingga jika seorang konsumen mengatakan bahwa dia menyukai sebuah lukisan yang minggu lalu berada disana, maka untuk mengambilnya kembali akan membutuhkan waktu. Lalu, saat konsumen tersebut akhirnya datang kembali, mereka akan mengatakan bahwa ternyata mereka tidak terlalu menyukainya. Itu adalah sebuah mimpi buruk.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi Ramsey tetap yakin bahwa visinya untuk menjual karya seni yang terjangkau dengan suasana yang menyenangkan bisa diterapkan untuk konsumen yang lebih luas. Jadi, tujuh tahun yang lalu, dia mendapatkan ide untuk melakukan pekan raya seni tahunan dimana puluhan gallery bisa melakukan pameran di tempat yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu, setiap tahun sudah ada pekan raya untuk seni kontemporer yang berlokasi di London, tapi setiap kali Ramsay mendaftarkan diri untuk mengikuti pameran, dia selalu ditolak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan yang lebih parah lagi, saat percobaan terakhir, mereka melakukan kesalahan dengan mengirimkannya beberapa transparenci seni milik sebuah gallery lain di Dublin. Itu membuatnya jadi berpikir. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Transparencies tersebut begitu indah dan kupikir bahwa jika mereka menolak kualitas yang seperti ini, berati sudah jelas bahwa mereka mendapat begitu banyak aplikasi sehingga tidak bisa mengirimkan kembali gambar yang benar ke gallery asalnya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga bertanya kepada beberapa orang teman yang menghadiri pekan raya seni tersebut mengenai pendapat mereka. Dia mengatakan: 'Mereka mengatakan menyukainya tapi tidak mampu untuk membeli satupun karya seni yang ada di sana. Masalahnya adalah bahwa meski mereka ingin membelinya, namun tidak satupun lukisan yang menempelkan harga, dan satu-satunya lukisan yang berani mereka tanyakan mempunyai harga £20,000.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia bertanya kepada beberapa pemilik gallery mengenai rencananya untuk membuka pekan raya seni yang tidak terasa mengintimidasi bagi orang-orang yang tidak terlalu memahami seni. Mereka mengatakan bahwa itu adalah sebuah ide yang bagus dan Ramsey mulai bekerja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku adalah orang yang sudah biasa mengorganisir berbagai hal. Di universitas aku biasa mengorganisir berbagai pesta. Aku menyukainya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1999, Affordable Art Fair yang pertama diselenggarakan di London dan langsung sukses dengan menyertakan 87 gallery dan menghadirkan 10.000 pengunjung dengan penjualan yang mencapai £1 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Ramsay telah mengorganisir dua Affordable Art Fairs per tahun di London dan juga di Bristol, New York, Sydney dan Melbourne. Dia juga berencana untuk melakukannya di Eropa dan Amerika. Sampai sejauh ini, Affordable Art Fairs yang diadakannya telah mampu menghasilkan penjualan karya seni yang mencapai lebih dari £50 juta, dan dikunjungi oleh lebih dari 250.000 orang dari seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjelaskan: 'Dengan menggabungkan gallery-gallery kecil dalam satu tempat, itu menghilangkan rasa takut yang dimiliki orang-orang. Mereka tahu bahwa harganya akan berkisar di bawah £3,000 dan mereka akan berada dalam sebuah lingkungan dimana mereka tidak merasa sendirian.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menambahkan: 'Kami bersikeras untuk menempelkan harga pada setiap lukisan, memberikan demonstrasi dan penjelasan sehingga membuat orang-orang menjadi lebih mudah. Mereka bisa melihat 130 gallery dalam satu hari yang jika dalam keadaan normal mungkin akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mendatanginya satu persatu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ramsay, yang saat ini menjalankan bisnisnya dari Scotland, merasa bahwa dengan tidak memiliki gelar di bidang seni, entah bagaimana itu telah benar-benar membantunya untuk menemukan visi bagi bisnisnya. Dia mengatakan: 'Itu mungkin karena aku memiliki sudut pandang dari orang yang tidak punya gelar sehingga aku bisa melihat potensinya. Jika aku punya gelar, maka aku mungkin akan merasa tahu semuanya dan merasa terpisah dari dunia seni, sehingga aku tidak bisa melihat peluang tersebut.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang di usianya yang ke 41, dia mengatakan bahwa dengan menjadi seorang&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-makanan-bayi.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt;, itu memberikan kebebasan baginya untuk mengatur hidupnya sendiri, dan dengan cara yang dia sukai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku tidak ingin bekerja di sebuah kantor yang berada di kota untuk selama 30 tahun. Aku ingin bisa bebas memilih dimana dan kapan aku ingin bekerja, dan bebas untuk mengubah arah yang aku inginkan, misalnya dengan pensiun awal atau mungkin melakukan kerja amal. Kita cuma punya satu kali kesempatan untuk hidup dan kita harus memanfaatkannya secara maksimal.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-1823694247243406686?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/1823694247243406686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-gallery-seni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/1823694247243406686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/1823694247243406686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-gallery-seni.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Gallery Seni'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-KVEM0jw6dSE/TWSyXcgXywI/AAAAAAAABWY/i--G6gEBZpQ/s72-c/Pengusaha-10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-8329985282785906400</id><published>2011-02-22T00:18:00.001-08:00</published><updated>2011-02-22T00:18:51.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Bayi'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Makanan Bayi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Orang tuanya selalu berharap bahwa suatu hari nanti Sally Preston akan menjadi seorang dokter. Tapi saat mulai mempelajari ilmu pengetahuan di level A, dia menyadari bahwa tidak punya peluang untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan. Dia mengatakan: 'Setelah dua minggu berada di level A untuk mempelajari fisika, dari situ tampak jelas bahwa aku tidak bisa memahami apapun di sana.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-r7MsihRksiY/TWNw-wpmDGI/AAAAAAAABWQ/eJMT9v5yQ0c/s400/Pengusaha-9.jpg" align="left" width="200" height="280"&gt;Jadi, dia mulai mencari-cari arah lain untuk diikuti dan setelah mendapatkan pengalaman kerja dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli diet, dia memutuskan untuk mengambil gelar di bidang ilmu makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lulus, dia mendapat pekerjaan di Marks &amp;amp; Spencer dan ditempatkan di departement makanan siap saji. Selama 11 tahun berikutnya dia bekerja sana hingga menjadi seorang senior dibidang teknologi makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia tidak pernah merasa benar-benar cocok dengan dunia coorporate. Preston mengatakan: 'Aku adalah orang yang ambisius tapi juga sulit untuk menyesuaikan diri. Pada hari pertama bekerja, aku datang dengan tas timah berwarna pink dan diminta untuk tidak lagi menggunakannya karena tidak cocok dengan lingkungan perusahaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, ditahun 1999, diusianya yang ke 33 tahun dan dengan dua orang anak yang masih kecil, dia meninggalkan Marks &amp;amp; Spencer untuk membuka jasa konsultasi makanannya sendiri. Akan tetapi, dua bulan kemudian, dia mendapatkan ide besarnnya, yaitu untuk memulai sebuah bisnis yang menjual makanan beku untuk bayi yang disimpan di dalam es sehingga para orang tua bisa menggunakanya sebanyak yang mereka butuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat aku mempunyai anak pertama, aku memasak cukup banyak makanan untuknya dan membekukan sisanya di dalam es seperti yang disarankan di dalam majalah. Tapi aku menemukan bahwa secara keseluruhan, prosesnya cukup merepotkan. Saat libur, aku benar-benar ingin menghabiskan waktu untuk bermain dengan anak ku dan bertemu dengan ibu-ibu lainnya, dari pada harus memasak selama berjam-jam, menyaringnya, dan membekukannya di dalam es.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas untuk memasak ini jadi semakin berat saat dia mempunyai anak kedua. Dia mengatakan: 'Saat aku mempunyai anak yang ke dua, Jack, dia tidak pernah merasakan makanan buatan rumah karena waktu itu aku juga punya balita dan harus kembali bekerja. Aku ingin memberikan makanan yang sehat pada anak-anak ku, tapi aku juga tidak ingin jadi terlalu kerepotan saat melakukannya. Dan kupikir pasti ada sesuatu yang lebih baik untuk bayi dibanding makanan kaleng.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, sebelum Preston bisa mulai menjalankan rencana, dunianya terasa hancur. Rumah tangganya berada dalam situasi pertentangan sehingga dia dan anak-anaknya harus pergi dan tinggal disebuah rumah sewaan. Dan empat bulan kemudian, dia diagnosa mempunyai kanker kulit setelah menemukan sebuah tahi lalat di pahanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua pemikirannya mengenai idenya untuk memulai bisnis jadi hilang saat dia mulai menjalani perawatan dan mencoba menyatukan kembali kehidupannya. Untunglah dua tahun kemudian keadaan mulai tampak menjanjikan. Dia mendapat partner baru dan memutuskan bahwa ide besarnya mungkin cukup berharga untuk dicoba. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Ide tersebut sepertinya tampak jelas bagi ku. Tapi aku tidak mengerti kenapa belum pernah ada orang yang melakukannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Partnernya setuju untuk membayar biaya sewa rumah sementara dia memulai bisnis makanan bayinya. Jadi, sejak saat itu, Preston meninggalkan jasa konsultasinya dan mulai mengerjakan bisnisnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku rasa aku tidak rugi apa-apa. Dari hari pertama aku punya ambisi yang sangat besar. Aku memutuskan bahwa aku tidak ingin membuat sendiri produk tersebut dirumah dan mensupply-nya ke toko-toko lokal. Aku ingin membuat sebuah merek sehingga aku bisa menjualnya keseluruh retail dan bisa mendistribusikannya dalam skala nasional.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai membuat berbagai resep di dapurnya untuk bayi yang berusia 4 sampai 12 bulan, berdasarkan makanan yang disukai oleh anak-anaknya. Dia mengatakan: 'Aku memberikan makanan tersebut pada para ibu di gerbang sekolah untuk mencobanya dan mengatakan: &amp;quot;Maukah anda mencoba ini?&amp;quot; Bisnis itu aku jalankan secara tradisional, tidak ada research pasar atau panel konsumen.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia menemukan sebuah pabrik di Leicester yang setuju untuk membuatkan makanan tersebut untuknya. Sama seperti yang dia bayangkan sebelumnya, makanan tersebut dibekukan di dalam es sehingga para orang tua bisa menggunakan sebanyak atau sesedikit yang mereka butuhkan untuk bayinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sayang, dia tidak cukup beruntung untuk membuat bank mau meminjamkan uang padanya. Dia mengatakan: 'Setiap bank mengatakan bahwa ide tersebut sangat jelas sehingga mereka tidak mengerti kenapa orang belum pernah ada yang melakukannya, dan karena itulah pasti ada alasan kenapa belum ada orang yang mau melakukannya. Tapi menurut ku ide yang paling jelas sekalipun adalah sebuah ide yang bagus dan anda tidak harus malu untuk memanfaatkannya hanya karena ide tersebut sudah sangat jelas. Anda tidak harus mencari dan membuat sesuatu yang baru, semua ide bagus sudah ada di luar sana.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia menggadaikan kembali rumahnya untuk mendapatkan pinjaman sebanyak £55,000 yang dia perlukan untuk memulai bisnis dari awal, dan menyewa sebuah perusahaan design untuk membuatkan merek bagi produknya. Hasilnya adalah Babylicious dan dalam beberapa minggu saja, supermarket chain Waitrose sudah setuju untuk menstocknya di 27 tokonya, dengan syarat bahwa Preston akan mengirimkan sendiri produknya ke toko-toko tersebut. Tanpa merasa gentar, Preston berjanji untuk membawa sendiri van freezer seberat 1,5 ton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sebelum Preston bisa mulai mensupply ke toko-toko, bisnisnya mengalami hambatan utama. Saat dia mencoba untuk mendaftarkan nama merek dagang Babylicious, dia menemukan bahwa seeorang telah mendahuluinya. Dengan ancaman untuk ligitasi yang meningkat, Preston tidak punya pilihan lain selain mengubahnya menjadi Tastylicious. Dia mengatakan: 'Bukan cuma paketnya yang harus kami ubah, tapi semuanya, mulai dari kop surat, website, materi marketing, semuanya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, Preton tidak akan menyerah tanpa melakukan perlawanan. Dia mengatakan: 'Aku tidak siap untuk menerima bahwa secara tiba-tiba ada orang lain, yang entah dari mana, datang dan mengambil ide ku. Itu pasti bukan suatu kebetulan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memutuskan untuk melakukan kontest aplikasi dan dalam prosesnya, dia menemukan bahwa itu ternyata telah dilakukan oleh seorang wanita yang dia kenal. Enam bulan kemudian, pengadilan memutuskan bahwa aplikasi dari rivalnya tersebut dibuat dengan niat yang buruk. Preston diijinkan untuk kembali menggunakan nama Babylicious dan mengubah lagi semuanya. Akan tetapi, total biaya yang diperlukan untuk melakukan rebranding adalah sebesar £30,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan masalah yang masih harus dia hadapi belum juga berakhir. Di tahun 2002, wanita yang sama mulai menghubungi rekan-rekan bisnis Preston dan menyebarkan fitnah mengenai perusahaannya, yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang diselidiki. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Preston menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi saat orang-orang mulai membatalkan meeting dan iklan-iklannya. Dia menyeret wanita tersebut ke pengadilan dan berakhir harus membayar £10,000 kepada pengacara sebelum akhirnya membatalkan kasus. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku di nasehati oleh pengacara ku untuk mengambil hikmah dan mengakhiri semuanya. Itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan, tapi aku harus fokus pada bisnis.' Dia akhirnya harus berhutang sebanyak £25,000 pada orang tuanya agar bisa mempertahankan bisnisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Preston juga harus menghadapi perdebatan saat meminta retailer untuk memasang freezers di bagian bayi di setiap toko untuk produknya dan bukan cuma menempatkannya di bagian freezer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi untunglah, sejak tahun 2003, hal-hal mulai berubah.&lt;a href="http://babylicious.co.uk"&gt;Babylicious&lt;/a&gt; berhasil memenangkan beberapa penghargaan di bidang industri dan banyak menerima publisitas saat pers mengetahui bahwa Victoria Beckham memberikan makanan tersebut pada anaknya, Romeo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enam tahun yang lalu, Preston mendapat tambahan modal sebesar £1 juta dari seorang investor dengan imbalan berupa 25 persen kepemilikan saham. Di tahun 2009, Preston meluncurkan snack untuk balita dan menyebutnya Kiddilicious. Produk dari perusahaanya di stock oleh supermarket-supermarket utama termasuk Waitrose, dan pada tahun 2010 mempunyai omzet senilai £4.5 juta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dengan sebagian pengusaha lain,&lt;a href="http://babylicious.co.uk/blog/meet-sally-preston/"&gt;Sally Preston&lt;/a&gt; mengatakan bahwa dia cuma punya satu ide untuk memulai bisnis, yaitu ide ini. Dia mengatakan: 'Aku cuma punya ide ini dan melakukannya. Hanya ide ini yang aku punya. Kupikir, aku bisa melakukannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski harus mengalami berbagai hambatan selama beberapa tahun terakhir, dia mengatakan bahwa idenya layak untuk diperjuangkan. Dia mengatakan: 'Ini hanyalah sebuah peluang bisnis yang sangat jelas sehingga jika aku tidak melakukannya, maka aku akan menyesal untuk selamanya karena orang lain telah mengambilnya. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa melakukannya. Dan aku ingin jadi penguasa bagi kehidupan ku sendiri. Aku ingin bisa melakukan apapun yang aku inginkan tanpa perlu lebih dulu minta ijin pada orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-8329985282785906400?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/8329985282785906400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-makanan-bayi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8329985282785906400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8329985282785906400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-makanan-bayi.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Makanan Bayi'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-r7MsihRksiY/TWNw-wpmDGI/AAAAAAAABWQ/eJMT9v5yQ0c/s72-c/Pengusaha-9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-8778296359893030397</id><published>2011-02-21T20:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T20:22:22.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toko Perhiasan'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Toko Perhiasan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagi sebagian besar pengusaha yang baru memulai, kesulitan terbesar yang harus mereka hadapi itu umumnya adalah menghasilkan penjualan. Akan tetapi, bagi Karl Massey, kesulitan yang harus dia hadapi malah sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Massey lahir dan dibesarkan di Macclesfield, Cheshire, dan sejak usia 13 tahun dia sudah mulai bekerja untuk ayahnya setiap hari Sabtu di sebuah toko perhiasan kecil di Alderley Edge yang mengkhususkan diri untuk menjual perhiasan bekas dan antik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua tahun kemudian, setelah menyelesaikan sekolahnya, dia mulai bekerja secara full time. Dia mengatakan: 'Aku sangat menyukainya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Antara tahun 1980 sampai 1985, bisnis keluarganya berkembang pesat sehingga mereka bisa membeli empat toko perhiasan lainnya, tapi saat adiknya mulai ikut bergabung dengan bisnis keluarga, perselisihan mulai terjadi diantara mereka. Dari situ tampak jelas bahwa untuk jangka panjang, keduanya tidak mungkin bisa bekerja sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, bisnis keluarganya membeli sebuah toko perhiasan di Bramhall, Cheshire, yang sedang mengalami kebangkrutan. Saat itu, Massey menemukan bahwa toko tersebut punya satu pelanggan tetap, yaitu sebuah perusahaan yang selalu memesan jam emas tangan setiap bulan untuk pekerjanya yang pensiun. Ini memberikannya sebuah ide.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Ku pikir ini pasti bisnis yang sangat mudah karena konsumen perusahaan tinggal memesan secara otomatis tanpa kami harus melakukan apapun.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-sWZdz6iuxzE/TWM50qUbxEI/AAAAAAAABWI/2uP_A9DHSwk/s400/Pengusaha-8.gif" align="left" width="170" height="352"&gt;Jadi, ditahun 1990, diusianya yang ke 26 tahun, dia mulai membuka sebuah divisi kecil diruang belakang tokonya, yang bertujuan untuk menyediakan jam tangan dan jam dinding bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memberikan kenang-kenangan dan penghargaan kepada para pekerjanya yang pensiun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, ayahnya, tidak begitu optimis. Massey mengatakan: 'Ayah mendukung ku untuk mengerjakan ide tersebut tapi dia merasa bahwa itu cuma akan membuang waktu ku.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, Massey tetap melanjutkan idenya dan menyewa seorang sekretaris, mengeluarkan sebanyak £3,000 untuk membuat brochure dan menyebarkannya ke berbagai perusahaan besar yang bisa dia temukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Order pertamanya datang dari Tarmac, yang membebaskan karyawannya yang akan pensiun untuk memilih hadiah yang mereka inginkan, apakah berupa jam tangan, jam dinding, atau sesuatu yang berasal dari toko elektronik Dixons. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Massey dikontrak untuk menyediakan jam tangan, tapi dia segera menyadari bahwa dia tidak akan mendapat order lain. Dia mengatakan: 'Aku menghubungi menejer dibagian sumberdaya manusia dan dia mengatakan bahwa tidak ada yang mau memesan. Dia mengatakan bahwa mereka lebih suka pergi ke Dixons.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat itulah Massey mendapatkan ide besarnya. Dan ide inilah yang kemudian akan mengubah bisnisnya. Dia mengatakan: 'Aku menyadari bahwa untuk bisa sukses sebagai provider, aku harus menawarkan produk-produk bermerek yang lebih bervariasi, membuat brochure sebanyak mungkin dan menyebarkannya ke departemen sumberdaya manusia yang ada di suatu perusahaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia mulai menyertakan berbagai jenis produk, misalnya televisi dan kamera untuk ditawarkan kepada perusahaan yang ingin menjadi kliennya. Di tahun 1992 saja, dia sudah bisa menghasilkan penjualan sebanyak £300,000 per tahun sehingga dia bisa mulai membuka bisnisnya sendiri dan menetapkan diri sebagai penyedia jasa untuk market long-service award.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak beberapa lama kemudian, dia mendapat sebuah terobosan yang besar saat dia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tender dan memenangkan kontrak sebesar £1 juta dari British Rail untuk menyediakan long-service dan retirement awards bagi karyawan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi dia segera menyadari bahwa mereka mungkin enggan untuk memenangkan perusahaannya jika mereka tahu betapa kecil bisnisnya,&amp;nbsp; sehingga dia memutuskan untuk memberikan kesan bahwa bisnisnya jauh lebih besar dari kelihatannya. \&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat mereka berkunjung, kami mengosongkan toko perhiasan dan hanya menempatkan produk-produk yang kami tenderkan, sehingga itu terlihat seperti sebuah showroom untuk sebuah perusahaan long-service award, dan bukan sebuah toko perhiasan. Mereka menyukainya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari 14 peserta tender, dia yang menang. Dia mengatakan: 'Kupikir inilah saatnya, kita telah melakukan suatu terobosan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu-satunya masalah adalah, setelah memenangkan kontrak, dia cuma punya waktu empat bulan untuk mengubah bisnisnya menjadi sebuah bisnis yang benar-benar mampu memberikan pelayanan seperti yang telah dijanjikan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku tidak punya staff dan gudang dan bisnis ku tidak dijalankan secara modern. Yang aku punya hanyalah sebuah kantor dan telephone.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, Massey memutuskan untuk menyewa sebuah kantor dan mulai merekrut staff, sehingga saat kontrak dimulai pada tahun 1993, dia sudah siap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi dia masih punya satu masalah untuk diatasi. Yaitu, karena dia belum punya track record, para supplier menolak untuk memberikannya kredit. Hingga dalam enam minggu saja, dia punya masalah utama dalam cash flow. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memperparah keadaan, British Rail mengumumkan sebuah skema privatisasi dan memberikan kesempatan pada para pekerjanya untuk pensiun dini secara suka rela yang berati bahwa mereka akan membutuhkan banyak hadiah untuk semua staff yang pensiun. Hingga pada bulan April saja, mereka sudah melampaui budget £1 juta yang dipersiapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Setiap pagi, aku harus pergi ke Kantor Pos untuk mengumpulkan order yang jumlahnya banyak sekali. Itu adalah saat-saat yang sangat melelahkan karena begitu banyak tekanan dari berbagai sudut. Bahkan, aku pernah sampai tertidur dimobil saat hendak pulang kerumah karena kelelahan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya, krisis tersebut akhirnya bisa teratasi saat British Rail menawarkan untuk membayarnya dalam tujuh hari dan bukannya dua bulan seperti yang telah disepakati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam jangka waktu satu tahun, bisnisnya telah berkembang dari £300.000 menjadi £2,5 juta. British Rail memperpanjang kontraknya selama dua tahun dan Massey mendapat lebih banyak klien lagi, dan menyediakan masing-masing mereka sebuah brochure yang unik untuk identitas perusahan mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Para pesaing kami adalah dinosaurus, mereka cuma ingin mensupply produk-produk tradisional. Jadi, kami mengatakan pada calon klien bahwa kami bisa menyediakan mereka sebuah brochure, dan mereka bebas untuk memilih jenis produk yang mereka inginkan. Kami memberikan mereka banyak kemudahan dan kebebasan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Massey merasa cemas bahwa target pasarnya akan semakin mengecil karena dia tahu bahwa semakin lama, semakin sedikit saja orang yang mau bertahan pada satu pekerjaan yang sama selama 25 tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga pada suatu hari, dia diminta untuk menyediakan jasa yang memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja selama lima tahun, dan itu membuatnya jadi menyadari bahwa target pasarnya telah berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku menemukan bahwa perusahaan-perusahaan senang memberikan penghargaan kepada para staff-nya, sebab itu membuat staff mereka merasa dihargai. Mereka memang tidak punya budget yang besar untuk memberikan penghargaan pada seseorang yang telah bekerja selama lima tahun, tapi setidaknya itu bisa memberikan rasa senang dari orang tersebut terhadap perusahaanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Saat ini, hak para staff untuk mendapat penghargan atas jasanya karena telah bekerja selama minimal lima tahun sudah menjadi issue utama di berbagai perusahaan.' Dia menambahkan: 'Aku menyadari bahwa ada pasar yang benar-benar potensial di luar sana. Para provider tradisional sudah menyerah dan kupikir, baiklah, mari kita kuasai pasar ini.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai memperkenalkan Aspirations, sebuah brosur yang menawarkan pilihan yang lebih banyak dan memberikan nilai point pada masing-masing produk. Itu berarti bahwa si penerima bisa memilih beberapa hadiah bergantung dari point yang telah mereka kumpulkan, dan jika pilihan hadiah mereka membutuhkan point yang lebih besar di banding yang mereka miliki, mereka bisa tetap mendapatkannya dengan discount.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah ide yang menginspirasi. Dalam waktu yang tidak lama, sebanyak 60 persen penerima membeli point tambahan, sehingga menciptakan sebuah sumber income baru yang tidak pernah diduga sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian Massey mulai mengatur skema administrasi untuk perushaan-perusahaan, yaitu dengan mengirimkan hadiah secara langsung kepada penerima atas persetujuan dari direktur atau pimpinan perusahaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Kami sangat sibuk untuk mencari cara agar bisa memberikan nilai lebih ke dalam prosesnya, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang bisa mencuri bisnis kami. Saya selalu merasa cemas bahwa nantinya ada perusahaan yang lebih besar akan meniru apa yang kami lakukan dan mencurinya dari kami.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa tahun terakhir, dia juga memfokuskan diri untuk meningkatkan penawaran yang potensial dengan cara menambahkan insentif dan motivasi pasar dan menyewa seorang staff spesialis dari sektor tersebut untuk membantunya. Dia mengatakan: 'Aku tahu bahwa untuk mempertahankan sisi pengembangan bisnis, kami harus terus bergerak dan berubah dari sekedar menjadi provider untuk long-service award.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2005, bisnisnya mengalami guncangan saat permintaan untuk jasanya menurun drastis. Itu terjadi akibat dampak dari penurunan lapangan kerja selama masa awal resesi di tahun 1990, tapi Massey kemudian menutup beberapa tokonya dan mempekerjakan menejemen baru, hingga di tahun 2010 bisnisnya kembali berkembang hingga mencapai nilai £20 juta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang dia telah menjadi provider skema award bagi 500 perusahaan blue chip. Kini, di usianya yang ke 45 tahun, Massey mengatakan bahwa hasratnyalah yang menjadi pendorongnya, dia ingin membuktikan pada semua orang bahwa idenya bisa benar-benar berhasil. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Awalnya adalah untuk membuktikan pada ayahku bahwa aku bisa melakukannya. Aku juga mendapat banyak terobosan saat mulai berhubungan dengan perusahaan-perushaan besar misanya ICI. Aku masih sering merasa gugup saat akan melakukan meeting, dan saat aku keluar dengan membawa kontrak, itu benar-benar membuat ku sangat bersemangat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut pendapatnya, menjadi&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-rumah-kaca.html"&gt;pengusaha sukses&lt;/a&gt; itu adalah tentang memanfaatkan semua peluang yang muncul. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku selalu tergoda untuk mengatakan bahwa menemukan suatu ide yang bagus untuk dijadikan bisnis itu adalah tentang menemukan sebuah target pasar yang bisa anda manfaatkan dan kembangkan. Tapi anda harus benar-benar bisa melakukannya dengan cara yang terbaik, dari semua aspek. Aku telah menemukan sebuah area yang sebenarnya bisa ditemukan oleh toko perhiasan manapun, tapi mereka umumnya sudah merasa puas dengan keadaannya. Apa yang kami lakukanlah yang telah mengubah kami menjadi penguasa untuk kategori yang kami pilih.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-8778296359893030397?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/8778296359893030397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-perhiasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8778296359893030397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/8778296359893030397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-perhiasan.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Toko Perhiasan'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sWZdz6iuxzE/TWM50qUbxEI/AAAAAAAABWI/2uP_A9DHSwk/s72-c/Pengusaha-8.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-2116951183963955569</id><published>2011-02-20T20:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:29:07.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah  Kaca'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Rumah Kaca</title><content type='html'>&lt;p&gt;David Salisbury mengambil jalan yang panjang dan berliku untuk menjadi seorang pengusaha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berusia 21 tahun, dia mempersiapkan diri sepenuhnya untuk berkarir di bidang akademis yang dia pilih, yaitu ilmu fisika. Dia mengatakan: 'Aku ingin berada di barisan terdepan dalam mempelajari ilmu-ilmu yang ada di dalam semesta.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salisbury dilahirkan di South London. Ayahnya bekerja di sebuah department akuntant untuk sebuah perusahaan dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Salisbury mendaftarkan diri ke universitas Oxford dan kemudian mengambil gelar doktor di universitas Sussex. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi setelah mengikuti kuliah selama 2,5 tahun lebih, tiba-tiba dia merasa telah mengambil arah yang salah. Dia mengatakan: 'Aku menyadari bahwa meski aku sudah menjalaninya dengan cukup baik, tapi aku tidaklah akan sesukses seperti yang aku harapkan. Sepertinya aku tidak akan menjadi Einstein yang kedua. Jadi, aku kehilangan gairah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia lebih memilih untuk menjadi seorang penyelam di laut dalam dan setelah mengikuti kursus menyelam selama enam bulan, dia mendapat pekerjaan di Laut Utara dan kemudian di Teluk Persia. Dia mengatakan: 'Ayah ku merasa sangat khawatir.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, setelah tiga tahun menyelam, di usia ke 27 Salisbury menyadari bahwa meski dia menikmatinya, namun menyelam bukanlah pekerjaan yang bisa dia lakukan untuk sepanjang sisa hidupnya. Jadi, dia mulai mencari-cari ide untuk membeli sebuah kapal dan berkeliling dunia dengan kapal tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi dia juga mulai tertarik dengan ide psychotherapy, spiritualitas, dan kesehatan mental. Lalu dia memutuskan untuk kembali ke Inggris dan bekerja sebagai relawan untuk orang-orang tuna wisma. Setelah berkeliling selama satu tahun dengan pacarnya, dia mendapat pekerjaan disebuah hostel untuk merawat orang-orang yang mempunyai masalah dengan kesehatan mental.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Setelah gagal untuk mengetahui bagaimana alam semesta bekerja melalui ilmu fisika, aku memutuskan untuk mempelajarinya melalui pikiran. Biasanya aku akan terjaga di malam hari untuk berbicara dengan orang-orang mengenai masalah yang sedang mereka hadapi.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di saat yang sama, Salisbury memulai sebuah workshop pertukangan kecil-kecilan di hostel tersebut sebagai salah satu bentuk therapy untuk pasien. Akhirnya dia menyadari bahwa pertukangan adalah sesuatu yang dia nikmati juga. Dia mengatakan: 'Aku mulai sedikit terosebsi dengan ide untuk membuat hal-hal jadi lebih baik.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat sesuatu dengan tangannya sendiri adalah sesuatu yang sudah dia nikmati semenjak masa kanak-kanak. Saat beranjak dewasa, Salisbury juga terbiasa menikmati dan menghabiskan waktunya untuk menyendiri dan membuat berbagai objek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku pernah di beri radio oleh seorang kerabat lalu aku bongkar. Dan aku suka membuat berbagai benda tapi aku punya ide yang tidak realistis mengenai apa yang bisa aku buat. Saat berusia 7 tahun, aku melihat sebuah mesin terbang di komik dan aku coba untuk membuatnya dari potongan-potongan kayu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di waktu luangnya, Salisbury mulai membantu teman-temannya yang mempunyai usaha pertukangan dan saat ketertarikannya terhadap kesehatan mental mulai berkurang, dia memutuskan untuk memulai bisnis pertukangannya sediri. Dia membujuk istrinya agar mau diajak pindah ke London dan ditahun 1982, mereka pindah ke sebuah rumah di Somerset yang mempunyai workshop di bagian belakang rumah dimana Salisbury bisa mulai menjalankan bisnisnya, yaitu membuat furniture.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia membuat beberapa buah furniture dan saat sedang mempersiapkan workshopnya, secara tidak sengaja dia menemukan sebuah sumber penghasilan lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku ingin mempunyai sebuah meja kerja yang sangat bagus, jadi dari pada membelinya, aku memutuskan untuk membuatnya sendiri. Butuh tiga sampai empat minggu untuk menyelesaikannya dan meja itu benar-benar sangat cantik. Tapi setelah selesai, ada sedikit rasa tidak puas dan kupikir aku bisa membuat yang lebih baik lagi. Tapi satu-satunya cara untuk menilai ide tersebut adalah dengan cara menjualnya.' Jadi, Salisbury mulai menjual meja kerjanya dan menerima 150 pemesan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, dia segera menyadari bahwa untuk jangka panjang, membuat furniture dan meja kerja tidak akan bisa memberikan penghidupan yang layak bagi keluarganya. Jadi, dia beralih ke pengerjaan kayu halus dan mensupply potongan-potongannya ke seorang pedagang lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, sang pedagang tersebut diminta untuk membangun sebuah rumah kaca dan meminta Salisbury untuk membantunya. Itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Dia mengatakan: 'Aku sangat terpikat saat memperhatikan bagaimana atap-atap tersebut di susun. Kami harus memesan unit-unit lapisan dengan berbagai bentuk, dan dengan latar belakang fisika yang aku miliki, aku bisa merancang bagaimana semua bagian disusun. Sehingga, saat rumah kaca tersebut akan dipasang, semuanya potongan bisa menyatu dengan sempurna.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah cara yang baru dalam industri tersebut dimana umumnya rumah kaca yang terbuat dari kayu di bentuk berdasarkan trial dan error dengan memotong dan mencoba berbagai potongan berulang-ulang sampai semuanya cocok. Saat itulah Salisbury mendapatkan ide besarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa antusias dengan penemuan yang membuat pengetahuannya di bidang matematika dan fisika jadi bermanfaat, Salisbury mulai mendesign dan membangun rumah kacanya sendiri, dan membuat program komputer yang bisa mengkalkulasikan setiap dimensi agar semua potongan bisa menyatu dengan sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-dIzGCgn13Oc/TWHpQFMJ5jI/AAAAAAAABV4/hQQ6_BzWlmU/s400/Pengusaha-8.jpg" align="left" width="160" height="240"&gt;Dia mengatakan: 'Aku ingin lebih dulu memperhitungkan semuanya. Aku ingin mengkalkulasikan ukuran dan bentuk dari setiap potongan, sehingga saat di bawa ke lokasi, rumah kaca tersebut bisa di pasang dengan sempurna. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu penyebab yang membuat aku harus melakukan ini adalah karena aku tidak mempunyai tempat yang cukup untuk membangun rumah kaca, karena bengkel ku kecil.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salisbury mulai banyak menjual rumah kacanya dan di tahun 1989 memindahkan bisnisnya ke sebuah unit di daerah perindustrian. Dia juga membeli suit pertamanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai pembelian ini dia mengatakan: 'Jika diingat lagi, aku tidak tahu apakah itu benar-benar perlu atau cuma karena kupikir aku perlu terlihat seperti seorang pebisnis sehingga orang-orang akan menanggapi ku dengan serius.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi saat biaya bisnis meningkat, dia menyadari bahwa sangat sulit untuk menghasilkan keuntungan. Dia mengatakan: 'Itu benar-benar sulit karena jumlah penjualan dan omset yang tidak cukup untuk mensupport infrastruktur. Semuanya masih harus aku kerjakan sendiri, mulai dari penjualan, accounting, dan manajemen. Tapi saat aku mencoba mendelegasikannya, akhirnya aku menyadari bahwa jika aku tidak menyediakan waktu untuk pabrik maka aku akan mengalami kerugian. Begitu banyak hal yang tidak terselesaikan. Aku tidak bisa pulang kerumah tanpa membawa masalah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya, di tahun 1995, bisnis mulai berkembang hingga mencapai titik dimana akhirnya dia bisa melakukan transisi dari industri tradisional menjadi bisnis yang modern. Salisbury mengambil dua orang pemilik saham minoritas yang masing-masing memiliki 10 persen saham perusahaan dan mengangkat salah satunya sebagai direktur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaannya sekarang telah mempunyai 112 karyawan dengan penjualan tahunan yang mencapai £9 juta. Rumah kacanya dijual dengan kisaran harga tara-rata mulai dari £35,000 sampai 40,000 hingga yang mencapai £200,000. Lima tahun yang lalu, perusahaan tersebut membangun pabriknya sendiri dan semenjak itu berkembang menjadi dua kali lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salisbury juga meningkatkan penerapan rasa cintanya terhadap teknologi komputer untuk mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan perusahaan. Dia mengatakan: 'Ku rasa, salah satu alasan kenapa aku bisa sukses adalah karena aku sangat menyukai dunia IT. Seluruh perusahaan dijalankan dengan struktur IT yang telah aku bangun. Misalnya, sistem account telah terintegrasi dengan sistem pengukuran dan perhitungan biaya. Semua database menggunakan basis IT dan mengerjakan semua proses yang berhubungan dengan produksi dan kalkulasi ukuran. Sekarang kami sudah bisa membuat sendiri atap untuk rumah kaca menggunakan mesin yang akan memotong secara otomatis semua sudut dan melakukan pembentukan. Selain itu, saat ini aku sedang mencari cara baru yang jauh lebih efisien'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang di usianya yang sudah mencapai 60 tahun, Salisbury masih menganggap dirinya tidak punya bakat untuk menjadi&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kosmetik.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt;. Dia mengatakan: 'Bisnis adalah apa yang harus aku lakukan agar bisa mewujudkan obsesi dan ide-ide ku. Aku ingin mewujudkan ide ku untuk membuat sesuatu jadi lebih baik.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salisbury merasa bahwa rahasia kesuksesannya adalah karena sifatnya yang obsessive. 'Itulah tepatnya apa yang akan dikatakan oleh istri ku dan aku rasa itu benar. Ini adalah tentang memiliki semacam sifat perfectionism dan menginginkan semuanya jadi lebih baik. Aku benar-benar tidak suka sesuatu yang tidak maksimal atau tidak selesai. Itulah yang membuat ku ingin terus bergerak maju karena aku ingin mencapai titik tersebut.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda bisa melihat website dari perusahanya di&lt;a href="http://www.dscons.com/about-us.htm"&gt;www.dscons.com&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-2116951183963955569?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/2116951183963955569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2116951183963955569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2116951183963955569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-rumah-kaca.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Rumah Kaca'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dIzGCgn13Oc/TWHpQFMJ5jI/AAAAAAAABV4/hQQ6_BzWlmU/s72-c/Pengusaha-8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-5779225877802290665</id><published>2011-02-18T19:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:29:25.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosmetik'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Kosmetik</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hubungan cinta antara Hilary Andrews dengan dunia kosmetik sudah terjadi sejak dia masih berusia dini. Dia mengatakan: 'Seorang teman nenek saya bekerja di sebuah pabrik yang memproduksi kosmetik Mary Quant and Miners. Semenjak saat itu, dia selalu memberikan saya satu tas penuh berisi kosmetik, dan itu adalah hadiah yang paling hebat yang bisa diberikan seseorang kepada saya. Selama berjam-jam, biasanya saya akan bermain-main dengan kosmetik tersebut.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-IWlrIRc23k4/TV8_yufeu2I/AAAAAAAABVs/gWqpu_cZG04/s400/Pengusaha-7.jpg" align="left" width="200" height="301"&gt;Terlahir di Woking, Surrey, Andrews dibesarkan dalam sebuah keluarga dimana semua orang bekerja untuk dirinya sendiri. Ayahnya menjalankan sebuah bisnis konstruksi dan landscaping dan ibu serta kakaknya menjalankan bisnis public relations agency milik mereka sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia pernah masuk ke perguruan tinggi namun ditengah perjalanan dia memutuskan untuk keluar dan lebih memilih untuk mengambil kursus therapy kecantikan di sebuah sekolah swasta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Guru mengetik saya bertanya apakah saya mau bekerja dengannya di sebuah kantor. Saat saya mengatakan tidak, dia mengatakan bahwa saya seharusnya memutuskan apa yang ingin saya lakukan, lalu lakukanlah. Tidak sedikitpun saya merasa ragu bahwa saya ingin menjadi seorang make-up artist atau bekerja dalam industri kecantikan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah meninggalkan kuliah, selama empat tahun Andrews bekerja disebuah salon kecantikan di Chobham, dan kemudian, ditahun 1983, saat berusia 23 tahun, dia membuka sebuah salon kecantikannya sendiri di Woking. Dia mengambil kursus untuk menjadi seorang guru, dan kemudian mendapat gelar dibidang pendidikan, lalu mengajar mata kuliah therapy kecantikan dan holistic di sebuah sekolah tinggi di Farnborough, Surrey.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mendapat ide untuk mengambil gelar kedua dibidang pendidikan, tapi segera menyadari bahwa dia sangat merindukan untuk bekerja dalam industri kecantikan. Dia mendapat pekerjaan sebagai seorang menejer training dari sebuah perusahaan yang mendistribusikan berbagai produk ke industri spa. Sebagai bagian dari pekerjaannya, Andrews melatih staff-staff-nya untuk bekerja disebuah spa pria yang baru dibuka di London, yang bernama Refinery. Itu membuatnya jadi berpikir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Kami banyak mengadopsi perawatan yang cocok untuk pria dan itu benar-benar membuat ku tertarik. Sebab ada banyak desas-desus mengenai pasar perawatan untuk pria dan bagaimana industri tersebut nantinya akan berkembang dengan pesat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa tertarik akan potensi dari pasar yang baru berkembang ini, dia memutuskan untuk pindah ke department distribusi mail order di perusahaan tempatnya bekerja, agar bisa mendapat lebih banyak pengalaman dalam menjual. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Di bidang training, anda tidak bisa banyak berkembang dan aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sedikit lebih dinamis di dalam perusahaan. Aku merasa bahwa retailing dan selling itu sangat menyenangkan dan aku merasa ini adalah sebuah peluang yang besar.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, setelah enam bulan berada disana, Andrews memutuskan bahwa jika dia ingin memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya dimarket perawatan pria, berati dia harus melakukannya sendiri. Dia mengatakan: 'Aku telah ditanya oleh para pria mengenai apa yang bisa aku rekomendasikan untuk digunakan pada kulit mereka dan menyadari bahwa ada potensi yang real untuk market ini.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, di tahun 2000 dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya agar bisa membuka perusahaan mail order-nya sendiri yang menjadi produk-produk perawatan untuk pria. Dia mengatakan: 'Pada awalnya itu cukup menakutkan tapi ku pikir saat itu usia ku sudah 39 tahun dan jika aku tidak melakukannya sekarang maka aku tidak akan pernah berani untuk melakukannya. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang benar-benar sukses.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai menemukan seorang partner bisnis, Paul Jameson, yang telah menjalankan sebuah perusahaan elektronik. Dia mengatakan: 'Saya diperkenalkan dengannya melalui seorang teman. Kami tidak benar-benar saling mengenal sebelumnya, tapi kami pernah ngobrol mengenai hal itu dan benar-benar sangat tertarik dengan bisnis ini. Dia sepertinya bisa mengimbangi kemampuan saya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka mencoba untuk mendapatkan modal dari investor swasta tapi segera menyadari bahwa tidak satupun investor yang siap untuk market yang belum pernah dicoba tersebut. 'Masa booming dot com telah berakhir dan semua orang merasa panik karena gelembungnya sudah pecah. Orang-orang mengatakan bahwa mereka tidak ingin berinvestasi dalam industri perawatan untuk pria karena bidang tersebut belum dikenal dan mereka tidak benar-benar percaya bahwa pria akan membeli produk-produk seperti itu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, keduanya berhasil mengumpulkan modal sebanyak £50,000 dari sumber dana mereka sendiri, dimana Andrews menanamkan sebanyak £10,000 yang dia dapat dari menjaminkan rumahnya untuk meminjam uang dari bank dan Jameson menginvestasikan sebanyak £20,000. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka meminjam sisanya dari dua orang anggota keluarga dan masing memberikan pinjaman sebesar £5,000. Sementara itu, Andres mendapat pekerjaan sampingan untuk mengajar pada sebuah sekolah kecantikan selama tahun pertamanya dan suaminya membayar cicilan pinjaman mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian Andrws dan Jameson membeli beberapa mailing list dan mendapat 100,000 katalog cetak yang dimana teman-teman dan keluarga membantu mereka untuk mengepaknya ke dalam amplop dan mengirimkannya. Mereka mendapat respon yang cukup baik dari surat-surat yang dikirimkan pada calon konsumen, dan segera menyadari bahwa kaum pria umumnya lebih siap untuk mengorder melalui internet dari pada melalui surat. Penemuan inilah yang akan mengubah bisnisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku tahu bahwa banyak pria diluar sana yang ingin menggunakan produk-produk ini tapi mereka tidak tahu kemana harus mencarinya. Mereka enggan untuk berkeliling toko dan berbicara dengan seorang konsultant. Internet telah membuat mereka menjadi mudah untuk membeli produk-produk yang sebelumnya sulit untuk dibeli, dan membuat kami bisa memberikan banyak informasi kepada orang-orang mengenai hal itu. Kami percaya bahwa jika kami mendidik orang mengenai keuntungan dari produk ini, maka mereka akan mencobanya. Saat ini, sembilan puluh persen penjualan kami terjadi melalui internet.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat bisnisnya berkembang pesat, Andrews dan Jameson menyewa beberapa orang staff dan memindahkan kantornya ke Farnham, dimana mereka juga telah membuka sebuah toko spa disana. Dia mengatakan: 'Kami memperhatikan bahwa perusahaan kami berkembang dengan sangat cepat, baik dalam bidang perawatan pria maupun internet market. Tapi kami mencoba untuk mengontrol perkembangan agar nantinya kami tidak kewalahan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini perusahannya, Mankind, diharapkan akan bernilai £5.5 juta di tahun 2010. Dan baru-baru ini dia membuka sebuah toko yang khusus didedikasikan untuk perawatan pria di pusat pertokoan Harvey Nichols di daerah Manchester dan Dublin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Andrews telah berusia 44 tahun dan mempunyai seorang anak. Dia merasa bahwa rahasia kesuksesannya adalah kemampuannya untuk memisahkan perasaannya dari bisnis sehingga dia bisa mengambil keputusan yang lebih praktis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku rasa sangat penting bagi siapapun yang ingin memulai bisnis untuk memisahkan sisi emosional dari sisi praktis. Banyak orang yang begitu bersemangat mengenai suatu ide sehingga mereka tidak benar-benar mencari tahu bagaimana konsep tersebut bisa berhasil. Anda harus mempunyai keyakinan terhadap ide anda tapi juga harus memisahkannya dari sisi emosional. Menurut ku, membiarkan emosi mengambil alih itu adalah sebuah kesalahan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu berarti anda harus benar-benar fokus mengenai bagaimana bisnis tersebut nantinya beroperasi. Dia mengatakan: 'Anda harus selalu mengawasi bagaimana bisnis anda beroperasi. Ini bukanlah tentang memulai bisnis dan menghasilkan uang, melainkan tentang memulai bisnis dan memiliki model bisnis yang benar-benar solid dan efektif.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andrews juga sangat berhati-hati dalam membatasi resiko yang bisa ditanggungnya jika ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku orangnya sangat hati-hati dan aku selalu memikirkan kemungkinan terburuk apa yang mungkin bisa terjadi. Jika aku bisa menghadapinya, maka aku akan melakukannya. Jika aku ingin melakukan sesuatu yang membuat ku tidak bisa bertahan jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, maka aku tidak akan melakukannya. Sebagian orang mungkin akan tetap melakukannya, tapi aku tidak.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski dengan pendekatan yang begitu berhati-hati, Andrews selalu mempunyai ide mengenai peluang bisnis lain. Dia mengatakan: 'Aku sangat tertarik dengan market untuk kalangan remaja karena ku pikir area tersebut juga punya potensi yang sangat besar.' Dan memang, dia pernah mencoba untuk membuka toko make-up untuk kalangan remaja, tapi karena harga sewa yang begitu tinggi, dia mengurungkan niatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide besarnya yang lain adalah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan coklat. Dia mengatakan: 'Aku sangat tertarik dengan industri makanan, terutama coklat. Ku rasa, trendnya di negeri ini sangat berhubungan dengan keinginan orang untuk memakan sesuatu yang menyenangkan dan membuat mereka nyaman.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, untuk saat ini, &lt;a href="http://www.mankind.co.uk"&gt;Mankind&lt;/a&gt; tetap menjadi pusat perhatiannya. Dia mengatakan: 'Apa yang memotivasi ku untuk&amp;nbsp; menjadi sukses dalam industri yang aku sukai ini adalah keinginan yang besar untuk mendapat rasa hormat dari kerabat. Itu memberikan ku semangat yang luar biasa. Aku senang melihat bagaimana kosmetik bisa mengubah orang-orang. Memberikan orang-orang sesuatu yang membuat mereka percaya diri adalah sesuatu yang sangat berharga.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-5779225877802290665?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/5779225877802290665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kosmetik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/5779225877802290665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/5779225877802290665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kosmetik.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Kosmetik'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IWlrIRc23k4/TV8_yufeu2I/AAAAAAAABVs/gWqpu_cZG04/s72-c/Pengusaha-7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4268129222469317442</id><published>2011-02-18T02:12:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:29:49.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Importir'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Importir</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saat berusia 28 tahun, Robert Hughes tinggal di California dan bekerja sebagai seorang satpam untuk sebuah bank di US. Dia merasa tidak bahagia disana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku benci pekerjaan ku. Aku merasa sangat bosan. Dan aku menyadari bahwa kemungkinan besar aku juga akan merasa bosan jika bekerja di tempat lain, jadi lebih baik aku melakukan sesuatu yang berbeda.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai seorang anak yang dibesarkan di Cheshire, Hughes selalu bermimpi untuk memulai bisnisnya sendiri, dan setelah menyelesaikan sekolahnya, dia mengambil bidang bisnis di Thames Polytechnic, yang sekarang menjadi University of Greenwich. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Ayahku adalah seorang&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-taxi.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt; broker ansuransi dan semua keluarga ibuku mempunyai bisnisnya sendiri. Budaya di lingkungan keluarga kami sangat mempengaruhi ku, sehingga membuat ku jadi yakin bahwa jika aku ingin sukses dalam hidup, aku harus mempunyai bisnis sendiri.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi karena merasa tidak tahu bagaimana merealisasikan ambisinya, pada awalnya Hughes mengambil pekerjaan di sebuah perusahaan leasing. Akan tetapi, setelah tujuh tahun didunia corperate, dia menyadari bahwa jika dia benar-benar ingin mewujudkan impiannya, dia harus memulainya dari sekarang, atau tidak sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu dia memutuskan bahwa dia ingin memulai sebuah bisnis eksport yang menjual produk-produk dari US yang jarang ditemukan di Inggris. Dia mendapat ide tersebut karena saat masih berada di polyteknik, dia pernah mendengarkan cerita seorang siswa lulusan mengenai pengalamannya dalam menjalankan bisnis yang mengimport peralatan berkebun dari sebuah perusahaan di Jerman. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes mengatakan: 'Aku rasa itu adalah pekerjaan yang bagus karena anda harus bisa berbahasa asing dan melakukan perjalanan keluar negeri, dan anda menjadi boss untuk diri sendiri. '&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes kemudian melakukan research dan menemukan sejumlah produk unik yang dia sukai di California, tapi dia tidak yakin bahwa orang-orang di Inggris akan mau membelinya. Produk yang pertama adalah sebuah penutup untuk mobil yang diikatkan pada kap mesin dan berfungsi untuk melindungi dari kerikil, produk ini disebut dengan nose bra. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Produk yang kedua adalah windscreen visor yang cocok untuk ditempatkan di kaca belakang mobil untuk menjaga agar mobil tetap dingin. Dia mengatakan: 'Kedua ide tersebut sepertinya sangat cocok di California yang hangat, tapi keduanya mungkin kurang cocok untuk iklim di Ingrris yang lebih basah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai pada suatu hari, saat dia berada dirumah seorang temannya untuk minum kopi, seorang temannya yang lain, yang sudah lama tidak pernah ketemu, datang. Mereka mulai ngobrol dan saat itulah Hughes mendengar tentang sesuatu yang akhirnya menjadi ide besarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temannya tersebut menceritakan bahwa dia sedang melakukan suatu pekerjaan di rumah seorang pengacara yang memproduksi jam alarm. Dan yang membuat jam alarm tersebut menjadi unik adalah karena bentuknya yang seperti baseball. Saat alarm berbunyi di pagi hari, maka anda harus melemparkan bola ke dinding untuk mematikannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes tersentak. Dia mengatakan: 'Itu membuat pikiran ku jadi terbuka. Ku pikir, itu sepertinya sebuah produk yang fantastik untuk di jual di Inggris. Semua orang benci untuk bangun di pagi hari dan ide untuk melampiaskannya pada jam alarm sepertinya sebuah ide yang hebat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokan harinya, Hughes menelpon sang pengacara dan meminta untuk bertemu. Setelah makan siang, sang pengacara setuju memberikan hak eksklusif pada Hughes untuk memasarkan jam alarmnya di Inggris, asalkan dia bersedia untuk membeli 30.000 di muka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun Hughes tidak mempunyai uang untuk melakukannya, tapi untunglah ayahnya yang baru saja pensiun setelah menjual bisnis ansuransinya setuju untuk bertindak sebagai penjamin bagi pihak bank. Jadi Hughes punya kesempatan untuk meminjam uang yang dia perlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, dia meminta ayahnya dan teman lamanya untuk membantu menjualkan jam alarmnya pada sebuah perusahaan mail order di Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari situ bisa segera diketahui dengan jelas bahwa ada permintaan yang besar terhadap jam baseball, sehingga Hughes memutuskan untuk mencari produk lain. Dia berhasil menemukan lusinan produk unik lainnya di California yang dia pikir mungkin akan mampu dia jual di Inggris, termasuk diantaranya adalah jam tangan yang berbentuk Garfield.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjualan berjalan dengan baik sehingga setelah enam bulan, dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya di bank dan kembali ke Inggris untuk memulai bisnisnya sendiri, yang dia beri nama Wesco. Kemudian dia mulai menjalankan bisnisnya secara full time dengan berkantor di basement rumah orang tuanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan penjualan produk importnya yang begitu lancar, Hughes mulai membeli lisensi untuk membuat berbagai produk yang diambil dari berbagai karakter film dan serial televisi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memutuskan untuk memulainya dengan jam yang berbentuk Bart Simpson, dimana jam ini akan berbicara dengan suara yang sama dengan karakter tersebut saat alarm berbunyi. Dia mengatakan: 'Belum ada orang yang pernah melakukan hal serupa dan itu menjadi sebuah sukses yang fenomenal. Kami berhasil menjual sekitar 250.000.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia membeli lisensi lainnya dan bisnisnya terus berkembang dengan membuat beberapa variasi jenis produk misalnya radio dan celengan. Semua produknya di design di Inggris dan dibuat oleh sebuah pabrik di China. Setiap kali Hughes mendesign, dia mengikuti prinsip bahwa setiap produk yang dia jual harus mempunyai tujuan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku memutuskan bahwa apapun yang aku import harus memiliki tujuan selain untuk membuat senang. Karena jika produk tersebut tidak punya fungsi apa-apa, maka dalam dua bulan saja produk tersebut akan menjadi sampah karena pemiliknya merasa bosan. Meski jika pemiliknya merasa bosan untuk melemparkan bola ke jam alarmnya, tapi jam tersebut masih tetap bisa berfungsi sebagai penunjuk waktu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, enam tahun yang lalu, secara mendadak bisnisnya mengalami krisis. Itu terjadi karena dollar US nilainya menurun dengan tajam sehingga perusahaannya mengalami kerugian sebesar £180,000. Disaat yang sama, dua lisensinya yang dia beli, yaitu untuk film Chicken Run dan serial televisi The Royle Family, tidak begitu diminati, membuat perusahaan mengalami kerugian sebanyak £250,000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes mengatakan: 'Kami telah berhasil mendapatkan keuntungan dengan karakter animasi yang pertama dari Wallace dan Gromit, jadi kami menawarkan Chicken Run, yang juga diproduksi oleh Park production, kami mengira bahwa itu tidak mungkin gagal. Tapi ternyata kami salah. Alasan kenapa Wallace dan Gromit begitu sukses karena adalah karena keduanya adalah anak anjing. Sedangkan ayam tidaklah lucu. Siapa yang mau memeluk ayam? Bukannya nanti malah mata anda kena patuk?'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak tahun 2002, dua tahun setelah mengalami kerugian, Hughes menyadari bahwa dia cuma mempunyai dua pilihan, yaitu menjual bisnisnya atau mengubahnya agar kembali menguntungkan. Dia mengatakan: 'Itu adalah moment yang sangat menentukan. Setiap hari aku membicarakannya dengan istri ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, saat seseorang menawarkan dia untuk mengambil alih bisnisnya, Hughes menyadari bahwa dia tidak akan menyerah semudah itu. 'Jumlah uang yang ditawarkannya jauh lebih kecil dibanding nilai bisnis itu yang sebenarnya,' katanya. 'Aku memutuskan bahwa aku telah membuat bisnis tersebut bisa sukses selama 13 tahun, jadi pasti aku bisa membuatnya kembali sukses.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes mengurangi jumlah karyawannya menjadi dua orang, merekrut seorang designer dan mempekerjakan team sales yang baru. Kemudian dia memutuskan untuk mengembangkan jenis produknya.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qkLA6dLb8l0/TV5F5WnApPI/AAAAAAAABVk/1G_ggByrfjo/s1600/Simpson.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="158" src="http://2.bp.blogspot.com/-qkLA6dLb8l0/TV5F5WnApPI/AAAAAAAABVk/1G_ggByrfjo/s400/Simpson.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dalam waktu singkat, dia kembali sukses dengan produk pembuka botol berbentuk Simpsons, dengan penjualan yang mencapai 600.000. Kemudian dia mendapatkan kessuksesan yang lebih besar melalui produk assories yang diberi nama Groovy Chick.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaanya kini telah menjual lebih dari 400 jenis produk dengan penjualan tahunan mencapai £7 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hughes mengatakan bahwa berhadapan dengan krisis adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga: 'Setelah 13 tahun menghasilkan profit, kita akan merasa bahwa kita bisa membuat produk dengan cepat, bahwa semuanya itu mudah. Tapi pengalaman yang pahit tersebut telah menanamkan kembali rasa takut saya terhadap kegagalan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengakui bahwa kini menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis, sesuatu yang dia dapat saat masih bekerja di bank. Dia mengatakan: 'Aku lebih takut untuk mengatakan pada seorang teman bahwa aku bangkrut, dari pada mengatakan bahwa aku telah menghasilkan satu juta pounds pada orang yang sama sekali tidak aku kenal. Itulah yang memotivasi ku. Jika aku bisa tetap berada dalam bisnis sampai berusia 55 tahun, maka aku akan menjadi anak yang bahagia.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini Hughes telah berusia 44 tahun, dan dia mengatakan bahwa dia selalu merasa perlu untuk menentukan nasibnya sendiri. 'Aku telah berada di jalan ku,' katanya. 'Jika aku tidak berada di jalan ku, maka ku tidak akan bahagia. Aku terkadang tidak bisa mengendalikan diri ku karena saat aku dirumah aku masih bertingkah layaknya seorang direktur.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan bahwa ayahnyalah yang menjadi motivasi utamanya. 'Saudari ku telah menjadi seorang pengacara dan kemudian menjadi hakim, dan itu membuat ayah ku menjadi sangat bangga,' katanya. 'Jadi, salah satu motivasi terbesar ku adalah mendapat pengakuan dari ayahku, karena saudari ku telah lebih dulu mendapatkannya. Saat ini, saat ayah ku berbicara mengenai anak-anaknya, aku tahu bahwa ayah ku juga akan membanggakan diri ku, sama seperti dia membanggakan saudari ku.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4268129222469317442?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4268129222469317442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-importir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4268129222469317442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4268129222469317442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-importir.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Importir'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qkLA6dLb8l0/TV5F5WnApPI/AAAAAAAABVk/1G_ggByrfjo/s72-c/Simpson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-6507153176234142106</id><published>2011-02-17T22:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:30:24.972-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taxi'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Taxi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saat Paul Stanyer mampu lulus dengan baik dilevel O dengan 10 mata kuliah, dia menjadi begitu yakin akan kemampuannya untuk lulus pada level A sehingga memutuskan untuk mengambil lima mata kuliah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sayang, dia cuma lulus dalam satu mata kuliah, yaitu bidang seni. Dia mengatakan: 'Aku mengambil terlalu banyak. Aku mengira aku bisa menguasai semuanya, tapi ternyata aku mengukur kemampuan ku terlalu tinggi.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Stanyer adalah satu dari lima bersaudara. Dia tinggal di sebuah kota industri, Conset. Ayahnya yang bekerja untuk British Telecom, memutuskan bahwa Stanyer harus mengambil kursus akuntasi di politeknik lokal. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sebelum kursus dimulai, Stanyer memutuskan untuk pergi ke Spanyol dan tinggal bersama saudarinya yang bekerja untuk sebuah perusahaan travel liburan. Dia mengatakan: 'Aku melihat betapa senangnya kakak ku disana, dan ku pikir, dari pada aku menghabiskan waktu ku selama empat tahun untuk kuliah disini, lebih baik aku pergi kesana agar bisa ikut menikmati gaya hidupnya.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia mengabaikan tempatnya di politeknik, lalu mendaftar di kursus bahasa Spanyol, dan musim semi berikutnya dia mendapat pekerjaan di sebuah taman hiburan di Spanyol. Tapi ternyata dia tidak menyukai pekerjaannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sangat kesepian. Butuh waktu tiga minggu sebelum aku bisa bertemu dengan orang Inggris lainnya. Hal lain yang tidak aku perhitungkan sebelumnya adalah keharusan untuk membersihkan semua karavan. Padahal, selama lebih dari 20 tahun, Ibu ku saja masih kesulitan untuk menyuruh ku membersihkan kamar. Jadi,&amp;nbsp; itu semua membuat ku sangat terkekang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya, saudarinya sekali lagi datang untuk menyelamatkannya, dan mengatakan padanya bahwa salah satu cabang dari perusahaannya yang berada di Yunani sedang mencari karyawan. Dalam beberapa minggu berikut, Stanyer sudah berada di Corfu. Dan kali ini dia menyukainya. 'Aku di tempatkan di sebuah resort di Mediterranean dimana setiap malam adalah malam minggu, mereka memberi ku sebuah apartement baru sebagai tempat tinggal dan sebuah motor, dan mereka membayar ku. Itu sangat hebat.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Stanyer menghabiskan dua musim semi berikutnya untuk bekerja di Corfu. Tapi saat penyelenggara pesta hiburan di resort tersebut meninggal karena terlalu banyak minum, dia memutuskan bahwa ini sudah waktunya bagi dia untuk berubah. Dia mengatakan: 'Waktu itu, dia baru berumur 21 tahun, usianya sama dengan ku. Kupikir cukup sudah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia memutuskan untuk kembali ke Inggris dan mendapatkan pekerjaan sebagai menejer sales area untuk sebuah perusahaan. Pada saat berumur 24 tahun, dia dipromosikan untuk menjadi nasional sales menejer. Akan tetapi, dia segera menyadari bahwa dunia corporate bukanlah untuknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Penghasilan ku cukup lumayan dan punya mobil dinas tapi aku harus selalu melakukan perjalanan, dan ku pikir pasti ada cara yang lebih baik untuk menjalani hidup dari pada harus selalu melakukan meeting dan konferensi. Aku memutuskan bahwa aku terlalu muda untuk berada diposisi ini dalam tahap hidup ku, dan ada banyak hal lain yang lebih menyenangkan untuk dilakukan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam beberapa bulan kemudian, keputusannya untuk meninggalkan pekerjaannya semakin mantap ketika perusahannya bergabung dengan perusahaan lain. Selama 10 bulan berikutnya, dia menghabiskan waktunya untuk bermain golf sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia kembali ke Yunani untuk menjadi menejer dari perusahaan liburan yang lain dan menetap selama enam tahun disana. Akan tetapi, saat berusia 34 tahun, dia mengalami kebimbangan untuk yang kedua kalinya. Dia mengatakan: 'Aku sangat bingung. Saat itu, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi, dia kembali ke Inggris tapi ternyata kali ini sulit baginya untuk mendapat pekerjaan. Dia mengatakan: 'Betapa sangat tidak berharganya hidup ku diluar negeri. Di sana, aku menjadi seorang menejer regional untuk sebuah perusahan yang besar dengan budget jutaan poundsterling, dan saat aku kembali, orang-orang mengira aku cuma liburan disana.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memutuskan bahwa mungkin akan lebih baik jika dia memulai bisnisnya sendiri. Dia mengatakan: 'Aku memutuskan bahwa aku tidak ingin harus bekerja secara terus menerus sampai aku berusia 65 tahun dan kemudian pensiun. Dan aku tidak ingin terperangkap disebuah kantor untuk bekerja pada orang lain. Aku ingin punya pilihan yang lebih baik dalam hidup ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada awalnya, dia mendapat ide untuk melakukan sesuatu yang berhubuhangan dengan golf. Dia mengatakan: 'Golf adalah salah satu hasrat dalam hidup ku, tapi setelah melakukan research pasar selama beberapa bulan, aku memutuskan bahwa kompetisinya terlalu sengit.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide besarnya datang ketika dia sedang nongkrong di sebuah pub bersama beberapa orang temannya. Tiga orang diantara mereka mulai membicarakan tentang bagaimana baru-baru ini para penyelenggara tour mulai membebankan biaya kepada para turis yang menggunakan bus mereka dari bandara ke hotel. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Stanyer memutuskan bahwa dia bisa menawarkan jasa yang lebih baik dan lebih cepat dengan menyediakan taxi yang akan mengantarkan orang-orang yang ingin berlibur. Dia mengatakan: 'Aku rasa para penyelenggara tour tersebut sungguh keterlaluan karena meminta biaya untuk menstransfer dari bandara ke hotel, itu berarti bahwa perjalanan tersebut sudah tidak lagi termasuk dalam paket liburan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua temannya merasa bahwa itu adalah sebuah ide yang hebat dan selama beberapa hari berikutnya, Stanyer, dengan bantuan salah seorang temannya, mendaftarkan beberapa alamat website untuk perusahannya, termasuk diantaranya HolidayTaxis.com.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-FoATcp0WBKI/TV4RD0kGEiI/AAAAAAAABVc/aPa9LwbICE0/s400/Pengusaha-7.gif" width="392" height="308"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kemudian, dia sama sekali tidak melakukan apapun terhadap idenya tersebut. Hingga enam bulan kemudian, saat sedang melakukan konsultasi untuk sebuah perusahaan yang akan mendirikan hotel, secara mendadak dia menyadari bahwa idenya tersebut mungkin punya potensi yang jauh lebih besar dibanding yang dia kira. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya dia menyadari bahwa tranfer menggunakan taxi mungkin juga lebih cocok untuk sejumlah besar pelancong independent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat aku melihat kemungkinan pasar yang tersedia, aku memikirkan ulang seluruh konsep tersebut. Dari situ, tampak jelas bagi ku bahwa ada dua sektor pasar yang bisa aku masuki. Yang pertama, adalah orang-orang yang merasa tidak puas dengan penyelenggara tour, dan yang kedua adalah orang-orang yang melakukan perjalanan secara independent. Aku rasa jika aku tidak melakukan ini, maka orang lain akan mendapatkan ide tersebut dan melakukannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, orang-orang merasa bahwa itu bukanlah sebuah ide yang bagus. Saat Stanyer mempresentasikan bisnis plan-nya pada sebuah perusahaan travel yang diharapkannya akan tertarik untuk menjadi investor, dia mendapat penolakan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku melakukan meeting dengan satu-satunya orang yang mau berbicara dengan ku, dan aku ditertawakan. Orang itu mengatakan bahwa aku tidak akan pernah menghasilkan uang, ide tersebut itu cuma akan membuang waktu ku, dan menurutnya lebih baik aku melakukan sesuatu yang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, salah seorang temannya yang menyukai ide tersebut mempertemukan Stanyer dengan seorang investor dari Indonesia yang setuju untuk menanamkan modal sebesar £100,000 dengan imbalan 50 persen kepemilikan sahan dalam perusahaan. Kemudian, Stanyer menemukan sebuah perusahaan teknologi untuk membangun website dan memberikan mereka 30 persen kepemilikan saham sebagai imbalannya, dan 20 persen sisa saham menjadi milikinya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sama sekali tidak mempunyai uang, jadi lebih baik cuma punya 20 persen saham tapi bisnis ku berjalan dari pada 100 persen tapi bisnis ku tidak bisa berjalan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia meluncurkan websitenya di bulan Maret 2003 dan pada bulan Mei, ribuan agent travel mendaftar. Tapi dibulan Juni, Stanyer menemuai sebuah masalah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: Aku terlalu memandang remeh permintaan mengenai ukuran kendaraan yang selain taxi. Website kami cuma mengijinkan orang untuk membooking taxi, sehingga kami harus menggunakan telephone untuk melayani mereka yang ingin membooking kendaraan jenis lain. Kami menghadapi bahaya untuk menjadi call centre, yang nantinya akan merusak objektivitas dari teknologi yang kami gunakan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah mempertimbangkan secara mendalam, Stanyer akhirnya memutuskan bahwa dari pada sekedar menambahkan teknologi baru ke dalam website yang sudah ada, akan lebih baik jika dia membangun ulang website tersebut secara keseluruhan. Dan akibatnya, dia tidak bisa mempromosikan perusahaannya sampai website tersebut benar-benar berfungsi. Saat-saat itu adalah saat-saat yang merugikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2010, Holidaytaxis. com diharapkan akan mempunyai penjualan yang mencapai £21 juta, dan saat ini telah beroperasi di lebih dari 70 negara. Stanyer juga telah meluncurkan dua perusahaan yang berhubungan, yaitu BusinessTaxis.com, yang menyediakan sarana angkutan bagi para pelancong independent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga mempunya ide lain yang diharapkan akan segera diwujudkannya menjadi kenyataan. Dia mengatakan: 'Aku adalah seorang pengamat yang jeli. Aku senang memperhatikan banyak hal dan memikirkan bagaimana agar sesuatu bisa ditingkatkan. Aku tidak bisa menahan diri untuk selalu melakukannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, dia sudah berumur 44, menikah dan punya dua orang anak. Dia mengatakan: 'Apa yang memotivasiku adalah bahwa aku ingin menjadi penguasa atas nasib ku sendiri. Aku tidak ingin menghabiskan umur ku untuk bekerja pada orang lain. Aku tidak ingin menggantungkan kekayaan dan kebahagiaan ku pada orang lain. Aku ingin bisa mengendalikan kehidupan ku sendiri.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-6507153176234142106?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/6507153176234142106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-taxi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/6507153176234142106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/6507153176234142106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-taxi.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Taxi'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FoATcp0WBKI/TV4RD0kGEiI/AAAAAAAABVc/aPa9LwbICE0/s72-c/Pengusaha-7.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4130571226822417099</id><published>2011-02-17T04:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:30:47.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retail'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Retail</title><content type='html'>&lt;p&gt;Beberapa tahun yang lalu, Lara Morgan berjanji pada para staffnya bahwa jika keuntungan mereka mencapai £1 juta, maka dia akan membawa mereka semua untuk berlibur ke kepulauan Barbados. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di tahun 2005, dia memenuhi janjinya. Morgan beserta 26 orang staffnya terbang dan berlibur selama satu minggu penuh di Carribean, dengan semua pengeluaran ditanggung oleh perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu bukan pertama kalinya Morgan menunjukkan rasa terima kasihnya kepada para staff-nya. Satu tahun sebelumnya, dia mengirimi mereka semua karangan bunga yang besar setelah mereka melampui target penjualan bulanannya. Lain waktu dia menempelkan lembaran £50 dibelakang catatan yang ditaruhnya dibawah kursi dari masing-masing staff.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Itu untuk membuat mereka senang. Di dunia ini, orang yang baik itu lebih banyak jumlahnya dibanding orang yang jahat, dan jika anda memberikan mereka kesempatan, itu akan membuat mereka termotivasi, mau bekerjasama, dan mencintakan momentum. Bagi saya, merasa betah ditempat kerja itu sangat penting. Setiap hari, saya banyak menghabiskan waktu ditempat kerja, dan jika saya tidak bisa menikmatinya, lalu apa gunanya?'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-vXBjxSUaKS4/TV0YN_MW2RI/AAAAAAAABVU/wM6r1VFusCU/s400/Pengusaha-6.jpg" align="left" width="300" height="335"&gt;Morgan dilahirkan di Jerman karena saat itu ayahnya yang menjadi seorang perwira di angkatan darat kerajaan Inggris sedang bertugas disana. Kemudian Morgan dibawa ke Hongkong saat ayahnya direlokasi untuk bertugas disana. Saat berusia 11 tahun, Morgan kemudian dikirim ke Scotlandia untuk bersekolah disana. Setelah berusia 18 tahun, dia kembali ke Hong Kong untuk bekerja pada sebuah perusahaan yang menjual business gifts ke berbagai bank dan airport.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga tahun kemudian, dia memutuskan untuk pergi dan menetap di Timur Tengah dengan tunangannya. Disana, dia bekerja sebagai penjual space iklan untuk Yellow Pages, dan menjabat sebagai menejer account nasional yang membawahi 128 orang. Dia mengatakan: 'Aku sangat kewalahan, tantangannya begitu berat. Tapi aku menyukai tantangan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditahun 1991, saat perang teluk di mulai, Morgan dan tunangannya memuuskan untuk pindah ke New Zealand, dan disana dia lebih memilih untuk mengikuti lomba triathlon dari pada bekerja, sampai keduanya memutuskan untuk kembali ke Inggris agar tunangannya bisa kembali sekolah dan mendapat gelar MBA. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan pulang, mereka mampir ke Hong Kong untuk menemui orang tuanya. Saat berada disana, Morgan di dekati oleh pemilik perusahaan ditempatnya dulu pernah bekerja, dan dia ditanya apakah dia berminat untuk mencoba menjalankan bisnis yang sama di Inggris. Morgan menerimanya dan saat itulah ide besarnya lahir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat tiba di Inggris, dia mulai menghubungi hotel-hotel sekitar. Order pertamanya datang dari Dorchester Hotel di London. Dari situ dia menyadari bahwa ternyata dia punya bakat dalam menjual, dan diakhir tahun pertamanya bekerja sendiri, dia mampu menghasilkan penjualan sebanyak £108,000, dengan semua produk yang di import dari Asia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku biasanya bangun jam enam lalu menuju London, melakukan lima atau enam pertemuan dan kembali ke kantor ku sekitar pukul empat sore. Kemudian biasanya aku yang mengerjakan semuanya. Mulai dari mengumpulkan order, menelpon, mengirim fax, mengetik, menghitung, dan melakukan pembukuan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah proses trial dan error. Dia mengatakan: 'Aku selalu bertanya pada orang-orang mengenai apa yang seharusnya aku lakukan. Akan sangat berharga jika anda mau menyingkirkan ego dan tidak malu untuk mengatakan: &amp;quot;Ma'af, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, bisakah anda membantu saya?&amp;quot; Saat itu, aku sama sekali belum mempunyai perencanaan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat penjualannya makin meningkat, bisnisnya mulai mengalahkan hubungannya dengan sang tunangan, sehingga mereka memutuskan untuk berpisah dan Morgan harus hidup di sebuah flat satu kamar yang sekaligus menjadi kantornya. Selama empat tahun berikutnya, dia terus bekerja dari rumah, sampai pacarnya yang baru bersikeras bahwa kantornya harus pindah ke tempat lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, di tahun 1996, Eropa memberlakukan peraturan baru mengenai kosmetik, yang membuatnya menjadi semakin sulit untuk mengimport produk, lalu memutuskan bahwa saat itu sudah waktunya bagi perusahan untuk mulai membuat produknya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan modal £200,000, dia membuka sebuah pabrik di China, dan £39,000 untuk membeli sebuah pabrik di Republik Ceko. Dia mengatakan: 'Kami melakukannya pada saat yang bersamaan, dan itu tidak direncanakan. Aku membeli pabrik di China dan kemudian supplier kami yang di Ceko kehabisan uang dan aku bisa mencarikannya. Aku mengatakan: &amp;quot;Baiklah, tapi dengan imbalan 51 persen saham dari perusahaan.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usahanya terbayar dan bisnisnya terus berkembang. Itu semua berkat antusias Morgan yang selalu mendorong staff-staff-nya untuk tetap fokus pada bisnis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap kali melakukan perjalanan, Morgan tidak pernah lupa untuk selalu membeli buku-buku yang berhubungan dengan bisnis, dan setiap kali itu pula dia mendapatkan ide-ide baru. Dia mengatakan: 'Tiga karyawan pertama ku biasanya akan menggelengkan kepala karena setiap kali aku kembali dari perjalanan, aku selalu membawa dua atau tiga buku. Dan hal pertama yang aku lakukan adalah memphotocophy halaman dari buku-buku tersebut, lalu menempatkannya diatas meja mereka dengan catatan yang bertuliskan: &amp;quot;Anda mungkin tertarik dengan ini, coba lihat dan bacalah.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga menemukan dua buku yang sangat disukainya. Keduanya ditulis oleh Bob Nelson, yang satu berjudul &lt;b&gt;1001 Ways to Energise Employees&lt;/b&gt; dan satunya lagi berjudul &lt;b&gt;1001 Ways to Reward Employees&lt;/b&gt;. Dia mengatakan: 'Aku memiliki perpustakaan di kantor, dan setiap kali salah seorang karyawan melakukan pekerjaannya dengan baik aku akan masuk ke sana dan membaca salah satu halaman. Saat menemukan sebuah ide yang menurut ku bagus, aku akan melipat sudut bagian atas, dan jika menurut ku suatu ide itu hebat, aku akan melipat sudut bagian bawahnya. Jadi, aku punya struktur ku sendiri. Jika aku benar-benar menyukai sebuah buku, maka aku harus mendapatkan dua salinan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1999, bisnisnya berkembang begitu pesat, dan itu membuatnya sadar bahwa sudah waktunya bagi dia untuk mulai keluar dan benar-benar belajar. Jadi, dia mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus pengembangan bisnis selama empat bulan di Cranfield Business School, supaya nantinya dia bisa membuat bisnis plan. Sementara dia berada disana, dia juga mendapat ide untuk memberikan insentif kepada karyawannya dengan janji untuk memberikan liburan gratis ke Barbados. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat aku menuliskan bisnis plan ku, aku memutuskan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar berarti, dan aku bukan cuma ingin menuntut jumlah yang besar, tapi juga akan memberikan reward dalam jumlah yang seimbang. Saat anda baru bisa menghasilkan keuntungan sebesar £200,000, maka sepertinya cukup arogan untuk mengatakan bahwa anda akan menghasilkan keuntungan sebanyak £1 juta, dan itu membuat ku merasa bahwa memberikan hadiah yang significant adalah sebuah ide yang bagus.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, sebelum insentifnya dapat direalisasikan, bisnisnya mendapatkan hambatan yang besar. Dua tahun lalu, dengan industri wisata yang menurun, Morgan terpaksa mengurangi staffnya sebanyak 30 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku hampir kehilangan semuanya. Dengan berbagai kejadian yang tidak diharapkan, misalnya runtuhnya gedung di Amerika, penyakit kaki dan mulut, flu burung, dan pecahnya perang di Iraq, serta menurunnya bisnis travel secara umum, itu berarti bahwa kita tidak sedang melihat sebuah perkembangan. Itu keadaan yang cukup serius.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia bisa bertahan karena tetap tekun untuk memilih pasar kalangan atas dan hanya menjual untuk hotel-hotel yang terbaik. Saat ini perusahannya,&lt;a href="http://www.pacificdirect.co.uk/aboutus/history/"&gt;Pacific Direct&lt;/a&gt;, telah mensupply hotel-hotel di 103 negara, termasuk diantaranya Waldorf Astoria di New York dan Sandy Lane di Barbados, dan diperkirakan mempunyai penghasilan sekitar £17,5 juta di tahun 2006. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2008, Morgan menjual bisnisnya seharga £20 juta. Saat ini, di usianya yang ke 42, dia merasa bahwa rahasia dari kesuksesannya adalah karena dia mau untuk terus belajar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sangat suka membaca buku-buku mengenai bisnis. Setiap kali aku kembali dari perjalanan, misalnya dari Itali, aku akan pulang dengan membawa dua sampai tiga buku, membuat 18 salinannya, dan membagikannya kepada para staff. Aku memang banyak berinvestasi ke dalam staff ku, tapi aku juga tidak melupakan diri ku untuk tetap belajar banyak.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Morgan juga sangat percaya dengan dirinya. Dia mengatakan: 'Aku suka melakukan dengan cara yang berbeda, sebab aku tidak ingin menjadi orang lain. Aku ingin menjadi diri ku sendiri.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4130571226822417099?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4130571226822417099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-retail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4130571226822417099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4130571226822417099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-retail.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Retail'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vXBjxSUaKS4/TV0YN_MW2RI/AAAAAAAABVU/wM6r1VFusCU/s72-c/Pengusaha-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-6283295599680590364</id><published>2011-02-17T00:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:31:18.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa Pemindahan Barang'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Jasa Pemindahan Barang</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saat Anthony Ward Thomas sedang bekerja sebagai salesman untuk sebuah perusahaan alluminium, sebuah percakapan dengan boss-nya telah mengubah hidupnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ward Thomas mengatakan: 'Boss ku mengatakan bahwa saat usia ku sudah mencapai 27 tahun nanti, aku harus sudah benar-benar tahu apa yang akan lakukan dengan hidup ku, karena saat itu adalah kesempatan terakhir bagi ku untuk melakukan sesuatu bagi diri ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata-kata itu terus terngiang kepalanya dan membuatnya tersadar. Sehingga, beberapa bulan sebelum dia menginjak usia yang 27, Ward Thomas merenungkan situasinya dan menyadari bahwa perusahaan alluminium ini bukanlah tempat yang dia inginkan untuk menghabiskan sisa hidupnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, untuk memaksakan dirinya agar mengambil aksi, dia berhenti dari pekerjaan dan memberikan waktu selama dua bulan bagi dirinya untuk mencari tahu dimana masa depannya berada. Dia mengatakan: 'Jika aku tidak keluar maka aku pasti akan harus bekerja setiap hari, sama seperti kebanyakan orang. Dengan memutuskan berhenti, itu memberikan ku dorongan untuk benar-benar melakukan sesuatu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlahir di London dan dibesarkan di Essex, Ward Thomas adalah salah satu dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pebisnis, dan ibunya adalah seorang novelis yang sukses. Sejak berusia tujuh tahun, Thomas sudah dikirim ke sekolah asrama. Dia mengatakan: 'Sebagai anak-anak, aku termasuk cukup pemalu, tapi dengan tinggal asrama, keberanian anda cenderung untuk berkembang, sehingga aku berubah menjadi anak cukup mudah untuk bergaul.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia meninggalkan sekolah di usia ke 18 untuk masuk militer, tapi tiga bulan kemudian dia diminta untuk mengundurkan diri. Selama beberapa tahun berikutnya, dia mencoba berbagai bidang pekerjaan misalnya sebagai supir truck dan salesman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat Ward Thomas berhenti dari pekerjaan agar bisa melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri, yang dia tahu hanyalah bahwa dia ingin memulai bisnisnya sendiri. Ide pertamanya adalah memulai bisnis yang menawarkan jasa berbelanja ke supermarket untuk orang-orang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku akan mendapat order katakanlah dari sekitar 500 orang untuk berbelanja mingguan. Aku akan membawa sebuah mobil van lalu berbelanja kemudian mengirimkan dan meletakkannya di rumah pelanggan.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai melakukan meeting dengan sebuah supermarket untuk mendiskusikan berapa banyak discount yang akan dia dapat jika dia memilih supermarket tersebut secara eksklusif. Kemudian, dia mulai mempelajari bagaimana jasanya tersebut nantinya akan dijalankan. Dia mengatakan: 'Aku sangat bersemangat dengan ide tersebut, dan itu sepertinya cukup mungkin untuk dilakukan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kemudian, setelah melakukan meeting dengan seorang stockbroker dan departement research mereka, dia akhirnya sadar bahwa banyak orang yang menganggap belanja ke supermarket itu adalah salah satu sarana untuk mencari hiburan, dan bukan menganggapnya sebagai suatu tugas atau beban. Dia mengatakan: 'Aku akhirnya tahu bahwa orang-orang lebih suka pergi sendiri untuk melihat-lihat dan membandingkan harga.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah melakukan peninjauan ulang, dia mengatakan bahwa mungkin lebih baik jika dia membatalkan rencananya. Dan keputusannya ternyata tepat, sebab tidak beberapa lama setelah itu, muncullah internet dan supermarket mulai menawarkan jasa pengirimannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ward Thomas kemudian mulai meneliti dua jenis bisnis lain yang cukup dia sukai, yaitu bisnis pemindahan furniture dan bisnis pemakaman. Dia menjelaskan: 'Aku hanya mencari hal-hal yang simpel. Aku rasa untuk menggali kuburan itu tidak memerlukan otak yang cemerlang, dan yang pasti tidak perlu punya gelar yang tinggi untuk masuk ke rumah seseorang lalu mengambil furniture memasukkannya ke dalam lorry dan memindahkannya ke tempat lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia melakukan meeting dengan Howard Hodgson, yang telah merevolusi bisnis pemakanan di tahun 1980 dengan membeli sebuah bisnis keluarga dan mengubah cara mereka memberikan jasanya. Ward Thomas mengatakan: 'Aku menyukai ide mengenai bisnis pemakaman.' Tapi ide untuk memulai bisnis pemakanan tersebut ditolak mentah-mentah oleh istriku dengan mengatakan bahwa tidak ada yang lebih buruk selain harus selalu berurusan dengan mayat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-bv91sw_d3h4/TVzaQvFkM3I/AAAAAAAABVM/ei-gD9GwjVs/s400/pindah.gif" align="left" width="270" height="301"&gt;Jadi, Ward Thomas mulai menyelidiki idenya yang kedua, yaitu membuka perusahaan yang menyediakan jasa untuk memindahkan furniture. Dia sangat terkejut dengan apa yang dia temukan. Dia mengatakan: 'Yang aku dapat disana ternyata adalah pelajaran tentang bagaimana cara untuk tidak menjadi seorang&amp;nbsp; pemindah furniture, yang mereka ajarkan adalah bagaimana cara untuk mencuri, cara untuk menjadi tidak jujur. Itu sangat menakutkan. Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Empat orang pemindah furniture akan masuk ke dalam rumah dan keempat-empatnya akan mencuri uang, minuman, pakaian, atau apapun yang mungkin tidak akan segera disadari oleh pemiliknya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengalaman itulah dia mendapatkan ide besarnya. Dari situ dia menyadari bahwa masalah yang terdapat pada perusahaan pemindah furniture yang dijalankan secara tradisional adalah jenis orang yang pilih sebagai pekerja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia memutuskan untuk mensetup sebuah perusahaan pemindah furniture-nya sendiri dan hanya mempekerjakan orang-orang muda yang berusia antara 19 sampai 24 tahun. Banyak diantara pekerjanya yang berasal dari Australia dan New Zealand, dimana mereka datang ke Inggris untuk mencari pekerjaan, yang dianggapnya lebih kuat dan jujur dibanding para pekerja tua tradisional yang diperkajakan oleh perusahaan pemindah furniture.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia membeli sebuah truck bekas seharga £5,000 disebuah pelelangan, membayar depositnya sebesar £1,000, dimana uang tersebut adalah semua yang dia miliki. Kemudian dia membujuk pihak bank untuk meminjamkan uang untuk membayar sisanya. Dia mengatakan: 'Aku menghubungi menejer bank dan mengatakan bahwa jika dia tidak meminjamkan aku uang maka aku akan kehilangan £1,000. Jadi, mereka meminjamkan aku uang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komisi pertamanya datang melalui istrinya, yang menceritakan mengenai bisnis baru suaminya tersebut kepada salah satu kerabatnya yang mempunyai perusahaan penerbitan. Ward Thomas mengatakan: 'Penghasilan ku hari itu lebih besar dibanding penghasilan ku selama satu bulan untuk bekerja sebagai salesman yang menjual alluminium.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnisnya berjalan dengan lambat. Butuh tiga bulan bagi Ward Thomas untuk mendapatkan job yang kedua. Tapi setelah hampir memasuki usia satu tahun pertamanya, bisnisnya berjalan cukup&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-hot-dog.html"&gt;sukses&lt;/a&gt; sehingga dia bisa membeli truck yang kedua, dan setelah dua tahun dia bisa membeli truck yang ketiga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menjelaskan: 'Anak-anak muda yang aku pekerjakan sangat senang bekerja dengan ku dan para konsumen menyukai mereka. Memindahkan adalah pengalaman yang agak menakutkan, sehingga jika anda bisa mengurangi rasa takut tersebut maka mungkin anda akan dianggap sebagai pahlawan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kemudian resesi melanda. Ward Thomas mengatakan: 'Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa memaksa orang-orang untuk membeli atau menjual rumah mereka, aku tidak bisa memaksa orang-orang untuk pindah rumah, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku hanya bisa menatap buku kosong.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ward Thomas berhasil selamat dalam menghadapi masa-masa kritis yang sebagian besar disebabkan karena Carlton Towers Hotel yang mempekerjakannya untuk memindahkan seluruh isi hotel, dan seorang klien yang mempunyai enam buah rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat bisnsi rumah kembali bergairah, begitu juga dengan bisnisnya, dan Thomas Ward mulai menambahkan beberapa truck baru. Dia merasa takut meminjam uang untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga setiap kali membeli truck baru dia membayarnya dengan uang tunai dari keuntungan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehati-hatiannya terbayar. Saat ini, dia sudah mempunyai 62 truck dan perusahaannya menghasilkan keuntungan sebesar £16 juta per tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enam tahun lalu dia mendengar bahwa perusahaan jasa pemindahan furniture lainnya, Moves, hampir bangkrut dan dia membelinya dengan harga £200,000 dari keuntungan perusahannya. Dia juga menjual 15 persen dari saham perusahaan kepada pihak menejemen untuk mendorong mereka agar tetap bersama perusahannya dan mempertahankan 85 persen saham sisanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Ward Thomas, rahasia kesuksesan bisnisnya adalah dengan meniru ide yang sudah ada, kemudian melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Kesalahan terbesar yang dibuat orang-orang saat mereka memulai suatu bisnis adalah mencoba untuk menemukan sesuatu yang baru. Ide-ide baru itu berbahaya karena sepertinya ide-ide tersebut tidak akan pernah berhasil. Salah satu contoh terbesar mengenai ide yang sebenarnya bukan sesuatu yang baru ini adalah Prêt a Manger. Prêt a Manger hanyalah sandwich, tapi rahasia kesuksesan mereka adalah konsistensi dan kesegaran. Dan itulah yang dilakukan oleh perusahaan Ward Thomas Removals, ini adalah bisnis yang simple tapi dilakukan dari sudut yang berbeda.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kasusnya, dia menggunakan jenis pekerja yang berbeda dari yang biasa digunakan oleh perusahaan lain yang juga menyediakan jasa untuk memindahkan furniture. Dia mengatakan: 'Dalam bisnis ini, anda sangat tergantung pada orang-orang yang bekerja di lapangan. Itulah intinya. Aku bisa saja mendatangi rumah seseorang dan bersumpah bahwa barang-barangnya akan sampai dengan selamat. Tapi jika para pekerja ku tidak mematuhinya, itu bisa jadi masalah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ward Thomas kini sudah berusia 52 tahun, punya seorang istri dan tiga orang anak. Dia telah menggunakan sebagian uang dari keuntungannya untuk membeli sepasang kuda pacu yang digunakannya sebagai kendaraan dari satu tempat ke tempat lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sangat bangga dengan bisnis ku karena kami telah berkompetisi di dunia dimana ada sejumlah bisnis yang sangat bagus dan sisanya kabanyakan hanya sampah. Anda harus benar-benar meyakinkan untuk bisa menuntut harga yang sama seperti yang kami tetapkan, tanpa harus kehilangan konsumen.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-6283295599680590364?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/6283295599680590364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-jasa-pemindahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/6283295599680590364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/6283295599680590364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-jasa-pemindahan.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Jasa Pemindahan Barang'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bv91sw_d3h4/TVzaQvFkM3I/AAAAAAAABVM/ei-gD9GwjVs/s72-c/pindah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-5100145616129456860</id><published>2011-02-16T20:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:31:37.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Dog'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Hot Dog</title><content type='html'>&lt;p&gt;Butuh beberapa kali percobaan bagi David Sanger untuk menemukan jalan hidupnya. Setelah lulus dari universitas, dia pernah mencoba untuk meniti karir dibeberapa dibidang, antara lain akutansi dan periklanan. Dia juga pernah mencoba berkarir dibidang hukum, bahkan hortikultura, sebelum akhirnya sadar bahwa yang sebenarnya dia inginkan adalah memulai bisnisnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski terlahir dan dibesarkan di Afrika Utara, dimana ayahnya menjadi seorang banker disana, tapi pada usia 10 tahun Sanger pindah ke Inggris. Setelah bersekolah dan kuliah disana, dia bergabung dengan sebuah perusahaan akutansi yang melatihnya untuk menjadi seorang accountant. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi setelah hampir tiga tahun, dia gagal saat ujian dan meninggalkan sekolahnya tanpa mendapat ijazah. Dia mengatakan: 'Aku membenci bidang itu. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua konsep dan angka-angka. Aku ingin sesuatu yang lebih real. Semua pengalaman tersebut mengguncang keyakinan diri ku, dan mengarahkan aku untuk melakukan pencarian jati diri.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu dia memutuskan untuk mendaftar pada sebuah sekolah agriculture dan juga mendapat tempat di sekolah hukum. Tapi pada akhirnya, dia tidak memilih kedua arah tersebut, malah lebih memilih untuk bekerja di sebuah agen periklanan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, setelah dua tahun, dia menyadari bahwa bidang itu juga tidak cocok untuknya. Dia mengatakan: 'Aku muak dengan segala meeting yang tak berkesudahan. Onggokan terakhir datang ketika enam orang menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk mencoba memutuskan warna latar belakang dari sebuah poster.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sanger akhirnya memutuskan untuk mencoba memulai bisnisnya sendiri. Tapi saat itu dia belum tahu bisnis apa yang sebenarnya yang ingin dia jalankan. Jadi, dia mulai mencari ide. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya, dia berniat untuk membuka perusahaan agent periklananya sendiri. Tapi kemudian dia tertarik dengan ide untuk membuka toko sepatu. Dia mengatakan: 'Ide ku adalah untuk menjual sepatu yang berukuran utama saja, dengan warna dasar, karena menurut apa yang aku membaca dari sebuah buku di Harvard Business School, 80 persen orang punya kaki berukuran antara 7 sampai 10. Tapi kemudian aku membatalkannya, karena aku tidak yakin bahwa aku benar-benar ingin menjual sepatu.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-XlwaMYzU-ls/TVyky2wPKNI/AAAAAAAABVE/nGpfoleqbWc/s400/Pengusaha-6.gif" align="left" width="243" height="241"&gt;Akhirnya, dia mendapat ide untuk membuka toko sandwich, sehingga di tahun 2001, diusianya yang ke 25, dia nekat untuk melepaskan pekerjaannya dibidang periklanan. Dengan tabungan sebesar £50,000 dan pinjaman dari bank sebesar £50,000, dia mulai membuka toko pertamanya di West London dan memberinya nama Rollover. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama tersebut diambilnya dari sebuah istilah dibidang accounting, dan istilah itu membuatnya tertawa. USP (unique selling point) yang dipilihnya adalah baguettes segar yang dipanggang langsung dari oven.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi karena belum punya pengalaman di industri makanan, dalam waktu yang tidak beberapa lama, Sanger mengalami masalah. Meski dia sudah bekerja dari jam 5 pagi sampai 9 malam, enam hari per minggu, tapi tokonya tetap saja merugi dan setelah tiga bulan, dia mencapai titik krisis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Meski aku bekerja seperti seorang budak, tapi tetap saja tidak mampu untuk membayar diri ku sendiri. Masa depan ku tampak suram, ditambah lagi angsuran yang tetap harus dibayar selama 15 tahun ke depan. Aku tahu, bahwa saat itu aku cuma punya dua pilihan. Satu, menutup bisnis ku dan kembali bekerja untuk orang lain, atau yang kedua, yaitu mencari cara untuk membuat bisnis ku berhasil.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam keputus-asaannya, dia memutuskan bahwa jawabannya adalah dengan mencari konsumen yang mau membeli dalam jumlah yang besar. Jadi, dia menyewa seorang menejer untuk menjalankan tokonya, agar dia dia punya kesempatan untuk keluar dan mencari order dalam jumlah yang besar di hotel-hotel dan rumah sakit lokal. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strateginya berhasil. Dalam dua bulan, penjualannya meningkat tiga kali lipat dan bisnisnya berkembang pesat. Pada tahun 1995, Sanger sudah berhasil membuka delapan cabang dari toko sandwichnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski sudah memiliki delapan cabang, tapi Sanger bisa melihat dengan jelas bahwa kedelapan toko tersebut tidak akan pernah bisa memberikan tingkat kesuksesan yang dia impikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai pada suatu hari, saat sedang berada di Copenhagen untuk berakhir pekan dengan pacarnya yang berkewarga negaraan Denmark, dia membeli hot dog dari sebuah kios di pinggir jalan lalu menyadari bahwa ternyata disana, hot dog adalah salah satu makanan yang begitu populer. Saat itulah ide besarnya muncul. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Hot dog itu begitu lezat dan aku itu membuat ku heran kenapa aku tidak pernah menemukannya di Inggris. Lalu aku menyadari bahwa itu mungkin karena disana ada persepsi yang mengatakan kalau hot dog itu adalah makanan yang tidak berkualitas dan cuma disukai oleh anak-anak. Tapi di Denmark, semua orang menyukainya. Jadi, aku memutuskan untuk mencobanya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan, tidak seperti hot dog yang pernah dia makan di Inggris, hot dog Denmark ini dibuat menggunakan mesin khusus, dimana sausnya di masukkan ke dalam gulungan roti, sehingga tidak tampak dari luar, membuat hot dog tersebut lebih mudah untuk dipegang dan tidak berantakan saat di makan, sangat jauh berbeda dengan hot dog konvensional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sanger menghabiskan seluruh akhir pekannya di Copenhagen untuk bertanya pada para penjual mengenai hot dog mereka. Dia mengatakan: 'Aku mendatangi mereka satu persatu untuk bertanya tentang cara mereka melakukannya, dimana mereka mendapatkan bahan-bahannya, dan berapa banyak yang mereka jual.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di akhir liburannya, dia membeli sebuah mesin pembuat hot dog dari salah satu penjual dengan harga £500. Setelah sampai di Inggris, dia meminta salah satu pabrik disana untuk memodifikasi mesin tersebut, sehingga konsumen bisa melihat apa yang sedang terhadi di dalam mesin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Mesin itu terdiri dari kotak yang terbuat dari stainless steel dengan sebuah paku pada salah satu ujungnya. Semua orang di Denmark tahu apa yang ada di dalamnya. Tapi disini, aku perlu untuk membuat agar konsumen Inggris yang tidak biasa membeli hot dog jadi bisa memahaminya. Jadi, kami mengganti kotak stainless steel tersebut dengan drum yang terbuat dari kaca, sehingga orang-orang bisa melihat tempat saus yang ada di dalamnya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah selesai, Sanger menempatkan mesin tersebut disalah satu toko sandwichnya, mengimport saus berkualitas tinggi dari Jerman, dan memasukkannya ke dalam baguettes. Dalam waktu singkat, penjualan dari mesin tersebut meningkat dengan tajam sehingga dia meminta pihak pabrik untuk membuatkan tujuh buah mesin yang sama untuk ditempatkan pada kedelapan toko miliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama untuk hot dog tersebut datang secara tidak sengaja. Dia mengatakan: 'Biasanya kami membuat hot dog di toko Rollover sandwich dan konsumen akan datang untuk meminta rollover dengan kecap. Kami tidak bermaksud untuk membuatnya jadi seperti itu, nama itu muncul begitu saja.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, wanita pemilik pub setempat bertanya pada Sanger apakah dia bisa meminjamkan salah satu mesinnya untuk membuat hot dog bagi para konsumen yang akan menonton pertandingan rugby. Dia mengatakan iya dan minjamkan salah satu mesinnya pada wanita tersebut hari itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ternyata wanita tersebut berhasil menjual habis semua hot dog-nya, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Dua minggu kemudian, menejer area dari pub tersebut menghubungi Sanger untuk bertanya apakah dia bisa menyewa enam mesin hot dog untuk ditempatkan pada semua pub-nya, dan lahirlah bisnis wholesale hot dog.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mulai menjual mesin hot dog ke berbagai pub dan club dan mensupply mereka dengan roti dan sausnya. Bisnis tersebut berkembang dengan pesat sehingga di tahun 1997 Sanger memutuskan untuk menjual toko sandiwichnya seharga £350,000 agar bisa berkonsentrasi untuk mengembangkan bisnis hot dog-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, situasi tidak berjalan sesuai rencana. Terdorong oleh kesuksesan mesin hot dog-nya, dia memutuskan untuk membuka outlet retail hot dog di berbagai pusat perbelanjaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga outlet pertama berjalan dengan lancar dengan modal sebesar £750,000 yang dia pinjam dari bank. Dia mengakui: 'Aku terlalu terburu-buru. Aku membuka 18 outlet hanya dalam 18 bulan. Tapi itu menjadi bencana, sebab, banyak staff yang melakukan kecurangan dan pencurian, sehingga kami banyak mengalami kerugian. Tapi aku tetap optimis dan memfokuskan diri untuk mengambil hikmahnya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya, setelah 18 bulan, Sanger akhirnya menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk menutup setengahnya. Kemudian, selama 18 bulan berikutnya, dia habiskan untuk menutup outlet-outlet dan franchising yang gagal, dan harus mengalami kerugian dalam jumlah yang besar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Itu adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga. Dari situ aku jadi tahu bahwa seharusya aku lebih memfokuskan diri untuk kesuksesan jangka panjang. Kegagalan itu bukan disebabkan karena aku mencoba untuk membuatnya menjadi retail, melainkan karena aku melakukannya terlalu cepat, tanpa lebih dulu menganalisanya dengan matang.'&amp;nbsp; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untunglah, tingkat penjualan hot dog-nya masih tetap tinggi, sehingga Sanger bisa tetap bertahan dalam menghadapi masa-masa perubahan yang sangat drastis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rollover sekarang telah menjual lebih dari 25 juta hot dog per tahun dan mensupply sebagian besar dari club-club sepakbola, taman-taman hiburan, dan tempat-tempat consert diseluruh penjuru Inggris. Sampai saat ini, dia telah membuat delapan variasi hot dog yang berbeda, termasuk untuk mereka yang menyukai daging ayam dan mereka yang vegetarian, dengan volume penjualan mencapai sekitar £10 juta ditahun 2006. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun itu pula, Sanger memutuskan untuk menjual bisnisnya pada Piper Equity, tapi tetap mempertahankan 21 persen dari kepemilikan sahamnya dalam bisnis, dan memegang jabatan sebagai salah satu direksi non-eksekutif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2008, dia membeli hak paten dari ScentAir, yang mensupply peralatan pewangi ruangan untuk hotel-hotel dan restaurant.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Sanger yang sudah berusia 44 tahun, berniat untuk kembali ke Copenhagen dan menikahi pacarnya. Terkadang, dia masih belum percaya bahwa liburan akhir pekan yang dilakukannya disana, bisa memberikan inspirasi yang kemudian berubah menjadi sebuah&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kursus-bahasa.html"&gt;kisah sukses&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sangat bangga dengan apa yang telah aku capai. Itu semua pengalaman yang sangat berharga. Bukan uang yang membuat ku terinspirasi, melainkan keinginan untuk menjadi yang terbesar dan terbaik.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, untuk mencari dan menemukan sebuah ide yang bagus dan mengubahnya menjadi sebuah bisnis yang sukses itu hanyalah masalah ketekunan dan kesabaran. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Sangat jarang ada orang yang benar-benar bisa menemukan sesuatu yang baru. Mereka umumnya hanyalah mengubah sesuatu yang sudah ada, lalu meningkatkannya. Kesuksesan itu umumnya tidak ditentukan oleh bakat, tapi lebih ditentukan oleh kesabaran dan keberanian untuk bertindak saat peluang menampakkan dirinya.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-5100145616129456860?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/5100145616129456860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-hot-dog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/5100145616129456860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/5100145616129456860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-hot-dog.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Hot Dog'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XlwaMYzU-ls/TVyky2wPKNI/AAAAAAAABVE/nGpfoleqbWc/s72-c/Pengusaha-6.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4767951479170563311</id><published>2011-02-16T02:44:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:31:57.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kursus Bahasa Inggris'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Kursus Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;p&gt;Berkompetisi adalah sesuatu yang telah dipelajari Deirdre Bounds sejak masih kecil. Sebagai bungsu dari lima bersaudara yang terlahir di sebuah keluarga imigran Irlandia yang bermukim di Merseyside, dia menyadari bahwa tidak ada yang akan datang secara cuma-cuma tanpa perjuangan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-nkshI6yVtHU/TVuqdIAc5qI/AAAAAAAABU8/ruZYbxbJYNs/s400/Pengusaha-5.gif" align="left" width="276" height="230"&gt;Dia mengatakan: 'Kami tidak punya banyak dan untuk mendapatkan sesuatu di dalam rumah, anda harus benar-benar berusaha keras dan mencari cara yang paling tepat, bahkan sekedar untuk mempertahankan porsi makan malam jika anda tidak ingin orang lain mengambilnya saat anda lengah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masa-masa sekolah harus dilaluinya dengan penuh perjuangan. Dia mengatakan: 'Aku selalu tampak sedikit lusuh dan sedikit eksentrik, jadi sekolah, aku adalah satu-satunya anak yang duduk disudut dan tidak mempunyai teman. Itu adalah saat-saat yang cukup menyedihkan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat disekolah dasar, Bounds merasa sangat tidak bahagia sehingga saat mulai memasuki sekolah menengah, dia bertekad bahwa semuanya akan jadi berbeda. Dia mengatakan: 'Aku ingat saat aku memutuskan bahwa aku akan sukses dalam setiap hal yang aku lakukan, dan hanya ada satu orang yang bisa mengubah segalanya, yaitu aku sendiri.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia berhasil melewatinya dengan baik sehingga di tahun 1983, dia berhasil masuk ke universitas Leeds untuk mempelajari bisnis dan ilmu sosial. Pada awalnya, dia berencana untuk menjadi pekerja sosial tapi setelah ditempatkan pada sebuah rumah untuk anak-anak nakal, dia mengubah keputusannya. Dan lalu setelah lulus, dia lebih memilih untuk mengambil pekerjaan dibidang periklanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, dia bekerja untuk sebuah perusahaan yang memproduksi mesin pembuat sepatu, dan ditugaskan mengunjungi berbagai pabrik di seluruh penjuru dunia untuk mendemonstrasikan mesin tersebut. Dan tidak beberapa lama kemudian, dia merasa tidak betah karena harus selalu melakukan perjalanan dan memutuskan untuk berhenti bekerja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu, dia mengambil kursus TEFL (teaching English as a foreign language) dan dikirim ke Jepang untuk bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sana. Selama beberapa tahun dia menetap di Jepang, mengunjungi China dan Australia dan akhirnya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Yunani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat kembali ke Inggris, Bound sudah berusia 30 tahun tapi masih belum punya rencana yang jelas mengenai kehidupannya. Lalu dia memutuskan untuk mencoba menjadi seorang komedian dan melakukan pertunjukan ke berbagai club di Northern. Dia mengatakan: 'Aku merasa bisa melakukan apapun yang ingin aku lakukan, dan aku tidak terlalu memperdulikan apa yang dikatakan orang mengenai diri ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga menjadi pekerja paruh waktu dan akhirnya menyadari bahwa mengajar bahwa Inggris juga bisa menjadi sarana yang berguna untuk orang-orang yang berusia muda sambil mereka mengisi waktu sebelum memasuki universitas. Semenjak itu, dia mulai memasuki sekolah-sekolah di dalam kota untuk mengajar kursus TEFL.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide besarnya datang saat orang-orang menanyakan apakah mereka juga bisa mengikuti kursus dikelasnya. Bounds kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai perusahaannya sendiri yang menawarkan kursus TEFL selama akhir pekan. Dia percaya bahwa kursus singkat akan lebih sesuai dibanding kursus selama empat minggu yang lebih mahal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, Bounds meminjam £1,000 dari orang tuanya dan membuat iklan di koran lokal di kota Birmingham karena mengira bahwa orang-orang yang hidup disana mungkin akan lebih tertarik untuk mengikuti kursus yang disediakannya. Dia mengatakan: 'Aku menuju Birmingham pada suatu malam dibulan November yang sangat berkabut dan aku merasa bahwa orang-orang disana pasti sangat ingin bisa keluar dan meninggalkan kota tersebut untuk bekerja di tempat lain.'&amp;nbsp; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkiraannya ternyata benar. Dari iklan tersebut, dia mendapat 150 peminat. Kursus pertamanya dihadiri oleh 18 orang sehingga dia bisa menghasilkan uang yang cukup untuk membeli sebuah mobil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terinspirasi oleh kesuksesannya, Bounds mulai menawarkan kursus TEFL-nya keseluruh penjuru negeri. Dia begitu sukses sehingga dalam waktu singkat harus mempekerjakan beberapa orang tutor untuk membantunya. Dia mengatakan: 'Tidak ada rencana atau research pasar, semuanya aku lakukan hanya mengandalkan nyali karena aku tidak punya pengalaman bisnis dan tidak punya tempat untuk bertanya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, pendekatannya yang tidak konvensional ini belum tentu akan memberikan hasil yang sama baiknya jika dilakukan oleh orang lain. 'Aku rasa kami telah membuat beberapa pesaing kehilangan pasar. Beberapa orang yang menjalankan kursus TEFL tradisional menggambarkan kami sebagai &amp;quot;sekelompok pemula dari universitas Leeds.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi itu tidak membuatnya menjadi gentar. Saat orang-orang yang mengambil kursusnya bertanya apakah dia bisa membantu mereka untuk mencarikan pekerjaan, sekali lagi dia memutuskan untuk menerima tantangan tersebut. Dia mengatakan: 'Aku ingin tahu, adakah sekolah-sekolah diluar negeri yang sedang mencari sukarelawan untuk dijadikan sebagai guru bahasa Inggris, sehingga orang-orang yang mengambil kursus ku punya kesempatan untuk mencari pengalaman disana.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia mulai mengirim faks kebeberapa sekolah diluar negeri, dan dalam hitungan hari, mendapat telephone balasan dari sebuah sekolah di Russia yang setuju untuk menerima beberapa guru darinya. Kemudian diikuti dengan beberapa sekolah yang berada di India dan Sri Lanka, dimana masing-masing tenaga sukarelawan yang dikirim, akan membayar fee kepada Bounds atas jasanya dalam mengatur penempatan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan bisnis yang berkembang pesat, Bounds memindahkan kantornya dari tempat tinggalnya ke sebuah ruangan yang disediakan oleh sebuah sekolah lokal sebagai imbalan atas jasanya memberikan beberapa kursus disekolah tersebut. Dia mengatakan: 'Aku merasa agak takut untuk menandatangani kontrak apapun karena aku tidak tahu bagaimana bisnis ini akan berjalan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sebuah percakapannya dengan seseorang yang memberikan saran mengenai teknologi perkantoran telah mengubah pandangannya. Dia mengatakan: 'Orang tersebut menganjurkan aku untuk keluar dari rasa takut ku dan bergerak maju.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Bounds memindahkan kantornya ke sebuah gedung perkantoran dan mempekerjakan beberapa staff tambahan. Dia juga mulai mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dan penempatan para relawan, dengan imbalan sejumlah fee tentunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengakui bahwa ini adalah hal yang tidak biasa. Dia mengatakan: 'Banyak yang mencemooh ide ku, dan mengatakan bahwa tidak ada orang yang akan membayar untuk bisa bekerja, tapi aku ingin menjadikan aktivitas pengiriman tenaga relawan keluar negeri menjadi sebuah produk perjalanan yang menyenangkan dan bukan sekedar kegiatan amal yang membosankan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1988, terjadi peningkatan minat dari orang-orang yang berada di Amerika terhadap project pengiriman tenaga guru relawan. Tapi orang-orang menjadi enggan karena mereka diharuskan untuk lebih dulu mengambil kursus TEFL di Inggris. Dan itu membuat Bounds mendapatkan ide untuk membuat konsep mengenai kursus TEFL online yang bisa diakses dari seluruh penjuru dunia. Dia mengatakan: 'Aku aku mengemukakan ide ku tapi orang-orang cuma mengatakan, &amp;quot;Jangan konyol, kau pasti bercanda, tidak orang yang bakal mau membelinya.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lagi-lagi, hal ini tidak membuat Bounds menjadi gentar, dia melangkah maju dan meluncurkan kursus bahasa Inggris online-nya di tahun 1999. Sekali lagi, instingnya berkata benar. Saat ini, tidak kurang dari 7.000 orang per tahun yang mengambil kursus bahasa Inggris online miliknya, yang sekarang menjadi sumber keuntungan utama bagi perusahaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, tidak semua yang disentuhnya menjadi emas. Tiga tahun yang lalu, setelah merasa frustasi atas kekurangannya dalam berbahasa Spanyol saat mengunjungi Honduras, dia memutuskan untuk menawarkan kursus bahasa Amerika-Latin di Leeds dan London. Beberapa orang tertarik untuk mengikuti kursusnya tapi jumlahnya tidak cukup untuk memberikannya keuntungan sehingga ide tersebut ditangguhkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, perusahaannya telah mempunyai 300 project di 24 negara, dimana orang-orang akan membayar agar bisa bekerja di luar negeri sebagai guru bahasa Inggris, atau bekerja dalam project konservasi, atau bekerja dipanti-panti asuhan, atau tempat-tempat kontruksi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahannya juga baru saja meluncurkan tur untuk keliling Asia dan Afrika dimana orang-orang akan dikirim sebagai relawan untuk bekerja disana. Di tahun 2007, Bounds menjual bisnisnya pada TUI Travel dengan harga £12 juta. Setelah itu dia mensetup perusahaan penyelenggara pesta untuk anak-anak, www.partiesaroundtheworld.co.uk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Bounds, sebagian besar idenya dia dapatkan saat sedang berbicara dengan orang-orang yang tidak dia kenal ketika berada di kereta maupun pesawat. Dia mengatakan: 'Aku termasuk orang yang suka ingin tahu dan seringkali sebuah ide akan datang dari orang-orang yang aku ajak bicara. Aku terkadang merasa takut saat sedang berada di pesawat, sehingga saat pesawat tinggal landas aku akan mengajak bicara orang yang berada di sebelah ku. Berada selama delapan jam di pesawat, anda akan tahu apakah orang disebelah anda suka diajak berbicara dan anda bisa mendapat beberapa informasi berharga dari orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat Bounds menemukan sebuah ide yang disukainya, bisanya dia akan bertindak berdasarkan instingnya. Dia mengatakan: 'Dulu, untuk mulai menerapkan suatu ide aku cuma membutuhkan waktu beberapa menit, tapi untuk saat ini mungkin akan membutuhkan beberapa minggu. Tapi begitu aku memutuskan untuk melakukan sesuatu, aku akan melakukannya dengan cepat, karena jika ide tersebut memang benar-benar bagus, maka akan cepat ditiru oleh orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu ide yang belum punya waktu untuk diterapkannya adalah membuat website yang menjual produk-produk untuk menjaga kesehatan dan kebugaraan dimasa-masa liburan. Dia telah mempunyai nama untuk website tersebut, wellbeingbreaks.com, dan bahkan sempat meluncurkan situs tersebut beberapa waktu yang lalu. Tapi tiga hari kemudian, dia menyadari bahwa dia tidak punya waktu untuk berkomitmen pada project tersebut dan memutuskan untuk menundanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku rasa banyak yang membutuhkan situs portal untuk yoga dan spa. Itu masih tetap menjadi sebuah ide yang bagus, tapi aku menundanya karena aku tidak bisa fokus pada terlalu banyak hal dalam waktu yang bersamaan, karena aku tidak ingin semuanya malah jadi berantakan. Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya. Aku sekarang sudah tahu bahwa aku tidak bisa melakukan semuanya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengakui bahwa, hasratnyalah yang mengarahkannya untuk mengubah suatu ide menjadi aksi. Dia mengatakan: 'Aku suka memikirkan berbagai hal dan aku suka membuatnya berhasil.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, diusianya yang ke 45, sudah menikah dan punya dua orang anak, Bounds merasa bahwa&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-minyak-cukur.html"&gt;rahasia kesuksesan&lt;/a&gt;-nya adalah &lt;b&gt;selalu meminta bantuan&lt;/b&gt;. Dia mengatakan: 'Akan selalu ada orang lain yang lebih tahu mengenai apa yang semestinya aku lakukan.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4767951479170563311?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4767951479170563311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kursus-bahasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4767951479170563311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4767951479170563311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kursus-bahasa.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Kursus Bahasa Inggris'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nkshI6yVtHU/TVuqdIAc5qI/AAAAAAAABU8/ruZYbxbJYNs/s72-c/Pengusaha-5.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4476012827782786622</id><published>2011-02-15T17:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:32:14.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minyak Cukur'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Minyak Cukur</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saat memutuskan bahwa dia ingin minyak cukur buatannya di beri merek King of Shaves, Will King mendapatkan masalah. Menggunakan kata 'King of' bisa dianggap sebagai suatu pujian yang mengartikan bahwa produknya adalah yang terbaik, sehingga kata itu tidak di ijinkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi itu tidak cukup untuk membuat King menyerah, dia menyewa seorang pengacara petent dan mengajukan pembelaan atas kasusnya di European Patent Court, dan dia menang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;King adalah orang yang tidak mudah menyerah. Dia dibesarkan di Lowestoft, Suffolk. Kedua orang tuanya adalah guru. Saat masih sekolah, dia belajar tentang dunia pelayaran dan merasa sangat tertarik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada usia 15 tahun, dia menjadi intruktur pelayaran yang termuda. Dia mengatakan: 'Saat itu aku merasa sangat senang, tidak seperti di sekolah dimana ayah ku mengajar disana yang membuatku merasa sedikit terkekang karena menjadi anak dari seorang guru. Tapi untunglah akhirnya aku bisa menemukan sesuatu yang mampu aku kuasai dengan baik.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasratnya terhadap dunia pelayaran mengarahkannya untuk mengambil gelar di Southampton University dan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan kapal dan yacht. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi disana, dia tidak mendapat nilai A yang diperlukan, dan itu membuatnya jadi terkatung-katung. Dia berusaha untuk mengambil jurusan naval engineering di politeknik, tapi karena terjadi perubahan, akhirnya masuk ke jurusan mechanical engineering yang sebenarnya tidak terlalu dia minati. Dia mengatakan: 'Jurusan itu adalah tentang mendesign mesin turbo, dan karena matematika ku tidak begitu bagus, aku harus benar-benar bekerja keras disana.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasinya semakin memburuk. Saat King mengetahui bahwa Simon Le Bon, penyanyi utama dari kelompok band Duran Duran sedang mencari crew untuk menjadi awak kapalnya, King memutuskan untuk melamar dan melarikan diri ke laut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ternyata dia terlambat, lamaran sudah ditutup. Dia mengatakan: 'Andai aku berangkat Kamis sore dan bukannya lebih dulu mengambil kelas matematika, maka hidup ku pasti akan lain. Aku benar-benar bingung.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menginap beberapa hari di Isle of Wight bersama beberapa orang teman, dia memutuskan untuk menghubungi orang tuanya dan meminta nasehat. Orang tuanya menganjurkannya untuk lebih dulu menyelesaikan kuliah, dan dia melakukannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat lulus di tahun 1987, orang tuanya mengatakan bahwa sudah saatnya bagi King untuk mulai mencari pekerjaan. Jadi, tanpa tahu apa yang ingin dia lakukan, King melamar pekerjaan disebuah majalah marketing untuk bagian penjualan space iklan, yang menjanjikannya gaji yang besar jika dia mampu memenuhi target penjualan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menerima tantangan tersebut. Dia mengatakan: 'Aku selalu percaya bahwa ketekunan adalah sifat yang bagus untuk dimiliki, sehingga aku mulai menelpon sebanyak 220 prospek setiap hari agar bisa mendapatkan sedikitnya sembilan konsumen. Itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Aku banyak belajar dari situ. Jika anda tidak berusaha cukup keras, maka anda tidak mendapatkan jumlah penjualan yang cukup.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;King akhirnya menyadari bahwa dia punya potensi di bagian penjualan, dan setelah tiga bulan, dia mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan konferensi yang menjual event. Dia menetapkan target untuk melipat gandakan penghasilannya, belajar mengendarai mobil, dan membeli rumahnya sendiri dalam jangka waktu satu tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi keadaan tidak berjalan sesuai keinginan. Resesi melanda dan perusahaan tempatnya bekerja mengalami masalah. King mendapat kesulitan untuk mencari konsumen. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, akhirnya dia menyadari bahwa meski orang-orang sudah tidak mampu lagi untuk melakukan konferensi, tapi mereka masih tetap mampu untuk membeli item-item kecil misalnya battere dan pisau cukur. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia memutuskan untuk menemukan produk yang bisa dijualnya sendiri. Dia mengatakan: 'Aku memutuskan bahwa betapapun buruknya situasi, orang-orang akan selalu memerlukan suatu produk. Dan aku ingin bisa menjadi penguasa atas nasib ku sendiri. Jadi, ini hanyalah masalah memilih produk.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak beberapa lama kemudian, dia menemukan ide besarnya, yang berada tepat di depan hidungnya. King selalu punya masalah saat bercukur karena kulitnya yang sensitif, dan pisau cukur akan selalu meninggalkan bekas luka dan rasa gatal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, pada suatu hari, pacarnya menyarankan dia untuk menggunakan bath oil pada kulitnya sebelum bercukur dan melihat apakah ada efeknya. Ternyata benar. Dia mengatakan: 'Rasanya sangat menyenangkan. Minyak tersebut membuat pisau cukur tidak menimbulkan rasa gatal. Dan itu membuat ku jadi berpikir, jika trick ini efektif untuk ku, maka akan efektif juga untuk orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terinspirasi oleh penemuannya, dia mulai mengumpulkan sejumlah minyak exotic dan essensial dari sebuah toko aromatherapy, lalu mencampurkannya di rumah untuk dibuat menjadi minyak cukur. Kemudian, dia melacak para supplier dan membeli minyak dalam jumlah besar, menanamkan modal pada perusahaannya dengan mencari pinjaman sebesar £10,000 dan meminjam sebanyak £30,000 dari dua orang temannya dengan perjanjian bagi hasil dalam bisnis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-m6P3zxHro2k/TVsrj3GC1GI/AAAAAAAABU0/hmeRwYTjHFI/s400/Pengusaha-4.gif" align="left" width="213" height="203"&gt;Dia mengatakan: 'Aku mengisi 10.000 botol secara manual di rumah. Itu membutuhkan waktu selama dua minggu.' Pada awalnya, dia memutuskan untuk menghubungi salah satu produsen minyak cukur yang berada dikota Lowestoft dimana dia tinggal. Tapi suatu hari, saat sedang bermain kartu, ayahnya yang sedang memegang kartu king menyarankan nama King of Shaves untuk minyak cukurnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;King segera memutuskan bahwa jika minyaknya ingin sukses, berarti perlu di stock oleh Harrods. Jadi, dengan menggunakan teknik cold-calling, dia berhasil berbicara langsung dengan sang pemilik, Mohammed Fayed, dan membujuknya untuk menstock minyaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, untuk membuat bisnisnya sukses, itu membutuhkan kerja keras. Pada akhir tahun pertama, King hanya berhasil mendapat penjualan sebanyak £300, yang sebagian besar hanya terjual untuk kalangan teman dan keluarganya, dan mengalami kerugian sebanyak £30,000. Saat dia membutuhkan £10,000 untuk membiayai kampanye publikasinya, dia harus menjual 12,5 persen dari kepemilikan perusahannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga harus banyak menghadapi orang-orang yang skeptis. Dia mengatakan: 'Kami mempunyai minyak dalam botol kecil ini dan tidak ada yang percaya bahwa minyak ini akan memberikan hasil yang efektif. Saat saya memberi tahu orang-orang bahwa saya akan bangkit dan menantang Gillette serta mengubah pandangan orang-orang, mereka mencemooh dan mengatakan: &amp;quot;Bagaimana mungkin kamu mampu melakukan itu?&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata memang benar, orang-orang begitu yakin bahwa King sedang menuju kehancuran karena saat itu, King memulai bisnis lain dengan menjual pakaian selancar yang disebut Bodyglove, yang menjadi fitur dari acara televisi Baywatch. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah ide yang buruk. King mengatakan: 'Itu adalah sebuah mimpi buruk. Semua orang mengira bahwa bisnis pakaian akan benar-benar bagus tapi tidak ada satupun toko selancar yang membayar tagihannya dan itu sangat menyita waktu. Setelah dua tahun, aku menutupnya, dan kemudian aku menyadari bahwa aku hampir saja menghancurkan King of Shaves karena tidak fokus.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya, ditahun 1994, dia membujuk Boots untuk menstock minyaknya dan pada akhir tahun kedua bisnisnya, penjualannya meningkat menjadi £58,000. Dia mengatakan: 'Aku menempatkan botol-botol tersebut diatas rak di dalam toko Boots dengan label buatan sendiri yang tampak amatiran. Itu berhasil dan karena label tersebut tampak cukup amatiran, orang-orang berkata: &amp;quot;Aku akan mencobanya.&amp;quot;' Aku mendapat banyak surat dan telephone dari orang-orang yang mengatakan bahwa minyak tersebut telah mengubah hidup mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;King juga harus bekerja keras untuk mendapat liputan dari berbagai majalah pria misalnya FHM dan GQ.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 1995, dia meluncurkan sebuah minyak cukur yang kedua dan ditahun yang sama dia meluncurkan sejumlah produk untuk perawatan kulit bagi pria. Sampai tahap ini, dia telah kehabisan uang sehingga harus meminjam £100,000 dari bank, dan mulai memberikan discount untuk mendapatkan lebih banyak uang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah titik awal bagi perubahan bisnisnya. Produk-produk King of Shaves mulai mengisi berbagai supermarket terkemuka dan perusahaannya mulai membuat minyak wangi yang berada dibawah licensi untuk toko pakaian Ted Baker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;King meluncurkan pisau cukurnya sendiri, Azor, di tahun 2008, yang berjalan cukup &lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-perawatan-taman.html"&gt;sukses&lt;/a&gt;. Bisnisnya, yang sebagian kecil saham berada dibawah kepemilikannya, diharapkan akan mendapat penjualan setidaknya £30 juta ditahun 2010.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, dia usinya yang ke 44, dengan status duda yang memiliki satu orang anak, King beranggapan bahwa rahasia kesuksesannya adalah mampu untuk menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan. Dia mengatakan: 'Anda harus mampu untuk menunjukkan bahwa ada alasan untuk segala sesuatu. Mengapa orang tidak pernah menciptakan mobil beroda lima? Karena orang tidak membutuhkannya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian besar kesuksesannya juga berasal dari keyakinan dirinya. Dia mengatakan: 'Anda bisa melakukan apapun jika anda percaya bahwa anda bisa melakukannya, dan anda harus tekun untuk benar-benar bisa memulai dan melakukannya. Aku sangat menyukai tantangan untuk melakukan apa yang dianggap orang lain sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Orang-orang mengira bahwa Gillete tidak mungkin bisa digoyahkan karena berada di posisi puncak. Tapi perusahaan yang besar dulunya juga adalah perusahaan yang kecil, dan orang-orang melupakan hal itu.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4476012827782786622?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4476012827782786622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-minyak-cukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4476012827782786622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4476012827782786622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-minyak-cukur.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Minyak Cukur'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-m6P3zxHro2k/TVsrj3GC1GI/AAAAAAAABU0/hmeRwYTjHFI/s72-c/Pengusaha-4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4912715788393694666</id><published>2011-02-14T01:56:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:32:59.479-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawatan Rumput'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Perawatan Taman</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sejak berusia dini, insting kewirausahaan Stephen Waring sudah terasah. Semenjak berusian 14 tahun, dia sudah mulai menghasilkan uang dengan membingkai photo-photo tua lalu menjualnya dipasar loak lokal. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1VCN3eks2YY/TVj8JlMwsCI/AAAAAAAABUs/lqzKNOt1pFg/s400/Pengusaha-3.gif" align="left" width="260" height="207"&gt;Dia mengatakan, 'Aku akan mencari gambar-gambar di surat kabar lokal, yaitu Illustrated London News, kemudian membingkainya. Aku selalu tertarik untuk menghasilkan sedikit uang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai salah satu dari lima bersaudara, Waring terlahir di Wirral, tapi saat dia berusia empat tahun, keluarganya memutuskan untuk pindah ke North Wales. Dia mempunyai prestasi yang tinggi di sekolah dan pada usia 10 tahun dia melompat satu tingkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayahnya adalah seorang sales director untuk sebuah perusahaan isolasi. Pada usia 16 tahun, Waring mulai membantu ayahnya untuk mencari calon konsumen dengan cara mengetuk pintu demi pintu dan memberi tahu orang-orang bahwa mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mengisolasi atap mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari situ dia tahu bahwa dia mempunyai keahlian dibidang tersebut, lalu memutuskan meninggalkan sekolahnya di usia 17 tahun dan mendirikan perusahannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski mempunyai prestasi yang sangat baik disekolah, dia tidak pernah berniat untuk masuk ke universitas. Dia mengatakan: 'Aku selalu merasa bahwa anda tidak perlu gelar untuk memanfaatkan peluang bisnis. Dan mempunyai pandangan bahwa jika aku ingin sukses, aku bisa melakukannya sendiri.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam waktu singkat, Waring menghasilkan banyak keuntungan dalam bisnis sehingga membujuk kakaknya untuk datang dan membantunya. Saat kakaknya menikah dengan seorang wanita Amerika ditahun 1985, Waring terbang ke Amerika untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berada disana, dia mendapatkan sebuah ide. Saat sedang berbicara dengan paman dari sang mempelai wanita yang memiliki perusahaan perawatan rumput (untuk taman) dan mengetahui bahwa 24 persen dari pemilik rumah di Amerika selalu membayar seseorang secara teratur untuk merawa rumputnya, Waring kepincut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Orang-orang rela membayar perusahaan agar datang ke rumahnya setiap tujuh sampai delapan kali pertahun cuma untuk merapikan taman, memotong rumput dan mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh serangga. Dan mereka mau membayarnya setiap tahun. Ku pikir itu adalah sebuah konsep yang menarik.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat kembali ke rumah, Waring memutuskan untuk melupakan perusahaannya yang lamanya, dan ingin memulai perusahaan perawatan rumputnya sendiri. Orang tuanya tidak yakin bahwa ada orang di Inggris yang mau membayar untuk memiliki rumput yang hijau. Pantang menyerah, Waring mulai meneliti idenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku mendatangi perpustakaan lokal dan melalui Yellow Pages, aku ingin mencari tahu apakah sudah ada perusahaan lain yang menerapkan ide ku. Ternyata belum ada. Sebuah jasa yang telah digunakan oleh jutaan orang di Amerika, ternyata belum ada yang menawarkannya di Britania.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menghabiskan waktu selama enam bulan untuk menciptakan ulang rerumputan hijau yang dia lihat di Amerika. Pertama, dia membaca setiap informasi yang bisa dia temukan. Kemudian, dia mendatangi rumah-rumah lokal untuk mempelajari berbagai jenis rumput, mana yang bagus dan mana yang tidak bagus. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengtakan: 'Aku sangat terkesan dengan potensi untuk menciptakan rumput yang indah karena sebagian besar orang tidak memilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, dia mulai mencampurkan berbagai bahan pupuk, misalnya nitrogen phosphate dan potash ke dalam ember untuk berekperimen di rumput yang ada dihalaman rumah orang tuanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Itu adalah trial dan error. Pertama-tama, aku mengubah rumput dihalaman rumah orang tua ku menjadi orange, kemudian menjadi hitam.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, Waring mendapatkan campuran yang paling tepat dan bisa mengubah rumput menjadi hijau. Dia menghabiskan sebanyak £64 untuk membuat ratusan leaflets yang mengiklankan jasanya dan mendistribusikannya di lingkungan sekitar rumahnya di North Wales. Kemudian, dia mengetuk pintu demi pintu. Dia berhasil mendapat 70 konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secepatnya, Waring memantapkan rutinitasnya yang melibatkan antara lain mungunjungi konsumen sebanyak empat sampai lima kali per tahun untuk merawat rumput mereka, dan secara efektif mengubah bisnis menjadi layanan sepanjang tahun. Dia mengatakan: 'Dalam setiap industri, adanya unsur keberlangsungan bisnis sepanjang tahun itu sangat penting, jika tidak maka yang anda bicarakan adalah bisnis musiman.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, akan selalu ada tantangan untuk memulai sebuah industri yang belum dikenal. Dia mengatakan: 'Aku tidak menjual jasa seperti yang biasa mereka gunakan, jadi aku harus menjual pada mereka sebuah ide atau konsep. Jadi, aku tidak melakukannya dengan cara bertanya, hallo, apakah anda membutuhkan sebuah jendela atau pintu yang baru? Aku harus menjelaskan pada mereka apa yang sebenarnya akan aku lakukan, sebelum aku bisa memberitahu mereka berapa biayanya. Dan sebagian besar peralatan yang aku gunakan adalah peralatan dasar. Tantangannya disini adalah bagaimana cara mengembangkan dari awal sebuah industri masih baru. Jadi bukan meniru apa yang sudah dilakukan orang lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berita mengenai rumput hijau yang menawan ini menyebar, semakin banyak konsumen yang mengikuti. Dalam waktu singkat, Waring mendapat begitu banyak job sehingga mempekerjakan adiknya untuk membantu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Orang-orang disini sangat kagum dengan hasil yang aku berikan, sehingga mereka merekomendasikannya pada teman-teman dan tetangganya. Setiap setelah satu kali perawatan, orang-orang akan melihat perbedaan yang luar biasa. Semua pelanggan datang kembali untuk meminta lebih.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditahun 1995, Waring sudah memiliki beberapa ribu konsumen tetap. Untuk bisa memenuhi permintaan, dia membujuk saudara iparnya untuk membuka cabang Green Thumb di Warrington. Kemudian, mereka membagi wilayah operasinya di North Wales menjadi dua sehingga dia mempunya tiga cabang bisnis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian suatu hari, seorang konsumen yang berpindah rumah ke area lain menyakan Waring apakah dia mau menjualkan franchise padanya agar dia bisa membuka Green Thumb-nya sendiri di Buckinghamshire. Waring lalu memutuskan bahwa bisnis franchising akan jauh lebih masuk akal, sehingga di tahun 1996, dia mulai menjual franchisenya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia sekarang telah memilki 113 fanchiser dan berpotensi untuk menjual jasanya pada sekitar 7 juta rumah yang ada di Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini Green Thumb mempunyai tidak kurang dari 185.000 pelanggan, yang rata-rata membayar sekitar £26 untuk sekali perawatan, dan punya lima kali perawatan per tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Franchiser telah mengkombinasikan penjualannya mencapai £25 per tahun, memberikan royalti tahunan pada perusahaan sebesar £5 juta. Perusahaan tersebut saat ini berkembang rata-rata 5 persen per bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, Waring tidak tertarik untuk mengembangkannya menjadi jasa pemotongan rumput. Dia mengatakan: 'Orang-orang&amp;nbsp; sering bertanya tentang itu karena mereka banyak melihat peluang yang berkaitan dengan bisnis ku. Tapi setiap orang bisa membeli dan memotongkan rumput seseorang lalu mendapatkan bayaran £7 per jam. Yang kami berikan adalah sebuah jasa yang khusus. Dan mengapa aku mau memperumit jasa ku dengan menambahkan hal-hal lain saat itu? Kami baru memulai tahap perkembangan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, Waring, 44 tahun, sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Dia mengatakan bahwa dia selalu yakin Green Thumb akan menjadi besar. Dia mengatakan: 'Saat orang-orang bertanya padaku apakah dulunya aku sudah mengira bahwa bisnis ku akan menjadi sesukses seperti sekarang, aku katakan ya, karena industri ini begitu besar di Amerika, dan iklim di Inggris lebih kondusif untuk bisnis perawatan rumput dibanding di Amerika.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan bahwa rahasia kesuksesan bisnisnya terletak pada keyakinan diri. Katanya: 'Akan sangat membantu jika anda mempunyai keyakinan diri yang kuat terhadap kemampuan anda sendiri dan tidak merasa takut karena anda tidak kuliah dan mendapat gelar dalam bidang bisnis.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga percaya untuk selalu memiliki perspektif jangka panjang. Dia mengatakan: 'Satu hal yang aku rasa telah membantu ku untuk mengembangkan bisnis ini, yaitu dari pada cuma duduk diam dan mencoba untuk mengurangi pengeluaran dengan memotong di sana dan di sini, akan lebih baik jika kita gunakan uang tersebut untuk memajukan bisnis. Dengan cara itulah anda bisa menghasilkan uang dari pada menghematnya.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kopi-instant.html"&gt;sukses&lt;/a&gt;, dan tidak seperti kebanyakan&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-panggung-hiburan.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt; lainnya, Waring sangat percaya akan pentingnya mempertahankan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan bisnisnya. Dia hanya menghabiskan tiga setengah hari setiap minggu untuk bekerja, dan selalu menghabiskan musim dingin untuk bersama keluarganya di Florida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku tidak percaya mengenai pentingnya untuk selalu bekerja sepanjang hari. Bekerja dengan cerdas itu lebih baik dari pada bekerja keras. Sebagian orang mengatakan bahwa makan siang itu cuma untuk pengecut, sungguh omong kosong. Bisnis ku adalah budak ku, bukan majikan ku.' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menambahkan: 'Uang tidak memotivasi ku, sehingga aku tidak terlalu menyukai kemewahan.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4912715788393694666?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4912715788393694666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-perawatan-taman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4912715788393694666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4912715788393694666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-perawatan-taman.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Perawatan Taman'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1VCN3eks2YY/TVj8JlMwsCI/AAAAAAAABUs/lqzKNOt1pFg/s72-c/Pengusaha-3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4544154797383364966</id><published>2011-02-13T23:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:33:28.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panggung Hiburan'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Panggung Hiburan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-retail-sam.html"&gt;Kisah sukses&lt;/a&gt; berikut ini menceritakan pengalaman seorang pengusaha wanita yang sukses mewujudkan impiannya, yaitu menciptakan Mamma Mia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FAD94lb2OXw/TVjeyJLNy4I/AAAAAAAABUc/gRE7ViSl_NE/s400/Pengusaha-2.gif" align="left" width="219" height="302"&gt;Saat masih kecil,&amp;nbsp; Judy Craymer sangat yakin bahwa masa depan karirnya akan berhubungan dengan dunia kuda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibesarkan di keluarga kelas menengah di North London, dia memiliki seekor dan menghabiskan tahun-tahun dimasa remajanya untuk menghadiri berbagai pertunjukan kuda setiap akhir pekan, dan menjadi joki untuk pemilik kuda lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga mendapatkan pengalaman pertamanya di dunia theater saat beranjak remaja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayahnya yang seorang jaksa dan ibunya yang bekerja sebagai perawat, sangat menyukai seni theater dan sering membawa Judy beserta adiknya untuk menonton pertunjukan di West End. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku sangat berterima kasih pada mereka karena telah melakukan itu. Itu memberikan dampak yang sangat positif kepada ku. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seni pentas musik yang pertama kali aku lihat adalah Oliver. Dan itu pergi ke Haymarket untuk melihat The Merchant of Venice dengan Sir Ralph Richardson-nya adalah sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Kami juga sering berpiknik ke opera terbuka di Holland Park.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengunjungi West End, jelas telah memberikan kesan yang sangat mendalam karena saat menginjak usia 18 tahun, secara mendadak, Judy Craymer mengubah minatnya untuk mengejar karir dibidang kuda dan memutuskan bahwa dia ingin menekuni seni drama. Dia mengatakan: 'Salah satu dari kuda ku sakit keras dan ku pikir.. ya sudah, aku akan mempelajari seni drama di Guildhall School of Music.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, sejak awal, dia tahu bahwa dia tidak ingin menjadi aktris. Dia lebih suka bekerja dibelakang layar. Dia mendapat tempat untuk mempelajari manajemen panggung dan menyukainya. Dia mengatakan: 'Aku jatuh cinta pada apa yang aku kerjakan di sini. Aku melibatkan diri dengan sepenuh hati pada semuanya aku kerjakan disini, dan itu menjadi tempat aku belajar sekaligus menjadi bagian utama dari kehidupan sosial ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lulus, dia mendapat pekerjaan sebagai menejer panggung dari Haymarket theatre di Leicester. Kemudian diikuti dengan beberapa pekerjaan dibidang yang sama, sampai saat berusia 22 tahun, dia mendapat pekerjaan di London sebagai asistent menejer panggung produksi untuk original dari musical Cats.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setahun kemudian, dia menjadi asistent untuk seorang producer theater, Tim Rice. Saat berada disana, dia bertemu dengan Bjorn Ulvaeus dan Benny Andersson, dua anggota dari group Abba, Swedia. Group tersebut baru saja bubar dan keduanya tengah menulis musik untuk Rice musical Chess.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu adalah sebuah moment yang sangat bersejarah. Craymer mengatakan: 'Aku tidak pernah menjadi penggemar dari group Abba saat masih remaja. Tapi setelah bertemu dengan Bjorn dan Benny, aku jadi penggemar berat mereka. Ku pikir, wow... jadi mereka ini yang menulis &amp;quot;Dancing Queen.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah lima tahun, dia meninggalkan pekerjaannya dengan Rice untuk bekerja di industri film sebagai asistent sutradara, mengerjakan film-film antara lain White Mischief dan Madame Souzatska. Tapi ketertarikannya terhadap Abba tidak bisa dihilangkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diusianya yang ke 30, dia mulai menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendengarkan lagu-lagu Abba. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk membuat film yang menceritakan mengenai lagu-lagu mereka, dan dia mulai merancang bagaimana nantinya lagu-lagu tersebut bisa sebuah cerita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski sudah tidak bekerja lagi dengan Tim Rice, namun Craymer masih tetap harus berhubungan dengan Ulvaeus karena Ulaveus mempunyai seekor kuda yang harus dilatih oleh Craymer. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, pada suatu hari, Craymer memberanikan diri untuk mengusulkan idenya tentang membuat film yang didasari oleh musik mereka. Bukannya kaget, Ulaveus dan Andersson malah memberikannya dorongan. Craymer mengatakan, 'Mereka menepuk pundak ku dan mengatakan akan menemui ku lagi tahun depan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, pada akhirnya, untuk mengubah idenya menjadi sebuah project yang real ternyata membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Bahkan, selama 10 tahun berikutnya, sambil bekerja di industri film dan televisi, Craymer masih terus mencari cara untuk mewujudkan idenya tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat dia berpikir bahwa mengejar idenya mengenai Abba tidak mengarahkannya kemanapun, dia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya pada ide lain. Dia mengatakan, 'Aku punya banyak ide lain. Aku bekerja sangat keras saat mencoba untuk menemukan project lain.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi mimpinya mengenai Abba tidak juga mau pergi. Dia masih selalu memikirkannya, dan akhirnya, pada tahun 1995 dia mendapatkan ide besarnya. Secara mendadak, dia menyadari bahwa idenya akan lebih baik jika dibuat dalam bentuk musikal dibanding film. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan ide barunya ini, dia kembali mendatangi Ulvaeus dan Andersson. Mereka mengatakan padanya bahwa dia harus bisa membuat cerita yang bagus sebelum mereka mempertimbangkan untuk memberikan hak guna pakai terhadap lagu-lagu mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terdorong oleh respon mereka, Craymer keluar dari pekerjaannya, mencari seseorang untuk menuliskan script dan mulai bekerja. Dua orang dari mereka memutuskan bahwa drama musikal tersebut seharusnya menceritakan kisah mengenai ibu dan putrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, Craymer hanya mendapat sedikit support dari teman-temannya. Dia mengatakan, 'Semua orang menganggap aku sudah gila. Mereka mengatakan bahwa masa-masa kejayaan Abba sudah berlalu, dan aku seharusnya melupakan ide tersebut. Tidak ada yang mau mengerti.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Craymer mulai mengumpulkan orang-orang disekitar untuk membantunya. Tapi saat project tersebut mendapatkan momentum, berbagai tekanan juga mulai memuncak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Craymer mengatakan: 'Aku masih belum mendapatkan hak untuk lagu-lagu tersebut, dan aku tahu bahwa setiap saat Bjorn dan Benny bisa saja memutuskan untuk keluar. Itu adalah saat-saat yang menegangkan karena saat itu aku sudah mulai membayar orang-orang. Itu membuat ku begitu fokus. Selain itu aku juga tahu bahwa mereka punya pengalaman yang kurang menyenangkan saat bekerja di musical Chess, dan jika terjadi perselisihan antara orang-orang yang bekerja di belakang layar, maka orang-orang yang merasa tidak puas akan pergi begitu saja.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Craymer juga harus mulai mengeluarkan uangnya sendiri untuk membayar fee pada pengacara, biaya perjalanan dan menyewa team creative untuk bekerja dalam project. Pada tahun 1997, dia telah menghabiskan sebanyak £20,000 dan harus menjual apartementnya. Dia mengatakan: 'Aku merasa sangat takut waktu itu.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ketekunannya akhirnya terbayar. Pada akhir 1997, dia mendapatkan hak untuk menggunakan lagu-lagu Abba, mendirikan perusahaan untuk memegang hak tersebut dan menggunakannya dalam pertunjukannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah melakukan negosiasi dan meeting selama satu tahun, dia juga berhasil untuk membujuk produser Abba, Polygram, agar mau memberikan setengah dari modal sebesar £3 juta untuk biaya show di London, dan bahkan mau memberikannya modal awal sebesar £300,000 untuk melakukan workshop dari show tersebut yang akhirnya diberi nama Mamma Mia. Ulvaeus dan Andersson juga membantunya untuk membujuk bank Swedia agar mau berinvestasi sebagai tambahan modal yang mereka perlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mamma Mia akhirnya di buka di London West End pada April 1999 dan pertunjukan tersebut sukses besar, dengan karcis selalu yang terjual habis satu minggu sebelum pertunjukan. Dan itu baru permulaan. Semenjak itu, Mamma Mia mendapatkan keuntungan milyaran dollar dari box office, telah melakukan pertunjukkan di lebih dari 120 kota-kota utama diberbagai negara, dan telah ditonton oleh lebih dari 24 juta orang diseluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2005, perusahaan Craymer, Littlestar, yang 50 persen saham adalah milikinya, telah bernilai lebih dari £23 juta. Dan semua team creative yang terlibat dalam pertunjukan telah menjadi milyuner. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 2008, Mamma Mia dibuat menjadi film yang dibintangi oleh Meryl Streep dan Pierce Brosnan. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-wYxTlihAxG8/TVje60Ttt9I/AAAAAAAABUk/dwr0b9GnnWo/s400/Mamma-Mia.jp" width="400" height="320"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keuntungan total Mama Mia, baik dari versi panggung musikal maupun film telah mencapai lebih dari $2,5 milyar dollar, sehinga membuat Judy Craymer menjadi salah seorang wanita terkaya di negerinya, dengan kekayaan pribadi yang mencapai £75 juta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Craymer mengatakan: 'Aku masih belum bisa mempercayainya. Aku tidak menyangka bahwa aku mampu melakukan semua itu. Aku cuma ingin mewujudkan ide ku.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, diusianya yang telah mencapai 51 tahun, dia merasa bahwa &lt;b&gt;rahasia dari kesuksesannya adalah tekadnya yang pantang menyerah&lt;/b&gt;. 'Anda harus membuat orang mau percaya terhadap apa yang anda lakukan. Aku sangat berhasrat mengenai itu sehingga saat seseorang pada suatu meeting menyarankan kami untuk mengakhiri pertunjukan tersebut aku akan berteriak &amp;quot;Tidak, anda tidak boleh melakukan itu, pertunjukan ini harus tetap berjalan.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa bahwa meski seseorang mungkin punya beberapa ide untuk dikerjakan, tapi kunci untuk menjadi sukses adalah dengan memilih salah satunya lalu memfokuskan seluruh perhatian untuk mengerjakannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Untuk mencapai sesuatu, anda harus berkonsentrasi pada sesuatu. Project ini telah menyerap seluruh perhatian dan konsentrasi ku selama bertahun-tahun. Mamma Mia adalah hidup ku. Ini adalah sebuah obsesi total.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reward telah didapatkan, dan bukan cuma dibidang finansial. Dia mengatakan: 'Salah satu ambisi ku adalah untuk tidak pernah lagi bekerja pada orang lain, aku ingin bebas untuk mengerjakan apapun yang aku inginkan, tanpa harus meminta ijin dulu pada orang lain. Dan itulah apa yang aku dapatkan.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4544154797383364966?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4544154797383364966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-panggung-hiburan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4544154797383364966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4544154797383364966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-panggung-hiburan.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Panggung Hiburan'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FAD94lb2OXw/TVjeyJLNy4I/AAAAAAAABUc/gRE7ViSl_NE/s72-c/Pengusaha-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-3195120642938877193</id><published>2011-02-13T18:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:33:50.582-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kopi Instant'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Kopi Instant</title><content type='html'>&lt;p&gt;Berada di sekitar Martyn Dawes saat dia merasa antusias terhadap sesuatu bisa menjadi pengalaman yang menakutkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku punya kebiasaan untuk mengeluarkan suara bising yang sangat aneh saat sedang merasa sangat bersemangat. Suara bising itu sedikit mirip dengan suara yang dibuat Al Pacino dalam film Scent of a Woman. Suara seperti itu pasti membuat orang kaget, apalagi jika mereka sedang menelpon.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Dawes sedang merasa sangat senang. Sebab baru-baru ini, dia menjual bisnis Coffee Nation-nya, yang telah menjual lebih dari 750.000 cangkir kopi per bulan dari mesin self-service-nya, seharga £23 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlahir di Coventry, Dawes diadopsi saat berumur enam minggu oleh sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut dan tidak bisa mempunyai anak mereka sendiri. Dia mengatakan: 'Aku menjadi pusat perhatian dan banyak mendapat kasih sayang serta dorongan dari mereka.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi Dawes tidak bisa tenang, antara lain mungkin karena dia selalu memikirkan tentang asal-usulnya yang tidak jelas. 'Aku ingin pergi dari sana dan menunjukkan apa yang bisa aku lakukan. Aku merasa perlu untuk membuktikan diri. Aku pikir itu adalah salah satu cara ku untuk membalas karena tidak tahu dari mana aku berasal.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia begitu ngotot untuk segera memulai, sehingga memutuskan untuk meninggalkan sekolah dia usia 17 tahun dan bekerja di pabrik lokal, dimana ayahnya bekerja. Di waktu luangnya, dia mengambil kursus penerbangan dan bermimpi untuk menjadi seorang pilot. Tapi mimpinya hancur saat mengetahui bahwa dia buta warna. Lalu, saat berusia 21 tahun, dia mendapat pekerjaan di Massey Ferguson, sebuah pabrik pembuat traktor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia melakukan pekerjaannya dengan baik dan setelah satu tahun, dia bertemu dengan calon istrinya, Trudi, lalu memutuskan untuk pindah ke London agar bisa bersamanya. Di London, dia membuka perusahaan konsultant manajemen untuk perusahaan engineering, dan dengan cepat mengetahui bahwa dia punya bakat dibidang itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Saat anda berusia 23 tahun, anda punya arogansi dan keyakinan diri yang tinggi karena anda belum punya banyak pengalaman yang mengatakan bahwa anda mungkin telah melakukan kesalahan.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam enam bulan, dia memulai bisnis konsultasinya sendiri, dan tidak beberapa lama kemudian, istrinya yang bekerja dibidang sumber daya manusia ikut bergabung dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaannya berkembang dengan cukup baik, tapi pada waktu Dawes berusia 28 tahun dia merasa gelisah. Dia mengatakan: 'Aku merasa berada diambang kebosanan dan akhirnya menyadari bahwa konsultasi bukanlah sesuatu yang benar-benar aku sukai. Aku bisa melihat bahwa bisnis lebih membuat ku tertarik dari pada konsultasi.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia mengambil £50.000 dari bisnis konsultasinya dan mulai mencari inspirasi untuk memulai bisnisnya sendiri. Akan tetapi, itu ternyata lebih sulit dari yang dia kira. Dia mengatakan: 'Sangat sulit untuk menemukan sesuatu saat anda tidak mengetahui apa yang anda cari. Aku merasa sangat cemas.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia sempat mempertimbangkan untuk membeli perusahan pakaian yang sedang berkembang, juga pernah mempertimbangkan ide tentang membuka taman bermain untuk anak-anak. Dia mengatakan, 'Aku mencari disemua tempat. Aku benar-benar bingung.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, dia membaca sebuah artikel di koran lokal mengenai sebuah perusahaan yang cukup sukses dengan menempatkan mesin photocopy di kantor-kantor berita dan sudut-sudut toko. Itu membuatnya jadi berpikir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku menyukai ide mengenai model bisnis yang bisa menghasilkan sedikit keuntungan dari banyak tempat. Dengan cara itu, anda jadi tidak terlalu bergantung pada salah satunya dan tidak terlalu terekspose pada satu konsumen. Dan anda akan menggunakan traffik dari para pembeli yang sudah memasuki toko tersebut.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memutuskan untuk mengunjungi Amerika dalam usahanya untuk mencari inspirasi, mulai dari New York sampai ke Minnearpolis, yang pada saat itu punya shopping mall terbesar di dunia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat berada disana, Dawes mempunyai ide untuk membeli franchise dari bisnis yoghurt beku yang berada di Inggris. Tapi disaat-saat terakhir dia menyadari bahwa itu mungkin bukanlah sebuah ide yang bagus karena di Inggris matahari tidak terlalu banyak bersinar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia juga merasa tertarik dengan sebuah restaurant yang bernama The Screening Room dimana didalamnya terdapat beberapa mini sinema untuk sekelompok orang yang ingin nonton bareng. Tapi dengan cepat dia menyadari bahwa untuk membuka sesuatu yang sama di Inggris akan membutuhkan modal investasi yang besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide besarnya akhirnya muncul saat dia berdiri di sebuah toko di New York. Dia memperhatikan bahwa sejumlah besar orang yang masuk cuma karena ingin membeli secangkir kopi untuk dibawa, dan menyadari bahwa mungkin ada kebutuhan yang sama di Inggris. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mengikuti model bisnis photocopy yang dia baca, dia akan menginstall mesin kopi instant di sudut-sudut toko dan memberikan sebagian keuntungannya kepada pemiliki toko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat kembali ke Inggris, Dawes mulai bekerja. Dia membujuk empat orang pemiliki toko agar mau memberikan tempat untuk mesinnya, yang dia isi dengan bubuk kopi dan susus instant. Tapi kemudian dia mengetahui bahwa tidak banyak orang yang benar-benar ingin membeli kopi instant dari sebuah mesin di sebuah toko kecil yang kumuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan: 'Aku ingat saat berjalan di Peckham sambil memikirkan tentang apa yang telah aku lakukan. Itu adalah produk yang salah di toko yang salah dan di lokasi yang salah.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dia mulai menempatkan mesin pembuat kopi instantnya di toko-toko besar misalnya Spar dan Alldyas. Tapi di tahun 1997 dia menyadari bahwa produk dan lokasinya masih tetap salah. Dia mengatakan: 'Aku cuma bisa menjual 50-60 cangkir per minggu dan itu tidak akan pernah bisa membuat bisnis ku berkembang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, kehidupan pribadinya juga sedang mengalami masalah. Dia dan istrinya lalu memutuskan untuk berpisah, dan Dawes terpaksa harus menumpang di rumah seorang teman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian suatu hari, saat sedang berdiri di sebelah mesinnya sambil berbicara dengan konsumen, kata-kata dari salah seorang dari konsumen tersebut membuatnya tersentak. Dawes mengatakan, 'Orang itu mengatakan pada ku, &amp;quot;Mengapa aku mau mengeluarkan 59p untuk secangkir kopi jika aku bisa membuatnya sendiri di kantor? Jika anda ingin menjual sesuatu ditoko seperti ini, itu berarti anda harus benar-benar membuat ku tertarik.&amp;quot;'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara tiba-tiba, Dawes mendapatkan jawaban atas masalah bisnisnya yaitu dengan cara menyediakan mesin yang bisa membuat kopi dengan susu dan biji kopi yang masih segar. Jadi, dia membujuk beberapa pabrik untuk meminjamkan beberapa mesin expresso mereka untuk di uji coba, dan segera melihat peningkatan dalam penjualannya. 'Itu adalah sebuah momen eureka. Aku merasa sangat senang.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayangnya, moment-moment membahagiakan tersebut tidak berlangsung lama. Pada masa-masa tersebut modalnya sudah sangat menipis dan dia tidak lagi mempunyai uang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, dia mendatangi seorang praktisi insolvency di sebuah perusahaan accountant untuk meminta petunjuk mengenai perusahannya yang hampir bangkrut. Tapi saat berada di sana, dia menemukan seorang penasehat yang mengatakan bahwa dia mungkin mampu untuk menemukan investor untuk bisnis Dawes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, secepatnya Dawes menuliskan sebuah bisnis plan dan dia diberikan kesempatan untuk mengajukannya ke sebuah forum investor. Di penghujung hari, dia mendapatkan investasi sebesar £100,000 dengan pembagian keuntungan sebesar 20 pesen. Dan itu memberikannya peluang untuk mendapatkan pinjaman dari bank sebesar £90,000, Dawes pun kembali berbisnis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z6RlXAt0r9I/TViXW1nC2XI/AAAAAAAABUU/CLhkufohLRU/s320/Pengusaha-1.gif" align="left" width="277" height="223"&gt;Dia mulai mencari tempat-tempat yang lebih baik untuk mesinnya, dan dua tahun kemudian mampu meningkatkan nilai perusahaannya menjadi £4 juta, dengan 25 persen keuntungan untuk dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaan Coffee Nation-nya sekarang sudah memiliki lebih dari 400 outlet termasuk di toko-toko Tesco dan bengkel-bengkel Welcome Break, dimana mereka menyediakan kopi espresso yang dibuat dengan susu dan buah kopi yang masih segar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dawes juga menempatkan mesin-mesinnya di Odeon Cinemas dan outlet-outlet W H Smith di airport dan stasiun, dan telah berkembang hingga keseluruh daratan Eropa. Di tahun 2008, Dawes menjual bisnisnya pada perusahaan Milestone Capital seharga £23 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Dawes yang baru berusia 42 tahun, merasa sangat bangga dengan pencapainnya. Dia mengatakan, 'Seringkali, aku merasa tergoda untuk menyerah. Tapi jika anda menyerah dan orang lain sukses dengan ide anda, maka anda akan menyesalinya seumur hidup.'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dawes banyak memuji istinya, Trudi, atas dukungannya, sehingga dia bisa sukses dengan mengatakan: 'Dia adalah dan selalu menjadi sumber inspirasi ku. Saat pertama kali aku menjadi&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-koran-edward-w.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt; di usia 23 tahun, dia bisa melihat ke dalam diri ku apa yang aku sendiri tidak bisa melihatnya. Aku tidak akan berada disini saat ini, dan aku tidak akan mempunyai keyakinan diri tanpa dirinya.' Mereka akhirnya merencanakan untuk menikah kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dawes juga sukses dalam pencariannya untuk menemukan identitas dirinya. Delapan tahun yang lalu, dia akhirnya bisa menemukan ibu kandungnya. Dia merasa kaget saat mengetahui bahwa ibunya juga ternyata seorang&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-retail-sam.html"&gt;pengusaha&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dawes mengatakan: 'Saat bertemu dengan ibu ku, aku bisa melihat sifatnya yang sama dengan ku, dan itu membuat ku bisa merasa sedikit tenang mengenai diri ku. Aku selalu berpikir, mengapa aku seperti ini, mengapa aku selalu menginginkan lebih? Dan sekarang aku jadi tahu.'&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-3195120642938877193?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/3195120642938877193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kopi-instant.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/3195120642938877193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/3195120642938877193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-kopi-instant.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Kopi Instant'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Z6RlXAt0r9I/TViXW1nC2XI/AAAAAAAABUU/CLhkufohLRU/s72-c/Pengusaha-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-4489814814216600287</id><published>2011-02-11T21:29:00.001-08:00</published><updated>2011-02-20T20:34:08.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retail'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Toko Retail - Sam Walton</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sam Walton, pendiri Wal-Mart, dibesarkan dalam keadaan miskin dalam sebuah komunitas petani di sebuah pedesaan di Missouri. Saat itu Amerika sedang mengalami masa depresi. Kemiskinan yang dialaminya saat beranjak dewasa mengajarkannya tentang nilai dari uang dan ketekunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Missouri, dia bekerja untuk J.C. Penny dimana dia pertama kali mendapatkan pengalaman mengenai retailing. Dia menjadi pejabat selama masa perang dunia ke 2, dan setelah itu menjadi seorang franchiser yang sukses dari toko Ben Franklin five-and-dime. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tahun 1962, dia mendapat ide untuk membuka toko yang lebih besar, yang berada diarea pedusunan, menawarkan produk dengan harga yang murah dan discount yang besar. Namun pihak manajemen tidak setuju dengan visinya ini. Tanpa kenal menyerah, Walton mengejar visinya, mendirikan Wal-Mart dan memulai&lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/"&gt;kisah sukses&lt;/a&gt; dari toko retail. Saat Walton meninggal di tahun 1992, kekayaan keluarganya mencapai 25 milyar dollar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini Wal-Mart adalah retailer nomor 1 di dunia, dengan lebih dari 4.150 toko, termasuk toko discount, kombinasi antara toko discount dan toko makanan, serta toko gudang yang bersifat keanggotaan (Sam's Club).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam &amp;quot;Running a Successful Company: Ten Rules that Worked for Me,&amp;quot; Sam Walton menerangkan tentang 10 prinsip untuk menjalankan sebuah perusahaan yang sukses, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 1: Berkomitmenlah untuk mensukseskan bisnis anda.&lt;/b&gt; Anda harus lebih mempercayainya dibanding siapapun. Saya rasa, saya bisa mengatasi setiap hambatan karena saya mempunyai hasrat yang sangat kuat. Saya tidak tahu apakah anda harus terlahir dengan hasrat seperti ini, atau anda bisa mendapatkannya dengan cara mempelajarinya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang saya tahu saya membutuhkannya. Jika anda mencintai pekerjaan anda, maka anda akan berusaha dengan sepenuh hati untuk melakukannya dengan sebaik mungkin. Sehingga cepat atau lambat, orang-orang disekitar akan tertulari hasrat tersebut, seperti sejenis demam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 2. Bagikan keuntungan anda dengan semua kolega anda, dan perlakukan mereka sebagai partner. &lt;/b&gt;Sebagai balasannya, mereka juga akan memperlakukan anda sebagai partner, dan bekerja bersama anda untuk mewujudkan impian dan harapan anda yang terindah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetaplah sebagai sebuah perusahan dan pertahankan kendali jika anda menginginkannya, tapi bertindaklah sebagai pemimpin yang melayani dalam bekerja sama. Dorong kolega anda untuk mempertahankan sahamnya di perusahaan. Tawarkan discount untuk membeli saham, dan beri mereka saham sebagai hadiah untuk masa pensiun. Ini adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 3. Motivasi partner anda.&lt;/b&gt; Uang dan kepemilikan saja tidaklah cukup. Teruslah mencari cara-cara baru dan menarik untuk memotivasi dan mendorong partner anda. Tetapkan target yang tinggi, dorong persaingan, dan kemudian pertahankan skore. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bertaruhlah untuk hadiah yang besar. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, lakukan pertukaran; pindahkan para menejer dari satu tempat ke tempat lain untuk mempertahankan tantangan. Pertahankan agar semua orang cuma bisa menebak trik apa yang akan anda jalankan berikutnya. Jangan menjadi terlalu mudah untuk diprediksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 4. Komunikasikan semua yang mungkin bisa dengan partner anda.&lt;/b&gt; Semakin banyak mereka tahu, semakin mudah mereka untuk memahami. Semakin paham mereka, semakin mereka peduli. Begitu mereka peduli, maka tidak ada yang bisa menghentikan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anda tidak mempercayai kolega anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, maka mereka akan tahu bahwa anda tidak menganggap mereka sebagai partner. Informasi adalah power, dan anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari memberdayakan kolega anda dari pada mengurangi resiko untuk memberikan informasi pada pesaing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 5. Hargai semua yang dilakukan oleh kolega untuk bisnis anda. &lt;/b&gt;Gaji dan saham memang bisa membeli kesetiaan. Tapi kita semua menyukai saat seseorang memberi tahu bahwa dia menghargai apa yang kita lakukan untuknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita ingin lebih sering mendengarnya, terutama saat kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita banggakan. Tidak ada yang bisa menggantikan kata-kata pujian yang tulus dan jujur. Kata-kata ini gratis tapi sangat bernilai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 6. Rayakan kesuksesan anda.&lt;/b&gt; Cari sesuatu yang lucu dalam kegagalan anda. Jangan terlalu mengkritik diri sendiri. Jika anda tenang, maka orang-orang disekitar anda ikut tenang. Bersenang-senanglah. Tunjukkan rasa antusias, selalu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat semuanya gagal, ambil kostum dan nyanyikan lagu yang konyol. Lalu, buat semua orang bernyanyi bersama anda. Jangan lakukan hula-hoop di Wall Street. Itu sudah pernah dilakukan. Cari cara anda sendiri. Bersenang-senang itu jauh lebih penting dan lebih menyenangkan dibanding yang anda kira, dan ini sebenarnya hanyalah kompetisi yang bodoh. &amp;quot;Mengapa kita harus menganggap serius orang-orang yang ada di Wal-Mart?&amp;quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 7. Dengarkan semua orang yang ada di dalam perusahaan dan cari cara untuk membuat mereka bicara.&lt;/b&gt; Mereka yang berada di barisan terdepan, mereka yang berbicara langsung pada konsumen, adalah yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda harus mencari tahu apa yang mereka ketahui. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan kualitas total. Untuk membuat orang-orang menjadi lebih bertanggung jawab, dan memaksa ide-ide hebat untuk muncul, anda harus mendengarkan apa yang kolega anda ingin sampaikan pada anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 8. Berikan lebih dari apa yang diharapkan oleh konsumen anda.&lt;/b&gt; Jika anda melakukannya, mereka akan kembali dan kembali lagi. Berikan apa yang mereka inginkan, dan tambahkan sedikit. Buat mereka jadi tahu bahwa anda menghargainya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perbaiki semua kesalahan anda, dan jangan mencari-cari alasan, minta ma'aflah. Yakinlah terhadap semua yang anda lakukan. Dua kata terbaik yang pernah saya tuliskan di Wal-Mart pertama adalah tanda yang bertuliskan : &amp;quot;Satisfaction Guaranteed.&amp;quot; Tanda tersebut masih ada disana, dan telah memberikan perbedaan yang nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 9. Kendalikan pengeluaran anda dengan cara yang lebih baik dibanding pesaing anda.&lt;/b&gt; Disinilah anda selalu bisa menemukan keunggulan yang kompetitif. Selama 25 tahun, lama sebelum Wal-Mart dikenal sebagai retailer terbesar, kami telah berada di posisi 1 dalam industri kami untuk rasio terendah dalam perbandingan antara pengeluaran dengan penjualan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda mungkin saja akan melakukan berbagai kesalahan tapi tetap bisa kembali pulih jika anda beroperasi dengan efektif. Atau anda boleh saja sangat brilliant tapi tetap bangkrut jika terlalu boros.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip 10. Berenang melawan arus. &lt;/b&gt;Abaikan kebijaksanaan konvensional. Jika semua orang melakukan dengan suatu cara, maka anda punya peluang yang bagus untuk menemukan pangsa pasar anda dengan cara melakukan yang sebaliknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi bersiaplah untuk menghadapi banyak oraang yang akan mengatakan bahwa cara arah yang anda pilih itu salah. Saya rasa, selama bertahun-tahun, apa yang paling sering saya dengar dibanding hal lain adalah: sebuah kota dengan populasi yang kurang dari 50.000 tidak bisa mensupport toko discount untuk waktu yang sangat lama.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-4489814814216600287?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/4489814814216600287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-retail-sam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4489814814216600287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/4489814814216600287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-toko-retail-sam.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Toko Retail - Sam Walton'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4526935505800400988.post-2447180794355135555</id><published>2011-02-11T20:13:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T20:34:28.737-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koran'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Koran - Edward W. Scripps</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pengusaha Edward W. Scripps sukses membangun sebuah kerajaan media yang mencakup antara lain koran harian dalam 20 jenis pasar yang membentang dari Washington sampai Florida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia memulai bisnis di tahun 1878 dengan meminjam $10,000 untuk meluncurkan sebuah surat kabar di Cleveland yang bernama &amp;quot;The Penny Press.&amp;quot; Target pasarnya adalah para pekerja perkotaan dimana kebutuhan mereka mengenai informasi belum terpenuhi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam waktu singkat &amp;quot;The Penny Press&amp;quot; menjadi model untuk media massa berskala nasional yang pertama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menemukan sebuah formula kesuksesan, dan mulai membangun rantai pertama dari surat kabarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, perusahaan E.W. Scripps adalah sebuah media diversifikasi yang bergerak dibidang surat kabar, stasiun pemancar televisi, jaringan televisi kabel dan media-media lain yang berhubungan dengan&amp;nbsp; kewirausahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai seorang &lt;a href="http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/"&gt;pengusaha sukses&lt;/a&gt;, E.W. Scripps sangat yakin bahwa etika itu sangat penting, dan dia menjaga agar uang, bisnis,dan kehidupannya tetap berada dalam perspektif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut ini 23 kode etik yang diterapkannya, baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Jangan pernah menghabiskan uang sebanyak yang anda hasilkan. Semakin kecil pengeluaran dibanding pendapatan anda, maka semakin cepat anda akan menjadi kaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Memberi gaji itu lebih berkah dari pada menerimanya. Setidaknya itu lebih menguntungkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Jangan pernah melakukan sendiri jika anda bisa mendapatkan orang lain yang akan melakukannya untuk anda. Semakin banyak hal-hal yang dilakukan oleh orang lain untuk anda, maka semakin banyak waktu dan energi yang anda miliki untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Jangan pernah mengerjakan apapun hari ini jika anda bisa menundanya sampai besok. Anda akan selalu punya terlalu banyak hal yang harus dilakukan hari ini, sehingga anda seharusnya tidak menyia-nyiakan waktu dan energi untuk melakukan sesuatu yang bisa anda tunda sampai besok. Sebagian besar dari apa yang tidak perlu anda lakukan hari ini, umumnya sama sekali tidak berharga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Selalu beli, jangan pernah menjual. Jika anda punya hasrat yang cukup kuat untuk menjadi kaya, maka anda akan tahu bahwa menjalankan satu resiko itu lebih baik dari pada menjalankan dua resiko. Anda juga tahu bahwa orang lain sepertinya tidak lebih pintar dari anda, dan bahwa entah membeli atau menjual, dalam masing-masing kasus, anda beresiko untuk mendapatkan pertukaran yang terburuk. Dengan mengadopsi aturan ini, maka anda akan mengurangi setengah dari resiko kerugian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Jangan pernah melakukan apapun, jika anda tidak bisa mengalahkan pesaing. Mengapa berkompetisi dengan seseorang untuk mendapatkan suatu posisi atau jalur bisnis yang sama, jika anda punya kemungkinan untuk memonopoly dibidang yang lain?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Jika situasi memaksa anda untuk mengejar posisi atau mengikuti jalur bisnis yang sama yang sedang dikerja oleh orang lain, maka kerjakan dengan cara yang berbeda dari apa yang dikerjakan oleh orang tersebut. Akan selalu anda cara yang lebih bagus dan lebih baik. Jika anda mengambil jalan yang terbaik, maka pesaing anda tidak punya peluang untuk mengalahkan anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Apapun yang pernah anda lakukan, cara apapun yang pernah anda gunakan untuk melakukan sesuatu, jangan melakukan hal yang sama lagi, atau jangan lakukan dengan cara yang sama. Jika anda tahu satu cara untuk melakukan sesuatu, berarti anda pasti tahu bahwa ada cara yang lebih baik untuk melakukan hal yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Jika anda sukses dalam melakukan sesuatu yang anda lakukan, maka jangan biarkan orang lain mengetahui kesuksesan anda, karena jika anda melakukannya, orang lain akan mencoba untuk melakukan hal yang sama dan menjadi pesaing anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Saat anda menjadi kaya, saat anda akan menjadi kaya, jika anda ingin mengikuti nasehat saya, maka jangan biarkan orang lain mengetahuinya. Pengetahuan publik mengenai kekayaan anda cuma akan mengundang perhatian dari para pemungut pajak, dan orang-orang lain yang lapar akan mencoba untuk menjauhkan anda dari sesuatu yang mereka inginkan, dari sesuatu yang ingin anda pertahankan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Salah satu asset terbesar yang bisa dimiliki oleh seseorang adalah reputasi sebagai orang yang eksentrik. Jika anda memiliki reputasi jenis ini, maka anda akan bisa melakukan banyak hal. Anda bahkan bisa melakukan hal-hal yang anda inginkan tanpa membuat orang lain menjadi marah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak tindakan yang jika dilakukan oleh orang biasa akan memicu kemarahan, dendam, dan kebencian. Tapi tidak jika tindakan itu dilakukan oleh seseorang yang punya reputasi sebagai eksentrik, selain dari rasa senang dan mungkin rasa kasihan. Lebih baik punya niat baik dari pada niat buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Jangan pernah membenci siapapun. Kebencian adalah pemborosan bagi mental dan energi. Balas dendam akan banyak menyita energi dan tidak menghasilkan apapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Orang bijak lebih suka mengatur tingkah lakunya dari pada mencari-cari alasan atau mengandalkan insting. Saat anda tahu bahwa ada lebih banyak orang yang memuji tindakan anda dari pada yang mengutuk anda, maka anda akan tahu bahwa anda berada di jalan yang salah karena anda telah melakukan hal-hal yang disetujui oleh orang-orang bodoh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat kerumunan mengejek dan mencemooh anda, maka setidaknya anda bisa tahu satu hal bahwa setidaknya anda punya kemungkinan telah bertindak dengan bijak. Mencari pujian adalah salah satu insting manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14. Jauh lebih penting untuk belajar apa yang seharusnya tidak dilakukan dari pada belajar mengenai apa yang harus dilakukan. Anda bisa mendapat pelajaran yang sangat bernilai ini melalui dua cara, yang pertama adalah melalui kesalahan anda sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang kedua adalah dengan mengamati kesalahan orang lain. Seseorang yang belajar untuk mengetahui hal-hal yang tidak boleh dia lakukan pasti akan tahu mengenai hal-hal yang harus dia lakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;15. Keturunan tidak bisa memberikan anda apapun. Karena itulah, seharusnya anda tidak berinvestasi pada keturunan. Tentu, keturunan anda akan memperebutkan kekayaan anda, tapi itu baru akan terjadi setelah anda meninggal, dan mengapa anda harus memusingkan diri terhadap hal-hal yang tidak akan pernah anda ketahui?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;16. Seseorang bisa melakukan apapun yang dia inginkan, setidaknya jika keinginannya itu cukup kuat. Karena itulah, saya katakan bahwa setiap orang yang ingin menjadi kaya bisa menjadi kaya jika dia hidup cukup lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;17. Setelah apa yang saya katakan diatas rasanya saya tidak perlu lagi mengatakan bahwa anda seharusnya menyimpan uang. Tapi tidak ada orang yang menjadi kaya karena menyimpan uang. Dia cuma bisa kaya dengan cara membuat dirinya menjadi kaya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menyimpan adalah modal. Hanya dengan melakukannya seseorang bisa belajar mengenai cara melakukan sesuatu. Hanya seorang kapitalis yang menghandle modal yang bisa belajar cara menghandle modal agar memberikan keuntungan. Semakin banyak modal yang anda miliki, maka semakin ahli anda sebagai kapitalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;18. Orang-orang bodoh mengatakan bahwa uang menghasilkan uang. Saya mengatakan bahwa uang tidak menghasilkan uang. Hanya orang yang menghasilkan uang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;19. Ada dua dosa besar dalam bidang ekonomi. Yang pertama adalah memberikan sesuatu secara cuma-cuma, dan yang kedua adalah mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma. Dan dosa yang terbesar adalah mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma, atau mencoba untuk melakukannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sangat ragu ada orang yang pernah mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;20. Saya juga menasehati anda agar menolak untuk menjadi seorang pewaris. Jika anda adalah calon pewaris dari orang tua anda atau kerabat yang lain, anda seharusnya menganggap itu mungkin bisa menjadi sebuah penghalang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;21. Dari pada membenci hal-hal kecil lebih baik menghargai hal-hal kecil. Lebih mudah untuk menghasilkan keuntungan dengan bisnis yang sangat kecil dalam bisnis apapun dari pada menghasilkan proporsi profit yang sama dengan modal yang besar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang benar bahwa setelah anda belajar cara menghasilkan profit dari sebuah bisnis dengan modal yang kecil, secara terus menerus, saat modal anda berkembang, anda akan belajar cara menghandlenya agar lebih menguntungkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian saat tiba waktunya untuk mengembangkan modal anda, maka proporsi keuntungan anda juga seharusnya ikut berkembang. Dan, selain itu, saat kekayaan dan skill anda berkembang dengan pesat, pengeluaran anda meningkat dengan lebih lambat, sehingga income yang meningkat bisa anda gunakan sebagai modal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;22. Menghasilkan uang itu lebih mudah dari pada menghabiskannya. Saat uang semakin sulit dan semakin sulit untuk dikeluarkan, maka anda akan menghabiskannya lebih sedikit dan lebih sedikit lagi, sehingga anda jadi punya lebih banyak uang untuk diakumulasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23. Pekerjaan terberat dari semua pekerjaan berat yang dilakukan oleh seseorang adalah berpikir. Jika anda harus menjadi kaya, latih pikiran anda untuk berpikir keras dan pertahankan kebiasaan itu dengan baik sehingga semua pemikiran anda akan tercurah pada satu objek, yaitu mengakumulasikan kekayaan yang lebih banyak lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan: Kisah sukses pengusaha Edward W. Scripps ini diterjemahkan dari &amp;quot;&lt;a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471165123/powerhomebizguid"&gt;The Book of Business Wisdom&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4526935505800400988-2447180794355135555?l=kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/feeds/2447180794355135555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-koran-edward-w.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2447180794355135555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4526935505800400988/posts/default/2447180794355135555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com/2011/02/kisah-sukses-pengusaha-koran-edward-w.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Koran - Edward W. Scripps'/><author><name>BBQByu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sgw3pms54UM/TUDr7W0cNxI/AAAAAAAABQ4/58vbuHG9ar4/s220/blogger.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
